• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Hadapi Krisis Pangan Global, Kementan – ICMI Bogor Gelar Pelatihan Pertanian Geo Ekonomi Hijau

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 2 Juli 2022 - 11:51
in Nasional
Pelatihan Gerakan Ekonomi Hijau

Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor menggelar pelatihan pertanian Geo Ekonomi Hijau, Foto : Kementan Untuk INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor menggelar pelatihan pertanian Geo Ekonomi Hijau. Pelatihan yang menggandeng Jimmy Hantu Foundation ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dan pegiat pertanian agar mampu memanfaatkan potensi geo ekonomi di pedesaan untuk membangun pertanian yang berkelanjutan dan mampu memenangkan tantangan krisis pangan global ke depan.

Ketua Tim Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi (Propaktani) Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Ugi Sugiharto mengatakan terdapat tiga faktor penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Ketiga faktor itu, yakni penerapan inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, peraturan perundang-undangan, serta peningkatan kapasitas SDM pertanian.

BacaJuga:

IKA Trisakti Jadi Wadah Bersama, Maman Dorong Alumni Perkuat Kebersamaan

Beri 2 Karya Istimewa ke Prabowo, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ungkap Makna di Baliknya

Revitalisasi 2026: Sekolah Terdampak Bencana hingga Wilayah 3T Jadi Prioritas

“Dari tiga faktor itu, ternyata peran SDM sangat besar, yakni sekitar 50 persen, khususnya para praktisi dan petani milenial,” ujar Ugi di Jakarta, Sabtu (2/7/2022).

Baca Juga : Musrenbangtan 2022, Mentan: Perencanaan Sektor Pertanian Harus Inovatif dan Adaptif

Ugi menegaskan Kementan khsusunya Tim Propaktani Ditjen Tanaman Pangan siap mensupport kegiatan meningkatkan SDM pertanian khususnya berkolaborasi dengan ICMI dan pegiat pertanian. Tak hanya tingaktan mutu SDM pertanian, tapi juga guna menghadirkan inovasi dan menggairahkan pertanian ramah lingkungan.

“Hal ini sangat penting guna mengejewantahkan program prioritas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk membangun pertanian organik dan tentunya tangguh menghadapi tantangan agar pangan selalu tersedia bahkan kita bisa hasilkan pangan untuk ekspor,” sambung Ugi.

Pelatihan yang bertempat di Kampung Nyalindung Desa Sukamantri Kabupaten Bogor ini berlangsung secara hybrid secara online dan offline selama 2 hari dari tanggal 29 sampai tanggal 30 Juni 2022. Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang secara offline dan 235 orang secara online yang berasal dari seluruh Indonesia. Salah satu materi dalam petaihan ini adalah membuat pupuk organik menggunakan bahan yang ada di sekitar rumah.

Terpisah, Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Aceng Hidayat mengatakan pihaknya mendukung program Kementan dalam meningkatkan produksi dan kapasitas SDM pertanian yang unggul dan inovatif dengan cara bertani modern dan berbasis ramah lingkungan atau organik guna menjadikan sektor pertanian yang maju dan tangguh menghadapi tantangan krisis pangan global. Oleh karena itu, pada pelatihan ini mengirimkan 15 orang dari oragnisasi daerah (Orda) dan organisasi satuan (Orsat) di wilayah ICMI Orwilsus Bogor.

“Pelatihan ini bertujuan membantu pemerintah menyediakan pupuk bagi sektor pertanian. Peran pupuk dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian sangat penting,” jelasnya.

“Mengingat urgensi pupuk tersebut. Dengan kemampuan memproduksi pupuk sendiri diharapkan petani mampu menekan harga produksi,” tambah Aceng akademisi IPB yang juga menjabat sebagai Sekretaris IPB University.

Sementara itu, Gus Jim sebagai coach dalam pelatihan ini mengatakan ketergantungan petani pada pupuk anorganik sangat tinggi. Ketergantungan pada pupuk membuat para petani menanggung beban biaya produksi tinggi, padahal banyak bahan di sekitar lahan dan rumah tangga petani dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

“Saya berkomitmen membantu pemerintah menjaga ketahanan pangan negara. Pelatihan ini adalah salah satu bukti konkretnya,” tuturnya.

Gus Jim menjelaskan pada Pelatihan ini, peserta tak hanya dilatih membuat pupuk organik. Tapi juga dilakukan pelatihan praktik pembuatan sampo, sabun mandi dan sabun cuci memanfaatkan tanaman porang.

“Selain itu diajarkan pula tips dan trik mendapatkan penghasilan sejuta sehari dari menjual komoditas pertanian. Dengan begitu, petani pasti kaya,” ucapnya.(arm)

Tags: ICMIKementanKolaborasipelatihan pertanian Geo Ekonomi Hijau

Berita Terkait.

trisakti
Nasional

IKA Trisakti Jadi Wadah Bersama, Maman Dorong Alumni Perkuat Kebersamaan

Minggu, 20 September 2026 - 11:11
pmdg
Nasional

Beri 2 Karya Istimewa ke Prabowo, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Ungkap Makna di Baliknya

Minggu, 20 September 2026 - 10:10
Abdul Mu'ti
Nasional

Revitalisasi 2026: Sekolah Terdampak Bencana hingga Wilayah 3T Jadi Prioritas

Minggu, 20 September 2026 - 09:09
dpd
Nasional

DPD Tawarkan Realokasi Rp45,22 Triliun untuk Perkuat Dana Daerah

Minggu, 20 September 2026 - 08:49
iklim
Nasional

7 Rekomendasi Penting untuk Penyempurnaan Regulasi Perubahan Iklim

Sabtu, 19 September 2026 - 23:23
IKA Trisakti
Nasional

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

Sabtu, 19 September 2026 - 22:02

OLAHRAGA

persib
Olahraga

Persijap vs Persib: Maung Bandung Bidik Revans, Laskar Kalinyamat Siap Tunjukkan Karakter

Editor Ali Rachman
Minggu, 20 September 2026 - 12:38

INDOPOSCO.ID – Persib Bandung datang ke Jepara dengan membawa pekerjaan yang belum tuntas. Pangeran Biru akan menghadapi Persijap Jepara pada...

SelengkapnyaDetails
pss

Dewa United vs PSS: Banten Warriors Kantongi Bekal Pramusim dan Filosofi Permainan

Minggu, 20 September 2026 - 11:21
borneo

Borneo FC vs Bali United: Pesut Etam Dituntut Bangkit

Minggu, 20 September 2026 - 10:30
sumaya

Mental Juara Bawa Indonesia ke Final Teqball, Sumaya: Kami Datang untuk Mencari Emas

Sabtu, 19 September 2026 - 16:06
bultang

Tembus Final, Pentathlon-Teqball Bidik Emas Pertama Indonesia di Asian Games

Sabtu, 19 September 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5532 shares
    Share 2213 Tweet 1383
  • Minus Uilliam Barros, Persib Dipastikan Siap Tempur di Kandang FC Seoul

    1666 shares
    Share 666 Tweet 417
  • Dilema Revitalisasi Sekolah di Lebak: Terima Bantuan, Kepala Sekolah Malah Tertekan

    1243 shares
    Share 497 Tweet 311
  • Ekonom Sebut Pencopotan Purbaya Hanya Berdampak Sesaat terhadap Rupiah

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.