• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Potensi Resesi Dunia

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 29 Mei 2022 - 23:21
in Nasional
Indonesia Pavilion

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri kegiatan dialog bersama yang digelar oleh Tri Hita Karana sebagai salah satu kegiatan Road to G20 pada Selasa (24/5/2022), di Davos, Swiss. ANTARA/HO-Humas ekon.go.id/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pandemi Covid-19 belum usai, namun berbagai risiko global pun sudah banyak bermunculan mulai dari konflik Rusia dan Ukraina, melonjaknya harga komoditas, ancaman inflasi, hingga pengetatan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) dan berbagai negara di dunia.

Dengan berbagai kekhawatiran tersebut, pertumbuhan global tampaknya akan melambat tajam tahun ini, yang juga memicu kekhawatiran resesi.

BacaJuga:

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Untuk ekonomi global secara keseluruhan, risiko resesi pada tahun 2022 memang masih tampak terbatas.

Pembukaan kembali ekonomi, simpanan yang tinggi, permintaan, dan pasar tenaga kerja yang ketat berpotensi untuk mendukung pertumbuhan global tahun ini di tengah kebijakan moneter yang lebih ketat dan melonjaknya harga komoditas.

Baca Juga : Minyak Menguat Karena Risiko Pasokan Kalahkan Kekhawatiran Ekonomi

Namun, untuk tahun 2023, risiko ekonomi dunia mengalami resesi meningkat. Kenaikan suku bunga tahun ini kemungkinan akan dirasakan lebih pada tahun 2023 dan efek dari pembukaan kembali juga kemungkinan akan memudar pada tahun depan.

Bank Sentral AS, The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) pada bulan Juni dan Juli setelah 50 bps awal pada bulan Mei menjadi 0,75 persen sampai satu persen.

Otoritas moneter Negeri Paman Sam juga kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga hingga mencapai 2,75 persen sampai tiga persen pada awal tahun depan, sehingga kenaikan suku bunga Fed ini berpotensi membatasi pertumbuhan pada tahun 2023.

Selain menaikkan suku bunga acuan, The Fed juga merencanakan normalisasi neraca atau balance sheet dengan pengurangan 47,5 miliar dolar AS per bulan mulai Juni 2022 dan pengurangan 90 miliar dolar AS per bulan mulai September 2022.

Langkah pengetatan kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi tingkat inflasi yang terus mengalami kenaikan. Inflasi yang terlalu tinggi dikhawatirkan akan mendorong ekonomi melambat atau justru masuk ke era stagflasi.

Tak hanya Fed, Bank Sentral Inggris atau Bank Of England (BoE) kemungkinan akan terus menaikkan suku bunga pada bulan Mei dan seterusnya, baik pada bulan Juni atau Agustus sebesar 25 bps sampai suku bunga bank mencapai setidaknya 1,25 persen.

Bank Sentral Eropa (ECB) juga kemungkinan akan mengajukan kenaikan suku bunga tahun ini mengingat inflasi zona Eropa berada pada rekor tertinggi.

ECB diperkirakan mengakhiri pelonggaran kuantitatif selama musim panas dan mulai menaikkan suku bunga deposito dari minus 0,50 persen dengan peningkatan 25 bps setiap tiga bulan dari Juli.

Sebaliknya, Bank of Singapore memperkirakan Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mempertahankan suku bunga depositonya tidak berubah pada minus 0,1 persen karena inflasi yang tak termasuk biaya makanan dan energi tetap jauh di bawah target dua persen di Jepang.

Sementara Bank Sentral China (PBOC) diperkirakan menahan diri dari kenaikan suku bunga karena pertumbuhan Tiongkok menderita akibat lockdown yang ketat.

Di tengah tekanan ekonomi global yang menantang, fundamental Indonesia semakin membaik, salah satunya terlihat dari aktivitas manufaktur yang masih berekspansi pada bulan April ke level 51,9, dari sebelumnya 51,3.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal I-2022 juga bertumbuh 5,01 persen, lebih baik dari estimasi. Sementara di bulan April, terjadi inflasi sebesar 3,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Aktivitas ekonomi di Tanah Air terlihat semakin pulih seiring dengan Covid-19 yang terkendali dan kekebalan imunitas yang meningkat.

Tangguhnya ekonomi RI juga tercermin dari Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap terjaga, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal. Kinerja NPI pada triwulan I-2022 yang tetap terjaga didukung oleh surplus transaksi berjalan yang berlanjut, serta defisit transaksi modal dan finansial yang membaik dibandingkan triwulan sebelumnya.

Surplus transaksi berjalan pada triwulan I-2022 mencapai 200 juta dolar AS atau 0,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap kuat seiring dengan harga ekspor komoditas global yang masih tinggi.

Pada April 2022, neraca perdagangan kembali mencatat surplus, yakni 7,6 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya sebesar 4,5 miliar dolar AS dan merupakan yang tertinggi dalam sejarah.

Adapun posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2022 tercatat sebesar 135,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Dari pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 2,22 persen ke level 7.728 di bulan April. Penguatan tak terlepas dari derasnya aliran dana investor asing yang mencapai sekitar 2,78 miliar dolar AS.

Dengan perkembangan tersebut, investor terlihat masih optimistis akan prospek perekonomian domestik.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun mengalami kenaikan selama bulan April, yakni dari awal bulan di level 6,728 persen ke 6.986 persen.

Kenaikan tersebut mengikuti imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang menyentuh level tertinggi di kisaran 3,1 persen, seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed.

Walaupun potensi kenaikan lanjutan dari imbal hasil berisiko memicu aliran modal asing dari pasar obligasi Indonesia, namun kepemilikan asing saat ini sudah cukup rendah di bawah 20 persen yang bisa menopang stabilitas pasar keuangan domestik dari goncangan ekonomi global.

Sementara itu, mata uang rupiah melemah 0,83 persen sepanjang bulan lalu dan ditutup pada level Rp14.482 per dolar AS di akhir bulan. Pelemahan mata uang Garuda diperkirakan akan berlanjut di tengah penguatan dolar AS akibat kebijakan moneter The Fed.

Bank OCBC NISP memperkirakan kurs Garuda akan berada di kisaran Rp14.408 per dolar AS hingga akhir tahun seperti dikutip Antara, Minggu (29/5/2022).

Di sisi lain, BI akan terus mencermati perkembangan dan memastikan berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Meski berbagai risiko menekan ekonomi dunia, perekonomian Indonesia nyatanya mampu bertahan dengan cukup baik sejauh ini berkat seluruh upaya baik dari pemangku kebijakan, pelaku usaha, dan pihak lainnya, yang meningkatkan optimisme masyarakat.

Kuatnya koordinasi saat ini diharapkan bisa dipertahankan agar Indonesia tak mudah terguncang kekhawatiran resesi yang meningkat di global.(mg1)

Tags: ekonomiInflasipandemi covid-19

Berita Terkait.

dalu
Nasional

Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyusunan Anggaran 2027 Harus Terukur dan Berdampak bagi Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 - 04:04
icar
Nasional

Menapaki Perjalanan Baru, iCAR V23 Kini Telah Dimiliki 1.000 Konsumen

Selasa, 29 September 2026 - 03:13
ispa
Nasional

ISPA Anak Meningkat, DPR: Respons Karhutla Harus Bergeser ke Pelindungan Kesehatan

Selasa, 29 September 2026 - 00:30
dagri
Nasional

Penanganan Disabilitas Butuh Kerja Sama Lintas Sektor

Senin, 28 September 2026 - 23:23
tomsi
Nasional

Sekjen Kemendagri Tekankan Kepemimpinan Adaptif di Tengah Era Disrupsi

Senin, 28 September 2026 - 20:02
bing
Nasional

Museum Bing Slamet Diresmikan, Warisan Maestro Harus Hidup di Generasi Baru

Senin, 28 September 2026 - 18:08

OLAHRAGA

puan
Olahraga

Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

Editor Dilianto
Senin, 28 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kontingen Indonesia terus menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk emas dari lifter Rahmat Erwin. Ketua DPR...

SelengkapnyaDetails
campus

Campus League The Nationals Badminton Season 1, Expedition Jadi Official Timekeeper

Senin, 28 September 2026 - 15:45
Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Jumlah Penonton Indonesia vs Malaysia Diprediksi Melonjak, Joey Pelupessy Antusias

Senin, 28 September 2026 - 12:53
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Jelang Lawan Malaysia di GBK, John Herdman Usung Misi “Melindungi Tanah Air”

Senin, 28 September 2026 - 12:00
Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Erick Thohir Pantau Latihan Garuda, John Herdman Ungkap Antusiasme Jelang Lawan Malaysia

Senin, 28 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3905 shares
    Share 1562 Tweet 976
  • Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    1921 shares
    Share 768 Tweet 480
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1113 shares
    Share 445 Tweet 278
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.