Ekonomi

Minyak Menguat Karena Risiko Pasokan Kalahkan Kekhawatiran Ekonomi

INDOPOSCO.ID – Harga minyak sedikit lebih tinggi pada penutupan perdagangan Jumat (20/5) atau Sabtu (21/5) pagi WIB, karena rencana larangan Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan pelonggaran penguncian Covid-19 di China melawan kekhawatiran bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi akan merugikan permintaan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 51 sen atau 0,5 persen, menjadi menetap di USD112,55 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Juni naik USD1,02 atau 0,9 persen, menjadi ditutup di USD113,23 per barel pada hari terakhirnya kontrak bulan depan.

WTI mencatat kenaikan mingguan keempat berturut-turut, yang terakhir terjadi pada pertengahan Februari. Brent naik sekitar 1,0 persen minggu ini setelah jatuh sekitar 1,0 persen minggu lalu.

Kontrak WTI yang lebih aktif diperdagangkan untuk Juli naik sekitar 0,4 persen menjadi berakhir di USD110,28 per barel.

“Risiko tetap berayun ke sisi positif…mengingat pembukaan kembali China dan upaya lanjutan menuju embargo minyak Rusia oleh Uni Eropa,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, Sabtu (21/5/2022), seperti dikutip Antara.

Di China, Shanghai tidak memberi sinyal perubahan apa pun pada rencana berakhirnya penguncian seluruh kota yang berkepanjangan pada 1 Juni, meskipun kota itu mengumumkan kasus Covid-19 baru pertamanya di luar area karantina dalam lima hari.

Pasar energi memperkirakan pencabutan beberapa pembatasan virus corona di Shanghai akan meningkatkan permintaan energi. China adalah importir minyak mentah utama dunia.

Uni Eropa berharap untuk mencapai kesepakatan tentang larangan impor minyak mentah Rusia yang mencakup pemotongan untuk negara-negara anggota yang paling bergantung pada minyak Rusia, seperti Hongaria.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button