• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tersangka Investasi Bodong di Kalteng Terancam 10 Tahun Penjara

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 8 April 2022 - 06:36
in Nusantara
investasi

Direktur Reskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto (kiri) menjelaskan terkait kasus investasi bodong yang dilakukan pasangan suami istri hingga mengakibatkan para korbannya mencapai puluhan miliar, dilaksanakan di Mapolda setempat, Palangka Raya, Kamis (7/4/2022). ANTARA/Adi Wibowo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Tengah menetapkan pasangan suami istri bernama PJN (60) dan BC (42) sebagai tersangka atas kasus investasi bodong dengan ancaman 10 tahun penjara.

Direktur Reskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Bonny Djianto saat jumpa pers di Palangka Raya, Kamis, mengatakan bahwa dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 105 terkait melakukan penipuan dengan menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang.

BacaJuga:

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

“Kemudian Pasal 106 tentang melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan, undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan/atau tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp10 miliar,” kata Bonny.

Modus operandi yang dilakukan pasutri yang menikah pada 2018 itu, menggunakan tiga platform yang sama sekali tidak ada izinnya. Platform tersebut yakni Treat Doge Profit (TDP), Kemudian Quantum dan Crito Vibe. Dari tiga platform tersebut korbannya yang ikut investasi bodong itu mencapai 293 orang dengan total kerugian Rp25-30 miliar.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pemilik Investasi Bodong di Pohuwatu

“Dari 293 orang itu, 95 diantaranya sudah melaporkan perkara tersebut ke Polda Kalteng,” kata Bonny.

Dirkrimsus Polda Kalteng menduga, uang yang masuk dalam investasi bodong pasutri yang tercatat sebagai warga Jalan Mercurius Timur, Tangerang, Banten tersebut mencapai Rp125 miliar. Sebab, sampai sekarang ini masih banyak korban belum melaporkan investasi bodong tersebut.

Dia mengatakan, untuk cara merayu para member-nya, pasutri ini menjanjikan keuntungan yang cukup menggiurkan. Misalnya saja di platform TDP, keuntungan profitnya sebesar 20 persen, quantum atau dengan cara pembelian coin RVD profitnya 1,1 persen, dan criptovibe atau pembelian token dijanjikan reward pre-sale 25 sampai dengan 100 persen.

“Namun setelah para korbannya bergabung ke investasi tersebut dan sempat berjalan beberapa bulan, setelah itu mengalami kemacetan,” beber Bonny.

Penyidik juga menyita beberapa aset milik tersangka yakni seperti satu unit mobil Honda Brio warna merah, satu unit sepeda motor, laptop, handphone, ATM dan Print out rekening koran, dua SHM tanah dan rumah yang berada di Kota Palangka Raya serta dua SKT tanah yang juga ada di kota setempat.

“Rencananya penyidik juga akan menelusuri aset-aset tersangka untuk penyitaan, serta menerapkan undang-undang tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap kasus investasi bodong tersebut,” katanya.

Berdasarkan pantauan, tersangka dalam jumpa pers juga dihadirkan oleh penyidik. Dari awal pers rilis sampai yang bersangkutan kembali dibawa ke Rumah Tahanan Mapolda setempat, keduanya hanya bisa tertunduk dan menyesali perbuatannya. (bro)

Tags: Investasi Bodongkalimantan tengahkaltengpenjaraTersangka Investasi Bodong

Berita Terkait.

Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55
Rokok-Ilegal
Nusantara

Periksa Dua Truk, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:07
BC-Aceh
Nusantara

Bea Cukai Banda Aceh Gagalkan Peredaran 356 Ribu Batang Rokok Ilegal, Modus Lewat Jasa Titipan

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:26
BC-Belawan
Nusantara

Bea Cukai Belawan Gagalkan Ekspor Arang Bakau Ilegal Senilai Rp1,14 Miliar, Limpahkan ke Kementerian Kehutanan

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:35

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1494 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.