• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonom Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 4 April 2022 - 06:36
in Ekonomi
pertamina

Petugas SPBU di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan menekan angka untuk pembelian BBM jenis Pertamax, Minggu (3/4/2022). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ekonom dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin SE, MSI, Pg.D mengatakan pemerintah harus dapat menjaga daya beli masyarakat guna menghindari kehilangan momentum pemulihan ekonomi yang tumbuh positif sejak tahun 2021.

“Menjaga daya beli masyarakat saat ini sangat penting agar pemulihan ekonomi dapat terjadi sesuai harapan, sehingga bisnis dan industri kembali berjalan serta terjadi pembukaan lapangan kerja,” kata dia di Banjarmasin, Minggu (3/4/2022).

BacaJuga:

Syntegra Luncurkan AI Business Operating System, Kelola Bisnis Cukup Lewat Percakapan

PHM Ukir Prestasi di Ajang Energi Subroto 2026, Kepatuhan Jadi Sorotan

Spirit Ta’awun, Menkop Ajak ICMI Wujudkan Koperasi Kemandirian Umat & Ekonomi Kerakyatan

Muttaqin menyebut 53 persen lebih perekonomian nasional ditopang oleh konsumsi masyarakat, sehingga jika penguatan daya beli melambat karena faktor kenaikan harga-harga sembako dan harga bahan bakar minyak (BBM), maka itu menjadi pukulan bagi masyarakat, sehingga kondisi inilah yang harus diwaspadai dan diantisipasi pemerintah.

Untuk dapat mengembalikan konsumsi masyarakat seperti keadaan sebelum pandemi, kata dia, pertumbuhannya mesti diangkat dari 2 persen pada tahun 2021 ke atas 5 persen.

Baca Juga: Pemerintah Didorong Agar Tetapkan Pertalite Sebagai BBM Penugasan

Untuk itu, ujar dia, sangat penting bagi pemerintah menjaga stabilitas harga komoditi bahan pokok dan BBM pada tingkat yang terjangkau, mengatur tata niaga pasar yang bermasalah seperti struktur pasar minyak goreng yang dikuasai kartel, serta menjaga kelancaran distribusinya dari persoalan teknis hingga masalah penimbunan.

Muttaqin memaparkan langkah penting lainnya yang perlu dilakukan pemerintah menyiapkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk rumah tangga dan usaha mikro dan kecil (UMK) sebagaimana pada masa pandemi.

Program tersebut perlu dipersiapkan mengingat situasi global dalam ketidakpastian, melambungnya harga minyak dan gas, serta turunnya pasokan gandum sehingga dunia terancam inflasi. Hal ini dapat menempatkan perekonomian global tahun 2022 lebih buruk dari kondisi 2021.

“Adapun untuk komoditas yang harganya dikontrol oleh pemerintah melalui Pertamina, kita berharap pemerintah jangan menaikkan harga BBM jika negara masih mampu menanggung biaya subsidi,” kata ekonom jebolan Universitas Birmingham Inggris itu seperti dikutip Antara, Minggu (3/4/2022).

Muttaqin mengatakan kini kemampuan pengelola negara diuji, apakah mengambil langkah mudah dengan begitu saja menaikkan harga BBM mengikuti perkembangan harga pasar dunia dengan konsekuensi ancaman inflasi, turunnya daya beli masyarakat, bertambahnya penduduk miskin dan naiknya biaya produksi.

Ataukah mengambil pilihan menjaga tingkat harga BBM agar inflasi terkendali dan daya beli masyarakat terjaga, serta pemulihan ekonomi masih dapat berjalan, namun konsekuensinya defisit APBN akan semakin besar.

Diketahui memasuki bulan Ramadhan ini masyarakat tidak hanya menghadapi persoalan kelangkaan dan naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, tetapi juga naiknya harga BBM. Mulai 1 April 2022 Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp9.000 sampai Rp9.400 menjadi Rp12.500 sampai Rp13.000 per liter.

Penyebab kenaikan harga Pertamax tersebut adalah melonjaknya harga minyak mentah di pasar global. Akibatnya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga meningkat lebih dari 50 persen dari akhir tahun 2021 hingga Maret 2022.

Muttaqin menyatakan harga berbagai jenis BBM di Indonesia ke depannya juga berpotensi dinaikkan kembali. Hal ini karena tren harga minyak mentah di pasar dunia cenderung mengalami peningkatan didorong pemulihan ekonomi global dan eskalasi perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak Februari 2022. (mg1)

Tags: Daya Beli MasyarakatekonomMasyarakatpemerintah

Berita Terkait.

syntegra
Ekonomi

Syntegra Luncurkan AI Business Operating System, Kelola Bisnis Cukup Lewat Percakapan

Minggu, 1 November 2026 - 16:52
Penghargaan
Ekonomi

PHM Ukir Prestasi di Ajang Energi Subroto 2026, Kepatuhan Jadi Sorotan

Minggu, 1 November 2026 - 12:04
Ferry
Ekonomi

Spirit Ta’awun, Menkop Ajak ICMI Wujudkan Koperasi Kemandirian Umat & Ekonomi Kerakyatan

Minggu, 1 November 2026 - 11:25
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Kian Meluas, BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Papua Selatan
Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1302 shares
    Share 521 Tweet 326
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1008 shares
    Share 403 Tweet 252
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.