• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kementan Alokasikan 500 Hektar Tanah untuk Budidaya Tanaman Sehat

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 27 Maret 2022 - 01:01
in Nusantara
kementan

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, DR M. Takdir Mulyadi berfoto bersama dalam kegiatan kunjungan kerja di Ampah, Kabupaten Barito Timur, Kalteng, Jumat (25/3/2022). ANTARA/Bayu Ilmiawan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Pertanian Republik Indonesia mengalokasikan 500 hektare lahan untuk budi daya tanaman sehat (BTS) di Kelurahan Ampah Kecamatan Dusun Tengah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah.

“Penerapan prinsif PHT itu dengan melakukan pengendalian dan penyuburan tanah menggunakan komponen-komponen pupuk hayati serta pembenahan tanah,” kata Direktur perlindungan tanaman pangan Kementerian Pertanian M. Takdir Mulyadi saat melakukan kunjungan ke lahan pertanian di Ampah, Sabtu.

BacaJuga:

Miliki Reputasi Kampus Dunia, Begini Pesan Ketua DPD RI saat Kunjungi UGM

Peringati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa Gencarkan Skrining dan Dukungan Nutrisi Pasien

Dominasi Gresik! Saifuddin-Erman Taklukkan Wakil Makassar di Final Turnamen Domino

Takdir mengatakan budi daya tanaman sehat ini, adalah penerapan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT). Termasuk juga penggunaan varietas unggul yang tahan hama penyakit tertentu serta penggunaan pestisida biologi dan pestisida nabati.

Dikatakannya, program ini tidak hanya sebatas pada penerima manfaat saja pada saat ini, tetapi program itu bisa langsung diteruskan berkesinambungan.

Baca Juga: Kementan Lakukan Peningkatan Tanam Jagung di Jeneponto

“Kita berharap kepada penyuluh pertanian dan UPT Dinas Pertanian kabupaten bisa meneruskan program ini ke depannya untuk membudidayakan tanaman sehat dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” pintanya.

Selain mengalokasikan lahan untuk budi daya tanaman sehat, pihaknya juga dalam kunjungannya ini melaksanakan sosialisasi dalam rangka penggunaan agen setia hayati berbahan ramah lingkungan dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman atau hama penyakit pengganggu tanaman.

Menurut dia, dalam pengendalian hama penyakit melalui kegiatan itu menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan yang bisa dibuat sendiri oleh para petani.

“Kita memberdayakan petani untuk membuatnya sendiri seperti yang dilakukan para petani di Kelurahan Ampah ini yang menggunakan akar tuba dalam pengendalian hama putih palsu dan hama tungro,” terang Takdir Mulyadi.

Ia menjelaskan, pengendalian hama dengan metode itu merupakan hal yang sangat bagus dan pihaknya akan terus mengembangkannya melalui Program Pemberdayaan Petani Pemasyarakatan PHT (P4).

Dalam program tersebut, para petani diberdayakan membuat bahannya sendiri dari lokasi-lokasi yang spesifik dilokasi itu sendiri yang diaplikasikan kepada kelompok tani sendiri.

“Ini merupakan upaya bagus guna menekan biaya produksi dan juga kondisi lahan sehat. Kemudian produknya sehat serta petani tidak terpapar pestisida yang berasal dari bahan kimia, sehingga kita memperoleh pertanian berkelanjutan yang sehat dan dapat diwariskan kepada anak cucu kita di masa mendatang,” jelasnya.

Melalui program tersebut, hasil pertanian sehat dan produksi pertanian juga akan meningkat, sehingga kesejahteraan para petani juga akan terus mengalami peningkatan.

Takdir Mulyadi menambahkan, pihaknya akan berupaya membuat regulasi jaminan mutu terhadap produk yang dihasilkan para petani tersebut agar bisa berkualitas dan produk yang dihasilkan para petani itu akan diawasi serta dikawal melalui laboratorium serta BPTPH provinsi.

“Dengan demikian lanjut dia, penerima manfaat akan lebih efektif dalam penggunaannya,” ucap Takdir Mulyadi.

Kepala Seksi Layanan Teknis pada Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) provinsi Kalimantan Tengah, Vinolia Tantri menyampaikan, penggunaan bahan alami ini guna menciptakan pangan yang sehat, dan ramah lingkungan.

“Sejak 2020 lalu, kita dialokasikan untuk membudidayakan tanaman pangan yang sehat di Kalimantan Tengah ini dan kita menyosialisasikan untuk penggunaan bahan alami dan ramah di lingkungan dalam mewujudkan pangan yang sehat,” jelasnya.

Tahun 2022 ini, Kalimantan Tengah dialokasikan budi daya pangan sehat sebesar 700 hektare yang terdiri dari Barito Timur 500 hektare dan Kabupaten Kapuas sebanyak 200 hektare dan diharapkan bisa panen pada periode April dan September 2022 ini.

Salah seorang petani, Bunadi mengucapkan terima kasih atas program yang dilaksanakan ini, karena melalui kegiatan budidaya tanaman sehat ini hasil produksinya meningkat dari sebelumnya.

“Kita mengharapkan kepada dinas terkait di kabupaten dapat melanjutkan program BTS ini,” ucapnya.

Sementara General Manager (GM) PT Prima Agro Tech wilayah Kalimantan, Handri Bukit mengatakan, pihaknya sangat mendukung program BTS yang sedang digalakkan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian tersebut.

“Produk-produk yang digunakan dalam program tersebut merupakan komponen-komponen yang ramah lingkungan mulai dari pupuk hayati, pembenah tanah sampai pestisida biologi,” ucapnya.

Selaku perusahaan pelopor pupuk, pestisida biologi di Indonesia ini sangat mendukung pertanian yang ramah lingkungan, karena bahan yang terdapat dalam produk-produk yang diproduksi pihaknya itu berbasis mikroba yang baik dan pelindung bagi tanaman.

“Program BTS ini sesuai dengan visi misi PT Prima Agro Tech yang menciptakan produk ramah lingkungan dan hasil produksi pertanian aman dikonsumsi masyarakat,” demikian Handri Bukit. (bro)

Tags: Alokasikan 500 Hektar TanahBudidaya Tanaman SehatKementanKementerian PertanianTanaman Sehat

Berita Terkait.

Miliki Reputasi Kampus Dunia, Begini Pesan Ketua DPD RI saat Kunjungi UGM
Nusantara

Miliki Reputasi Kampus Dunia, Begini Pesan Ketua DPD RI saat Kunjungi UGM

Selasa, 21 April 2026 - 23:39
Edukasi
Nusantara

Peringati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa Gencarkan Skrining dan Dukungan Nutrisi Pasien

Selasa, 21 April 2026 - 15:25
SDT
Nusantara

Dominasi Gresik! Saifuddin-Erman Taklukkan Wakil Makassar di Final Turnamen Domino

Selasa, 21 April 2026 - 14:24
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Tegal Sita 1,1 Juta Batang Rokok Ilegal dari Paket Ekspedisi, Modus Disamarkan

Selasa, 21 April 2026 - 14:04
Penindakan
Nusantara

Bea Cukai Morowali Tindak 57 Ribu Rokok Ilegal, Sanksi Administratif Jadi Prioritas

Selasa, 21 April 2026 - 13:43
bc2
Nusantara

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan 26 Juta Batang Rokok Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 13:03

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1264 shares
    Share 506 Tweet 316
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    876 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    732 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.