INDOPOSCO.ID – Memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sumatera Selatan melaksanakan rangkaian kegiatan berupa edukasi kesehatan, skrining Tuberkulosis (TBC), serta penyaluran paket nutrisi bagi pasien.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat, deteksi dini kasus TBC, serta dukungan berkelanjutan terhadap proses pengobatan pasien. Edukasi dan skrining TBC dilaksanakan di Gedung Serba Guna Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 73 orang (17/4/2026).
Edukasi kesehatan disampaikan oleh dokter dari Puskesmas Tanjung Agung yang memberikan pemahaman terkait pencegahan, penularan, serta pentingnya pengobatan TBC secara tuntas. Adapun kegiatan skrining dilakukan oleh tim LKC Dompet Dhuafa Sumatera Selatan yang berkolaborasi dengan tim Puskesmas Tanjung Agung serta kader posyandu guna menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.
Sebagai bentuk intervensi lanjutan, LKC Dompet Dhuafa juga melaksanakan penyaluran paket nutrisi melalui kunjungan langsung (home visit) ke rumah pasien TBC. Pada bulan ini, sebanyak 8 pasien menerima manfaat dari program tersebut.
“Dalam setiap kunjungan, tim melakukan pemantauan kondisi kesehatan pasien melalui pemeriksaan kartu obat, penimbangan berat badan, serta pengecekan kadar hemoglobin (Hb). Selain itu, tim juga memberikan edukasi terkait pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat secara teratur serta menekankan peran keluarga dalam memberikan dukungan moral dan pendampingan selama proses pengobatan,” jelas Tri Hartati selaku Kepala LKC Dompet Dhuafa Sumsel.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap TBC, memperkuat upaya deteksi dini, serta mendorong keberhasilan pengobatan pasien melalui dukungan nutrisi dan keterlibatan keluarga secara optimal. Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen LKC Dompet Dhuafa dalam mendukung penanggulangan TBC demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat, deteksi dini kasus TBC, serta dukungan berkelanjutan terhadap proses pengobatan pasien,” ujar Tri Hartati. (adv)










