• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rubel Rusia Merosot Lagi 8,0 Persen Minggu Ini

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 12 Maret 2022 - 09:34
in Ekonomi
dolar

Foto Dokumen: Uang kertas Rubel Rusia dan Dolar AS terlihat dalam ilustrasi yang diambil, 24 Februari 2022. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Rubel Rusia naik tipis terhadap dolar dalam perdagangan di dalam dan luar negeri pada Jumat (Sabtu pagi WIB), tetapi mengakhiri minggu ketiga dengan kerugian besar, dengan bank sentral sekarang semakin membatasi akses ke mata uang asing.

Rubel telah kehilangan sepertiga nilainya di bursa Moskow sejak Rusia menginvasi Ukraina bulan lalu, karena ekonomi lokal melemah di bawah tekanan sanksi yang diberlakukan di seluruh dunia sebagai pembalasan atas invasi tersebut.

BacaJuga:

Dorong Usaha Perempuan Makin Tumbuh, Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen

Tak Sekadar Bersihkan Lahan, Pemulihan TTM WK Rokan Juga Bawa Efek Berganda

Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan Ukraina telah mencapai “titik balik strategis” dalam konflik dengan Rusia, tetapi pasukan Rusia membombardir kota-kota di seluruh negeri dalam apa yang disebut Moskow sebagai “operasi militer khusus”, dan tampaknya berkumpul kembali untuk kemungkinan serangan di ibu kota Kiev.

Pada Jumat (11/3 2022) Presiden AS Joe Biden bergabung dengan sekutu untuk menyerang Moskow dalam perdagangan dan menutup dana pembangunan, dan mengumumkan larangan impor makanan laut, vodka, dan berlian Rusia.

Rubel ditutup 3,7 persen lebih kuat untuk hari ini terhadap dolar di 114,2525 di bursa Moskow, sedangkan untuk minggu ini, turun 8,1 persen, setelah kehilangan lebih dari 32 persen nilainya selama tiga minggu terakhir.

Tawaran luar negeri ditunjukkan pada 125,50/140 di Refinitiv dan tawaran 135,00 terhadap dolar di EBS.

Mata uang rubel telah jatuh sebanyak 39 persen tahun ini di Moskow, sementara tawaran luar negeri telah melihat penurunan yang lebih besar, sejauh ini merupakan mata uang dengan kinerja terburuk di dunia tahun ini. Spread bid/ask yang lebar menunjukkan betapa tidak likuidnya perdagangan saat ini.

Goldman Sachs menaikkan perkiraan inflasi Rusia akhir tahun menjadi 20 persen dari 17 persen sebagian karena depresiasi lebih lanjut dari rubel.

“Ini bukan pasar murni jadi melihat perkiraan, sulit untuk mengetahui level sebenarnya,” kata Ahli Strategi Mata Uang Rabobank, Jane Foley. “Prospek (untuk rubel) sepenuhnya tergantung pada apakah ada tempat untuk produksi dan energi Rusia lagi (dalam ekonomi global).” seperti dikutip Antara, Sabtu (12/3/2022).

Terhadap euro, rubel naik lebih dari 3,0 persen pada Jumat (11/3/2022) menjadi 121,03 di Moskow setelah mencapai rekor terendah intraday di 132.4175 pada Kamis (10/3/2022). Rubel turun 1,7 persen untuk minggu ini dan 28 persen selama tiga minggu.

Perdagangan di pasar ekuitas sebagian besar tetap ditutup pada Jumat (11/3/2022) atas perintah bank sentral.

Surat kabar bisnis Rusia Vedomosti melaporkan, mengutip sumber, bahwa bank sentral dan Bursa Moskow berpikir untuk memulai kembali perdagangan sekuritas lokal minggu depan secara bertahap. Poin utama diskusi adalah bagaimana memulai perdagangan dengan cara yang akan menghindari harga jatuh, sumber tersebut mengatakan kepada Vedomosti.

Pada Kamis (10/3/2022) bank sentral memperkenalkan pembatasan akses perusahaan lokal ke uang tunai mata uang asing selama enam bulan ke depan, setelah sebelumnya membatasi akses warga ke uang tunai mata uang keras.

Dari 10 Maret hingga 10 September, perusahaan dan pengusaha lokal yang menginginkan uang tunai dolar AS, yen Jepang, pound Inggris, dan euro hanya dapat menerima hingga senilai 5.000 dolar AS, dan hanya untuk membayar perjalanan kerja ke luar negeri.

Ekonomi Rusia menghadapi krisis paling parah sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991, setelah Barat memberlakukan sanksi berat terhadap hampir seluruh sistem keuangan dan perusahaan Rusia.

Rusia juga akan membayar 117 juta dolar AS untuk dua kupon obligasi dolar eksternal pada Rabu (16/3/2022). Meskipun memiliki masa tenggang 30 hari untuk melakukan pembayaran, tidak melakukannya minggu depan akan membuatnya semakin dekat dengan default eksternal utama pertama dalam sekitar satu abad. (mg2)

Tags: dolarRubel RusiaRusia

Berita Terkait.

maman
Ekonomi

Dorong Usaha Perempuan Makin Tumbuh, Bunga Mekaar Turun Jadi 8 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:02
Tak Sekadar Bersihkan Lahan, Pemulihan TTM WK Rokan Juga Bawa Efek Berganda
Ekonomi

Tak Sekadar Bersihkan Lahan, Pemulihan TTM WK Rokan Juga Bawa Efek Berganda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:02
Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin
Ekonomi

Menkop Resmikan Pabrik CPO KUD Sejahtera di Musi Banyuasin

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:04
Sidang Tahunan Makin Dekat, Gladi Bersih dan Rekayasa Lalu Lintas Dimatangkan
Ekonomi

Bea Cukai Dorong Pemberdayaan UMKM melalui Klinik Ekspor dan Business Matching

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:55
Pertamina NRE dan METI Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan di Sulawesi Utara
Ekonomi

Pertamina NRE dan METI Perkuat Kolaborasi Energi Terbarukan di Sulawesi Utara

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:35
Maruarar
Ekonomi

Bakal Dihadiri Prabowo, Menteri PKP Matangkan Persiapan Danantara Housing Expo

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:42

BERITA POPULER

  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2211 shares
    Share 884 Tweet 553
  • Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1151 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2466 shares
    Share 986 Tweet 617
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.