• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Presiden Cuma Ada Waktu Dua Tahun Kembangkan SDM Sebelum Bonus Demografi

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 11 Maret 2022 - 15:00
in Headline
Presiden Jokowi

Tangkapan layar Presiden Joko Widodo saat memberi pengarahan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (11/3/2022). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo menyatakan Indonesia hanya memiliki waktu sekitar dua tahun saja untuk mengakselerasi perkembangan sumber daya manusia (SDM) demi mengoptimalkan bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030-2035.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalis ke-46 Universitas Sebelas Maret di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat.

BacaJuga:

House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

DPR RI Ingatkan Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Berdampak terhadap Masyarakat

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

“Saya membayangkan kita ini punya waktu urusan SDM untuk mengejar itu hanya punya waktu dua tahun,” kata Presiden dalam acara yang disiarkan langsung di kanal YouTube resmi UNS tersebut, seperti dikutip Antara, Jumat (11/3/2022).

Baca juga : Presiden Jokowi Lepas Ekspor Mobil Perdana ke Australia

Menurut Presiden dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang begitu cepat harus diikuti program pendidikan yang dinamis, cepat dan riset yang berkesesuaian dengan tantangan zaman.

Dalam waktu dua tahun tersebut, segenap institusi pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk berani melakukan perubahan.

“Kita berani berubah ndak dalam dua tahun ini? Kalau ndak, nanti di dalam bonus demografi 2030-2035 habis kita kalau kita enggak cepat berubah,” kata Presiden.

“Saya sudah berhitung, berkalkulasi dengan para menteri kita, kita hanya punya kesempatan berubah dua tahun ini, karena muncul bonus demografinya di 2030-2035,” ujarnya menambahkan.

Di antara perubahan yang memerlukan akselerasi tersebut, Presiden menyebut SDM digital atau digital talent sebagai salah satu aspek yang patut diperhatikan.

Antara lain di dalamnya mencakup kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan (cloud computing), digital design, digital marketing dan block chain.

Oleh karena itu Presiden menyampaikan dukungannya atas salah satu kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim yakni Kampus Merdeka.

Menurut Presiden, program Kampus Merdeka bisa menjadi salah satu pemicu perubahan-perubahan yang dibutuhkan dalam akselerasi perkembangan SDM guna mengoptimalkan bonus demografi tersebut.

“Saya senang mahasiswa sekarang bisa belajar di industri satu semester. Artinya apa? Industri menjadi bagian dari universitas. Ada matching fund yang dibiayai oleh kementerian, ada target 10 ribu praktisi dari industri ditarik ke kampus. Ini nanti akan men-trigger perubahan-perubahan itu,” kata Kepala Negara.

Selain memberi pengarahan, Presiden juga menyempatkan diri meresmikan UNS Tower Gedung Ki Hadjar Dewantara.

Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-46, UNS juga menyampaikan penghargaan Parasamsya Anugraha Dharma Bhakti Upa Baksana kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atas kontribusinya dalam kebijakan fiskal yang berkeadilan di tengah pandemi Covid-19.(mg2)

Tags: Pengembanganpresiden joko widodoSDM

Berita Terkait.

Pertamina
Headline

House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

Senin, 20 April 2026 - 08:36
Pengisian-BBM
Headline

DPR RI Ingatkan Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Berdampak terhadap Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 08:36
siswa belajar
Headline

Kendala Teknis Pelaksanaan TKA, DPR RI: Harus Jadi Evaluasi Pemerintah

Minggu, 19 April 2026 - 16:42
Sapu-sapu
Headline

Mass Burial of Live Pleco Fish Draws Criticism, MUI: Violates Islamic Principles

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Ikan-Sapu-sapu
Headline

Penguburan Massal Ikan Sapu-sapu Hidup-hidup, MUI: Salahi Prinsip Islam

Minggu, 19 April 2026 - 14:21
Prabowo
Headline

Reshuffle di Tangan Prabowo, Pengamat Soroti Meritokrasi Pejabat

Minggu, 19 April 2026 - 10:27

BERITA POPULER

  • Prabowo

    Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    841 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    771 shares
    Share 308 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.