• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Bangunan Candi di Situs Srigading Miliki Ciri Khas Jawa Tengah

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 7 Maret 2022 - 21:25
in Nusantara
cagar

Seorang anggota tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur membersihkan material tanah pada area pondasi bangunan candi yang ada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (7/3/2022). (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menyatakan bahwa bangunan candi pada situs Srigading yang ada di Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memiliki ciri khas bangunan bergaya Jawa Tengah.

Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho di Kabupaten Malang, Senin mengatakan bahwa hingga pelaksanaan ekskavasi tahap ketiga, bukti-bukti yang ditemukan pada situs tersebut memperkuat dugaan bahwa candi itu memiliki ciri khas bangunan gaya Jawa Tengah.

BacaJuga:

Bea Cukai Ternate Amankan 64.000 Batang Rokok Ilegal di Pulau Obi, Halmahera Selatan

Layanan Pertanahan Makin Cepat, BPN Banten Bidik Balik Nama 10 Hari Kerja

Layanan Pertanahan Makin Terukur, BPN Kabupaten Tangerang Terapkan FIFO

“Sampai di sini, dari tahap ketiga ini, semakin memperkuat bahwa candi di situs Srigading memang sesuai dengan hipotesis, bergaya Jawa Tengahan atau Mataram Kuno,” kata Wicaksono.

Wicaksono menjelaskan, selama proses ekskavasi yang dilakukan sejak awal Februari 2022, temuan-temuan yang ada pada situs yang terletak di tengah perkebunan tebu itu memperkuat dugaan bahwa bangunan candi itu berasal dari era Mataram Kuno atau abad ke-10.

Menurutnya, bukti-bukti yang ditemukan berupa batu bata yang memiliki ukuran panjang 35-38 centimeter, lebar 22-25 centimeter dan ketebalan 10-12 centimeter, lebih besar dari ukuran batu bata yang ditemukan pada situs Trowulan yang dibangun pada era Majapahit.

“Ini memperkuat dugaan kita, bahwa batu bata pada situs Srigading berasal dari abad ke-10 Masehi. Berbeda dengan batu bata yang berasal dari era Majapahit,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan ciri khas arsitektur bangunan, candi pada situs Srigading memiliki profil pondasi persegi empat dengan ukuran 10×10 meter yang ditampakkan menonjol di sekeliling bangunan.

Di atas profil kaki bangunan tersebut, menurutnya, berbentuk half moon atau sisi genta yang menonjol dan merupakan penanda atau ciri khas dari bangunan bergaya Jawa Tengah atau era Mataram Kuno.

“Ada profil kaki yang berbentuk half moon atau sisi genta yang menandakan ini ciri dari gaya Jawa Tengahan atau Mataram Kuno,” tambahnya seperti dikutip Antara, Senin (7/3/2022).

Selain itu, hipotesis itu juga diperkuat dengan adanya temuan sejumlah arca seperti arca penjaga candi, Mahakala dan Nandiswara serta arca Agastya pada situs tersebut. Arca-arca tersebut, meskipun kondisinya rapuh, namun memiliki keunikan yakni berkilau jika terkena sinar.

“Data lain yang menunjukkan gaya Mataram Kuno, adalah relief. Fragmen relief yang kita temukan menggambarkan bas relief, tidak seperti gaya Jawa Timuran,” ujarnya.

Saat ini tengah dilakukan ekskavasi tahap ketiga situs Srigading yang berfokus pada penggalian bagian “sumuran” atau tengah candi, melakukan pembersihan sisi utara candi, menampakkan halaman asli situs dan melakukan pendokumentasian candi termasuk hasil temuan.

Situs Srigading pada awalnya dikenal dengan sebutan Cegumuk oleh warga sekitar, yang berarti sebuah gundukan. Situs tersebut ditemukan kurang lebih pada tahun 1985 dengan yoni dan sejumlah arca yang berada di atas gundukan tersebut. (mg1)

Tags: CandiCiri KhasJawa TengahSitus Srigading

Berita Terkait.

Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Ternate Amankan 64.000 Batang Rokok Ilegal di Pulau Obi, Halmahera Selatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:47
Pelayanan
Nusantara

Layanan Pertanahan Makin Cepat, BPN Banten Bidik Balik Nama 10 Hari Kerja

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:06
Pelayanan-Pertanahan
Nusantara

Layanan Pertanahan Makin Terukur, BPN Kabupaten Tangerang Terapkan FIFO

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:45
Pemeriksaan
Nusantara

Bea Cukai Ngurah Rai Temukan 1 Kg Hasis dalam Koper Penumpang dari Thailand

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:25
BMMN
Nusantara

Bea Cukai Sumbawa Musnahkan Barang Kena Cukai Ilegal Senilai Rp827 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:44
Latihan
Nusantara

Srikandi PLN Nusantara Power Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Perempuan di Koto Panjang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:04

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3707 shares
    Share 1483 Tweet 927
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.