INDOPOSCO.ID – Srikandi PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat peran perempuan dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana melalui program Perempuan Tangguh Bencana di kawasan PLTA Koto Panjang, Desa Merangin, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Kegiatan yang digelar pada Selasa (28/7/2026) tersebut mengusung tema “Bersama Perempuan, Wujudkan Masyarakat Tangguh dan Siap Menghadapi Bencana” dan diikuti 50 perempuan yang terdiri atas Srikandi PLN NP Unit Pembangkitan (UP) Pekanbaru serta masyarakat Desa Merangin.
Pelatihan mencakup edukasi kebencanaan melalui talkshow serta praktik pemadaman kebakaran. Materi dan praktik diberikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar bersama Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Keamanan (K4) PLN NP UP Pekanbaru.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah mengatakan, perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesiapsiagaan mulai dari tingkat keluarga hingga komunitas.
“Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun mulai dari keluarga dan komunitas. Perempuan memiliki peran strategis karena dapat menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya. Melalui program Perempuan Tangguh Bencana, PLN Nusantara Power ingin memperkuat pengetahuan dan keterampilan perempuan agar mampu menjadi bagian dari solusi ketika bencana terjadi,” ujarnya.
Menurutnya, kontribusi PLN Nusantara Power tidak hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan ketika bencana terjadi. Perusahaan juga berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu lebih mandiri dan sigap menghadapi kondisi darurat.
Kepala Satuan Corporate Legal PLN Nusantara Power sekaligus Srikandi PLN NP Helen Magdalena mengatakan, program Perempuan Tangguh Bencana menjadi bentuk kepedulian Srikandi PLN NP untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Program Perempuan Tangguh Bencana merupakan wujud nyata kepedulian Srikandi PLN Nusantara Power untuk hadir di tengah masyarakat. Wilayah sekitar Koto Panjang memiliki potensi bencana yang perlu diantisipasi, sehingga program ini sangat relevan,” katanya.
Helen berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menghadapi situasi darurat.
“Kami berharap para peserta memiliki bekal untuk menyelamatkan diri, membantu keluarga, dan turut mendukung masyarakat ketika bencana terjadi,” lanjutnya.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Srikandi Movement 2026, program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Srikandi PLN dengan fokus pada peningkatan kualitas kehidupan melalui edukasi, pemberdayaan, serta kontribusi sosial dan lingkungan.
Melalui program ini, perempuan didorong tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai penggerak sekaligus champion kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing.
Selain meningkatkan kapasitas masyarakat, PLN NP UP Pekanbaru juga menyerahkan bantuan CSR kepada BPBD Kabupaten Kampar untuk memperkuat penanganan bencana, khususnya banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bantuan tersebut berupa perahu evakuasi lengkap dengan mesin tempel, life vest, helm, tenda darurat, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya.
Manager PLN NP UP Pekanbaru Arif Wicaksono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di Kabupaten Kampar.
“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung penanganan banjir, karhutla maupun kondisi kedaruratan lainnya. Kami juga ingin kolaborasi dengan masyarakat terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas, tidak hanya melalui bantuan sarana dan prasarana,” katanya.
Dukungan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kampar. Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah menilai kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan. Menurutnya, bantuan dari PLN Nusantara Power akan membantu memperkuat operasional BPBD, terutama dalam menghadapi potensi banjir dan karhutla.
“Dengan keterbatasan yang ada, bantuan ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi kami. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat segera dilakukan penanganan sehingga kebakaran tidak meluas,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, PLN Nusantara Power terus mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih peduli, tanggap, dan siap menghadapi bencana. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan komunitas di sekitar wilayah operasionalnya.(rmn)























