• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ini Dampak Perang Rusia-Ukrania Terhadap Ekonomi Indonesia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 6 Maret 2022 - 03:33
in Ekonomi
adithya

Pengamat ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono PhD. Foto : Dok pribadi Adhitya Wardhono

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono PhD memaparkan imbas perang Rusia-Ukraina terhadap perekonomian di Indonesia. Ini karena apa pun ketegangan kedua negara itu akan merugikan perekonomian global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi global akan melandai apabila upaya damai kedua negara tidak segera terjadi,” katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/3/2022).

BacaJuga:

Bea Cukai Dukung Ekspor Koper dari Jepara melalui Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Geopolitik Global Makin Tak Pasti, PLN Tegaskan Peran Strategis LNG bagi Ketahanan Energi Indonesia

BTN Kembali Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Menteri PKP Beri Apresiasi di Hadapan Presiden

Menurutnya dampak konflik Rusia ke Ukraina dan sanksi Uni Eropa ke Rusia dapat terjadi melalui beberapa transmisi di antaranya lonjakan harga komoditas, lonjakan harga energi, dan supply chain shock.

“Kombinasi dari ketiga hal itu akan berdampak bagi perekonomian global termasuk Indonesia yang saat ini masih mengalami dampak dari adanya pandemi COVID-19,” tuturnya.

Baca Juga: Ledakan Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan Tewaskan 58 Orang

Sektor perdagangan internasional akan mengalami koreksi meski nilai dagang Indonesia dan Rusia sebenarnya di posisi positif awal tahun 2022 berbanding tahun lalu.

Adhitya mengatakan yang perlu diperhatikan dari konflik Rusia dan Ukraina itu adalah kemungkinan inflasi global karena kenyataan itu akan terjadi mengingat sasaran pertama dari konflik adalah terhambat-nya rantai pasok global, sehingga mengganggu pemulihan ekonomi global yang tengah terjadi saat ini.

“Dengan begitu pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi nyata. Selebihnya akan mengakibatkan melandai-nya konsumsi dan investasi global yang disebabkan terganggunya arus barang dan jasa internasional, sehingga sektor ekspor impor mengalami performasi yang menurun,” jelasnya dilansir Antara.

Ia menjelaskan hubungan Rusia dengan Indonesia bersifat nostalgic, sehingga dampak langsung adanya invasi Rusia ke Ukraina lebih ke arah sektor perdagangan, meskipun Rusia-Ukraina bukan mitra dagang utama Indonesia.

“Konflik itu dapat berdampak pada bahan makanan yang diimpor oleh Indonesia dari Ukraina, terutama gandum, besi dan baja (23 persen), dan lainnya 2 persen,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, produsen mi, roti, dan tepung bergantung pada impor gandum dari Ukraina, sehingga perlu diversifikasi untuk komoditas tertentu, kemudian 56 persen dan 88 persen ekspor Indonesia ke Rusia dan Ukraina adalah minyak sawit mentah (CPO).

Sementara impor terbesar dari Rusia adalah besi dan baja dan dari Ukraina adalah gandum, sehingga tekanan di sisi pasokan gandum perlu menjadi perhatian bagi pasokan pangan domestik.

Ukraina adalah top supplier bagi gandum Indonesia karena lumbung gandum banyak berlokasi di daerah timur (Ukraina Timur) berdekatan dengan daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia.

Data dari APTINDO menggambarkan bahwa konsumsi terigu di Indonesia tumbuh 4,6 persen pada tahun 2021. Lonjakan konsumsi terigu domestik didorong oleh kembali hidupnya perekonomian dan perkembangan bisnis bakery, sehingga jika harga gandum naik, maka pelaku bisnis di sektor itu akan terkena dampak paling besar.

Dalam jangka pendek, lanjut dia, kenaikan harga batu bara dan kelapa sawit akan berdampak positif pada ekspor Indonesia, tetapi dalam jangka menengah adanya risiko ekonomi akan berdampak pada melemah-nya permintaan komoditas tersebut, sehingga investor dapat beralih ke safe-heaven assets karena volatilitas yang tinggi di pasar keuangan dan modal.

“Shock lain yang terjadi di global supply chain adalah Rusia merupakan pemasok utama Palladium global (40 persen ekspor global dari Rusia). Palladium adalah input untuk industri otomotif dan pembuatan chip, sehingga supply chain untuk industri itu akan terpengaruh,” ujarnya. (aro)

Tags: ekonomiindonesiaperangRusiaukraina

Berita Terkait.

BC-Jateng
Ekonomi

Bea Cukai Dukung Ekspor Koper dari Jepara melalui Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:06
WNTS
Ekonomi

Geopolitik Global Makin Tak Pasti, PLN Tegaskan Peran Strategis LNG bagi Ketahanan Energi Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:25
Nixon
Ekonomi

BTN Kembali Jadi Penyalur KPR FLPP Terbesar, Menteri PKP Beri Apresiasi di Hadapan Presiden

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:24
phi
Ekonomi

PHI Bukukan Produksi 621 MMSCFD Gas dan 59,3 Ribu Barel Minyak per Hari pada Semester I 2026

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:26
jfk
Ekonomi

Bukan Sekadar Jual Beli, Bursa Jadi Penentu Harga Komoditas Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:13
Penghargaan
Ekonomi

Pegadaian Raih Penghargaan Khusus di Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:23

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2108 shares
    Share 843 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1192 shares
    Share 477 Tweet 298
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.