• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

CISDI: Ubah Pola Penanganan Pandemi dengan Perspektif Keadilan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 28 Januari 2022 - 07:29
in Nasional
cisdi

Tangkapan layar Direktur Eksekutif CISDI Gatot Suarman Ilyas (kiri) dalam webinar Lokapala 3.0 bertajuk “Habis Gelap Terbitkah Terang?” yang diikuti di Jakarta, Kamis (27/1/2022) (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Share on FacebookShare on Twitter
INDOPOSCO.ID – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mendorong pemerintah untuk mengubah pola penanganan pandemi COVID-19 melalui perspektif keadilan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi dan kesehatan.

“Ketidakadilan (inequity) akses vaksin, masker, tes dan ketimpangan kapasitas lacak kasus membunuh banyak orang pada tahun 2021,” kata Direktur Eksekutif CISDI Gatot Suarman Ilyas dalam webinar Lokapala 3.0 bertajuk “Habis Gelap Terbitkah Terang?” yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Gatot menuturkan untuk dapat hidup berdampingan dengan COVID-19, pandemi harus dapat berubah status menjadi endemi dengan mempertahankan jumlah kasus infeksi serendah mungkin, tanpa memicu terjadinya peningkatan angka kematian.

BacaJuga:

Dana BOS Bisa Dipakai untuk TKA 2026, Sekolah Diminta Tak Salah Kelola

Sentuhan Kasih DWP Kemenkop: Berbagi Harapan Lewat Setetes Darah di HUT RI ke-81

Mutasi Besar Polri: Astamaops hingga Jajaran Kapolda Berganti

Namun setelah melakukan pengamatan, pihaknya memprediksi bahwa kemungkinan besar pandemi di Indonesia akan berada pada skenario Survival of the Fittest. Di mana keberhasilan mengendalikan COVID-19 akan terjadi dengan terbatas dan perlahan, namun menyisakan jurang ketimpangan yang cukup lebar.

Baca Juga: Kasus Konfirmasi Omicron di Indonesia Capai 1.988

Menurutnya, kasus baru bisa jadi merebak dalam kurun waktu tertentu di beberapa tempat dan endemi skala lokal akan terjadi di tempat dengan tingkat penularan tinggi.

Sebagai akibat kebijakan yang berpihak pada mereka yang telah punya kemampuan melindungi diri dari infeksi, sebagian kelompok populasi berhasil meneruskan hidup berdampingan dengan COVID-19.

Sementara, sebagian yang rentan dan membutuhkan keberpihakan kebijakan lebih besar, mungkin akan meninggal dunia atau terpaksa hidup dengan ancaman dan konsekuensi kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Guna mencegah terjadinya ketimpangan yang terulang di tahun 2022, pihaknya memberikan tujuh rekomendasi yakni pemerintah perlu membenahi kerangka regulasi dan tata kelola dengan mengatasi tumpeng tindih regulasi, menguatkan koordinasi antar daerah dan membuka ruang keterlibatan unsur-non pemerintah agar kesalahan pemikiran tak lagi terulang.

Kedua, perlu menempatkan pengendalian COVID-19 ke mekanisme pelayanan dan pembiayaan yang tidak terpisah dari sistem kesehatan. Sebab, fasilitas seperti puskesmas menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan juga melakukan testing dan tracing.

Ia turut merekomendasikan pemerintah untuk menyediakan akses tes COVID-19 yang mudah dijangkau oleh masyarakat agar dapat cepat memutus rantai penularan berbagai varian baru serta mutasi yang akan muncul.

“Kemudian perkuat kapasitas produksi dan distribusi vaksin. Perjelas strategi pencapaian target vaksin hingga 70 hingga 80 persen dosis lengkap, percepat jangkauan vaksinasi pada masyarakat rentan dan siapkan tata kelola untuk penyediaan dosis ketiga secara gratis bagi seluruh masyarakat,” kata dia.

Pemerintah juga perlu menyediakan terapi oral untuk pasien COVID-19 dan menemukan kombinasi yang tepat dari intervensi berbasis kesehatan masyarakat. Mengingat kelelahan publik dan pelajaran dalam dua tahun terakhir, pemerintah bisa meningkatkan akses dan kepatuhan penggunaan masker standar respirator dengan menyediakan masker N95, FFP2 atau KN95 secara gratis.

Terakhir, berperan aktif sebagai negara yang percaya pada multilateralisme dan konsekuen mengadaptasi kesepakatan global dengan menyerukan negara berpegang pada posisi politis dan skenario pendanaan pandemi sesuai New International Treaty for Pandemic, yang dianggap relevan memutus rantai kesenjangan antara negara maju dan berkembang.

Gatot mengatakan bila Indonesia menjalankannya, skenario dapat berubah menjadi skenario terbaik yakni menang dari pandemi. Namun, pihaknya mengaku masih belum bisa melihat kemana arah keberpihakan pemerintah.

“Kami mempertanyakan satu hal, habis gelap terbitkah terang?,” kata dia. (bro)

Tags: CISDIcovid-19Perspektif KeadilanPola Penanganan Pandemi

Berita Terkait.

belajar
Nasional

Dana BOS Bisa Dipakai untuk TKA 2026, Sekolah Diminta Tak Salah Kelola

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:27
Pemeriksaan-Kesehatan
Nasional

Sentuhan Kasih DWP Kemenkop: Berbagi Harapan Lewat Setetes Darah di HUT RI ke-81

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05
Kapolri
Nasional

Mutasi Besar Polri: Astamaops hingga Jajaran Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:44
Awak-Kapal
Nasional

Terombang-ambing 13 Hari di Laut, Awak Kapal KM El Malika Ditemukan Selamat di Palau

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:04
KH-Yahya-Cholil-Staquf
Nasional

PBNU Demisioner, Gus Yahya Titip Harapan untuk Kepengurusan Berikutnya

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:23
KH-Miftachul-Akhyar
Nasional

Mufakat AHWA Tetapkan Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam NU

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:30

OLAHRAGA

timnas
Olahraga

Timnas Indonesia U-20 vs Malaysia: Garuda Muda Diminta Waspada

Editor Dilianto
Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47

INDOPOSCO.ID – Perjalanan Timnas Indonesia U-20 menuju Piala Asia U-20 2027 dimulai dari Laos. Malaysia U-20 menjadi lawan pertama yang...

SelengkapnyaDetails
John-Herdman

Tuntaskan Merdeka Run, John Herdman Tantang Adu Lari Skuad Garuda

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:45
Marquez

Klasemen MotoGP 2026 Makin Panas Usai Marc Marquez Menang di Aragon

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:01
GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

GTWCE-Endurance Cup: Mercedes-BMW Menggila di Nurburgring, Ferrari Siapkan Serangan Balik

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:31
Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Jay Idzes Tampil Penuh, 3 Sapuannya Warnai Kemenangan Perdana Sassuolo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:55

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.