• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

IHSG Terkoreksi Dipicu Antisipasi Pengetatan Moneter Bank Sentral AS

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 19 Januari 2022 - 18:23
in Ekonomi
Bursa Efek

Ilustrasi: Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta/wsj

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/1) sore ditutup terkoreksi, dipicu rencana pengetatan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

IHSG ditutup melemah 22,08 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.591,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,85 poin atau 0,09 persen ke posisi 943,97.

BacaJuga:

Ekspansi ke Pasar Global, Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terintegrasi di Aljazair dan Irak

Pegadaian dan Kadin Indonesia Kolaborasi Perluas Ekosistem Emas dan Akses Pembiayaan Dunia Usaha

Elnusa Racik Teknologi dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Eksplorasi Energi

“Indeks saham di Asia sore ini Rabu ditutup turun menyusul aksi jual, terutama pada saham sektor teknologi semalam di Wall Street serta lonjakan imbal hasil atau yield surat utang Pemerintah AS. Investor merasa khawatir terhadap inflasi dan mempersiapkan diri menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat di AS,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (19/1/2022), seperti dikutip Antara.

Pasar saham global mengalami volatilitas yang tinggi sejak awal tahun ini dipicu oleh sikap tegas hawkish The Fed, gangguan ekonomi dari varian Omicron, serta tekanan pada profitabilitas korporasi akibat lonjakan harga atau inflasi.

Imbal hasil obligasi memaksa investor untuk berpikir lagi mengenai valuasi dari berbagai jenis aset. Namun demikian investor masih memegang teguh harapan bahwa pemulihan ekonomi global masih berada di jalur yang benar seiring pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia dan surutnya rasa takut terhadap varian Omicron.

Baca Juga : IHSG Diperkirakan Datar di Tengah Pergerakan Bursa Global yang Beragam

Pertanyaan yang paling mengganggu investor adalah apakah The Fed perlu memperketat kebijakan moneter untuk menjinakkan inflasi atau apakah perlambatan pertumbuhan ekonomi akan memberi ruang bagi bank-bank sentral di dunia untuk memperketat kebijakan moneter tanpa pendekatan yang agresif.

Dari sisi makroeknomi, investor mencerna rilis data inflasi (CPI) Inggris yang naik 5,4 persen (yoy) pada Desember, tertinggi sejak Maret 1992 dan lebih tinggi dibandingkan inflasi November 5,1 persen (yoy).

Investor juga memberi perhatian khusus pada pertemuan kebijakan bank sentral Inggris (Bank Of England) pada 3 Februari yang akan datang untuk mengetahui apakah para pembuat kebijakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan setelah kenaikan sebesar 15 bps menjadi 0,25 persen pada Desember 2021 lalu.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor terkoreksi dengan sektor barang baku turun paling dalam

0,94 persen, diikuti sektor perindustrian dan sektor keuangan masing- masing turun 0,82 persen dan 0,7 persen.

Sedangkan empat sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 1,39 persen, diikuti sektor barang konsumen primer dan sektor properti real estat masing- masing naik 0,49 persen dan 0,09 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp157,87 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp143,16 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.337.342 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,25 miliar lembar saham senilai Rp12,07 triliun. Sebanyak 230 saham naik, 290 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 790,02 poin atau 2,8 persen ke 27.467,23, Indeks Hang Seng naik 15,07 poin atau 0,06 persen ke 24.127,85, dan Indeks Straits Times terkoreksi 3,9 atau 0,12 persen ke 3.283,94.(mg2)

Tags: bank sentral asbeiihsg

Berita Terkait.

Diskusi
Ekonomi

Ekspansi ke Pasar Global, Pertamina Drilling Siapkan Layanan Terintegrasi di Aljazair dan Irak

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:07
Pemberdayaan
Ekonomi

Pegadaian dan Kadin Indonesia Kolaborasi Perluas Ekosistem Emas dan Akses Pembiayaan Dunia Usaha

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:26
Perangkat
Ekonomi

Elnusa Racik Teknologi dan Inovasi untuk Menjawab Tantangan Eksplorasi Energi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:24
Perwira
Ekonomi

Pertamina EP Limau Terapkan Recompletion, Gas Sales Sumur L5A-309 Tembus Rekor 3,1 MMSCFD

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:02
epson
Ekonomi

Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20
jotun
Ekonomi

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Kalteng, Palangka Raya Makin Berwarna

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:30

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1166 shares
    Share 466 Tweet 292
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3708 shares
    Share 1483 Tweet 927
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    863 shares
    Share 345 Tweet 216
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.