• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Isu Sentral Penanganan Pandemi Covid-19 di ASEAN dan Korea

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:58
in Nusantara
KRI Special Workshop

Kegiatan 2022 KRI Special Workshop, yang mengangkat tema Sharing Knowledge and Experiences in Policy Implementation for National Development between Korea-ASEAN Countries

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aspek ekonomi-sosial, tingkat kolaborasi, dan digitalisasi menjadi isu sentral bagi tiap negara dalam upaya mitigasi serta daya adaptasi di masa pandemi Covid-19. Berbagai pembicara dalam kegiatan 2022 KRI Special Workshop memberikan pandangan mereka seputar isu sentral tersebut.

Menurut Korea Research Initiatives University of New South Wales Australia Mark Turner, berbagai kunci dalam menangani pandemi Covid-19 ini diantaranya adalah tingkat adaptabilitas dari pemerintah, komunikasi yang terkoordinasi, jelas dan konsisten, serta faktor kepemimpinan.

BacaJuga:

Ledakan Bom Pelajar MAN 3 Padang Dipastikan Bukan Terorisme

Sinergi Aparat Penegak Hukum Musnahkan Barang Bukti di Maros, Perkuat Perlindungan Masyarakat dari Barang Ilegal

Bea Cukai Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa melalui Kunjungan Edukatif di Kantor Tanjung Perak dan Juanda

“Praktik terbaik dari kepemimpinan di era Covid-19 ini adalah harus berbasis keahlian, mampu memobilisasi upaya kolektif, serta mampu beradaptasi. Pemimpin harus mampu membentuk kepercayaan publik,” terang Mark dalam acara yang mengangkat tema Sharing Knowledge and Experiences in Policy Implementation for National Development between Korea-ASEAN Countries.

Baca Juga : Indonesia Dorong Penyelesaian Pandemi Covid-19 Dalam Presidensi G20

Pada pembukaan Workshop, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Agus Pramusinto menekankan tantangan terberat pada reformasi birokrasi di Indonesia dalam upaya beradaptasi dengan pandemi Covid-19 yaitu lebih condong kepada permasalahan politik yang berdampak pada sinergisitas dan kolaborasi antar level pemerintah dan sektor.

“Banyak gubernur dan wali kota merasa tidak nyaman diawasi, terutama setelah pemilihan, banyak kepala daerah ingin berbalas budi kepada para pendukungnya serta sebaliknya, membalas dendam kepada siapapun yang mendukung lawan politiknya,” jelas dia.

Kondisi yang disampaikan oleh Agus diperkuat dengan apa yang diutarakan oleh Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Erwan Agus Purwanto. Ia menjelaskan, Indonesia masih mengalami berbagai masalah dan tantangan dalam melaksanakan reformasi birokrasi.

Baca Juga : Kasus Pertama Covid-19 di Krukut Telah Dipastikan Varian Omicron

“Terutama bagi pemerintah daerah, banyak faktor yang dipengaruhi dari kondisi ini, seperti kapasitas kepala daerah yang rendah, juga inkonsistensi komitmen dari pemerintah daerah dalam mengimplementasi reformasi birokrasi,” ungkapnya.

Sehingga kondisi mendasar ini menjadi tantangan besar bagi Indonesia untuk menciptakan birokrasi adaptif dan agile dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan, Indonesia mengalami berbagai tantangan yang menekan dalam menghadapi pandemi.

“Termasuk pada mendesain kebijakan yang baik dalam penanganan krisis, dan memastikan mulusnya implementasi dari kebijakan yang sudah diambil,” tekannya.

Menurutnya, pemerintah perlu mengadopsi kebijakan anggaran yang dinamis yang membolehkan pemerintah untuk mengalokasi sumber daya yang dibutuhkan.

“Dalam konteks jaminan sosial, validitas database serta kualitasnya merupakan hal yang krusial. Kolaborasi antar level pemerintahan dapat meminimalisasi ego sektoral, menghindari sumber daya yang sia-sia, serta meningkatkan respons yang koheren,” tutur Ateh.

Berikutnya, Senior Advisor to the BKL.IIc & Former Vide Minister Ministry of Finance Economy Korea Kyung Wook Hur menjelaskan kondisi yang terjadi di Korea, perkembangan ekonomi di Korea berfokus kepada tiga hal, yaitu pengembangan sumber daya manusia (SDM), kebijakan populasi, dan perkembangan teknologi.

“Pengembangan SDM merupakan bagian yang penting dari pengembangan ekonomi. Kebijakan populasi, seperti maksimalisasi mobilisasi bagi perempuan, anak muda, imigrasi, dan upah buruh, peningkatan kompetensi SDM, pertumbuhan yang inklusif serta penataan ulang jaring keamanan sosial. Pengembangan teknologi, seperti membangun klaster inovatif, rencana pengembangan teknologi dalam jangka lima tahunan, pendekatan yang komprehensif seperti pada aspek kreasi, proteksi, diseminasi/utilisasi, infrastruktur, dan pengukuran,” terangnya.

Pada sisi ekonomi, Associate Professor Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sekaligus Direktur Eksekutif Next Policy Fithra Faisal Hastiadi menyampaikan, sektor produk domestik bruto (PDB) kuartal dua di tahun 2021, semua sektor mengalami pertumbuhan yang positif dengan skala yang beragam. Tetapi bila dibandingkan dengan kuartal dua beberapa tahun kebelakang, hanya beberapa sektor yang mampu bertahan menghadapi pandemi, salah satunya adalah sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi. Sehingga upaya digitalisasi menjadi salah satu cara untuk dapat beradaptasi dengan Pandemi Covid-19.

“Digitalisasi bisnis saat ini sangat dimungkinkan, karena hal tersebut menyiratkan fokus pada modal ketimbang fokus pada tenaga kerja. Sedikit mempekerjakan tenaga kerja bagi sektor formal bisa mengarah kepada pertumbuhan sektor informal. Sekali lagi, universitas memiliki peranan penting dalam memasok pengetahuan akan hal ini,” ujarnya.

Terakhir, Sekretaris Eksekutif Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional (KPRBN) sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Eko Prasojo menyampaikan summary pada sesi diskusi panel. Ia mengatakan berbagai negara memiliki strateginya masing-masing dalam menangani pandemi. Kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi pemerintah merupakan kunci utama bagi semua negara.

“Tidak hanya pemerintahan yang adaptif, birokrasi juga perlu melaksanakan digitalisasi yang dinamis. Semua itu bergantung kepada kerja sama dari antar administrasi di pemerintahan demi terwujudnya penanganan pandemi yang baik bagi bangsa dan negara. Saya harap hal ini dapat meningkatkan pemahaman kita akan isu serta masalah utama dan perbaikan kedepannya tidak hanya pada sektor ekonomi, namun juga dalam sektor pemerintahan,” ungkapnya.

Kegiatan workshop ini dilakukan dengan beberapa sesi yaitu sesi opening, empat sesi presentasi, dan sesi diskusi panel. Turut hadir para pakar yang menjadi speaker dalam sesi diskusi diantaranya yaitu Executive Director Korea Research Initiatives University of New South Wales Australia Seung-Ho Kwon; School of Economics University of the Philippines Diliman Dante B. Canlas, Secretary General; Nasional Committee for Economic and Social Commission for Asia and the Pasific Royal Government of Cambodia Ribaun Korm; Co-chair CPPR Forum Adviformer President University of the Philippines Emerlinda R. Roman; dan Faculty of International Economics Diplomatic Academy of Vietnam, Ministry of Foreign Affairs Vietnam Trang Nguyen.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring selama dua hari Kamis-Jumat, 13-14 Januari 2022 ini terselenggara atas inisiatif kolaborasi antara Universitas Indonesia, Kementerian/Lembaga di Indonesia dan Lembaga Internasional yaitu, Komisi Aparatur Sipil Negara RI, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Asian Group for Public Administration, Korea Foundation–South Korea, dan Korea Research Initiatives, University of New South Wales, Australia. (yas)

Tags: ASEANKASNkoreapandemi covid-1

Berita Terkait.

padang
Nusantara

Ledakan Bom Pelajar MAN 3 Padang Dipastikan Bukan Terorisme

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58
bc4
Nusantara

Sinergi Aparat Penegak Hukum Musnahkan Barang Bukti di Maros, Perkuat Perlindungan Masyarakat dari Barang Ilegal

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:48
bcc
Nusantara

Bea Cukai Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa melalui Kunjungan Edukatif di Kantor Tanjung Perak dan Juanda

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:38
tmmd
Nusantara

Satgas TMMD Reguler Ke-129, Tancap Gas Kerjakan Jalan Rabat Beton Penghubung Bruno dan Kalibawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:28
sumur
Nusantara

Pengeboran Sumur Bor TMMD Reguler Ke-129 Dimulai, Bantu Atasi Krisis Air di Desa Watuduwur

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:18
bc3
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Aparat Bongkar Penyelundupan 2,6 Kilogram Ganja di Bandara Sentani, Jayapura

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12424 shares
    Share 4970 Tweet 3106
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2764 shares
    Share 1106 Tweet 691
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1273 shares
    Share 509 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1064 shares
    Share 426 Tweet 266
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.