• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Penelitian Kemenkes terhadap Vaksin Booster Hasilnya Seperti Ini

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 16 Januari 2022 - 16:31
in Nasional
Ririn

Senior Manager Strategic Delivery Unit Kementerian Kesehatan RI Ririn Ramadhany berbicara dalam Webinar Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries di Jakarta, Minggu (16/1/2021). Foto : Antara/Martha Herlinawati Simanjuntak

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Vaksin booster diyakini mampu meningkatkan titer antibodi untuk melawan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Ini berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Kami menemukan bahwa booster homolog dan heterolog berhasil meningkatkan titer antibodi, tidak ada reaksi merugikan yang signifikan baik booster homolog dan heterolog,” ujar Senior Manager Strategic Delivery Unit Kemenkes RI Ririn Ramadhany dalam Webinar ‘Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries’ di Jakarta, Minggu (16/1/2022).

BacaJuga:

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Dia menambahkan, tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi titer antibodi untuk antarkelompok usia walaupun memang cenderung lebih rendah di kalangan lanjut usia (lansia) atau mereka yang berusia di atas 60 tahun. Kelompok umur tersebut adalah 18-25 tahun, 26-40 tahun, 41-60 tahun, dan lebih dari 60 tahun.

“Tidak ada perbedaan yang signifikan dari segi titer antibodi antarkelompok usia walaupun memang cenderung lebih rendah di kalangan lansia atau mereka yang berusia di atas 60 tahun,” tandasnya.

Baca Juga : Ibu Hamil Tidak Divaksin Covid-19 Lebih Berisiko Komplikasi

Tapi, ia menekankan titer antibodi bukan menjadi satu-satunya yang menentukan tingkat perlindungan diri melawan Covid-19. “Titer antibodi di sini dalam hal ini tidak selalu secara serta merta mencerminkan imunitas tubuh manusia, ini hanyalah salah satu faktor saja,” ujarnya dikutip Antara.

Untuk booster homolog dengan vaksin Sinovac, Ririn mengatakan ada peningkatan titer antibodi terjadi satu bulan setelah penyuntikan, yang mana peningkatannya mencapai 7,8 kali dari segi titer antibodi.

Selain itu, tidak ada perbedaan yang signifikan untuk interval kurang dari ataupun lebih dari enam bulan antara suntikan kedua dengan booster.

Untuk vaksin heterolog dengan menggunakan vaksin Moderna, ada peningkatan yang signifikan dalam titer antibodi setelah mendapatkan booster dengan Moderna, dan antibodi tersebut meningkat 67 kali lipat dibandingkan dengan sebelum mendapatkan booster.

Dalam perbedaan interval kurang dari enam bulan dan lebih dari enam bulan antara suntikan vaksin kedua dengan booster, titer antibodi peserta meningkat signifikan untuk interval lebih dari enam bulan.

“Kami mengamati bahwa titer antibodi antarkelompok usia tidak mengalami perubahan yang signifikan untuk vaksin heterolog,” kata Ririn. (aro)

Tags: coronacovid19Omicronvaksinvaksinasi booster

Berita Terkait.

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Hardiknas 2026, Paskibra dari Daerah 3T dan Papua Warnai Semangat Pendidikan Bermutu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:44
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Maraknya Kasus Daycare, BSN Ingatkan Penerapan SNI Taman Asuh Ramah Anak

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:31
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

Tantangan Ketenagakerjaan Kompleks, DPR RI: May Day 2016 Momentum Perkuat Kolaborasi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:37
KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko
Nasional

KAI: Dalam 10 Tahun 2.220 Perlintasan Liar Ditutup, 1.089 Titik Masih Berpotensi Risiko

Sabtu, 2 Mei 2026 - 00:34
Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas
Nasional

Bersama Prabowo, KASBI Tanggapi Santai Aksi May Day di Monas

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:57
Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak
Nasional

Strategi Dua Kaki Prabowo di Hari Buruh: Merangkul Tanpa Memihak

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:03

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2558 shares
    Share 1023 Tweet 640
  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    2325 shares
    Share 930 Tweet 581
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1566 shares
    Share 626 Tweet 392
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.