INDOPOSCO.ID – Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado Donny Muksydayan Saragih, mengatakan nilai ekspor Sulawesi Utara hingga akhir tahun 2021 mencapai Rp5,2 triliun.
“Capaian tahun ini melebihi capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,8 triliun,” ujar Donni pada acara pelepasan komoditas ekspor pertanian Sulut di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, Antara, Jumat (31/12/2021)
Dari kenaikan volume ini, lanjutnya, juga diiringi dengan bertambahnya ragam komoditas pertanian ekspor sebanyak 36 jenis yang bila ditambahkan dengan tahun sebelumnya menjadi 51 jenis.
Baca Juga : Tiga Komoditas Ini Membuat Ekspor Pertanian Naik Tinggi
Dulu menurut Donni, komoditas ekspor hanya didominasi oleh produk olahan kelapa sawit dan pala, namun saat ini yang diekspor bervariatif.
“Sampai hari ini kita banyak mengekspor tanaman hortikultura, tanaman pangan serta produk turunan kelapa,” ujarnya.
Provinsi Sulut sebut dia, sudah mengekspor air kelapa ke Vietnam dan Singapura, begitu juga tanaman hias.
Baca Juga : Sebulan, Nilai Ekspor Pertanian Lampung Rp660 M
“Untuk ekspor tanaman hias ada 14 eksportir, itu ditujukan ke 16 negara. Salah satunya adalah bunga Alocasia yang sampai saat ini belum memiliki nama,” katanya.
Nama tanaman ini, menurut Donni, belum ada pengesahan dari LIPI dan sudah didaftarkan sebagai sumber daya genetik Sulawesi Utara.
“Kami akan terus mendorong eksportir milenial untuk mengisi peluang pasar ini,” katanya. (mg2)











