• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Karantina Untuk Mencegah Varian Omicron Menyebar di Masyarakat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 25 Desember 2021 - 18:39
in Nasional
omicron

Ilustrasi vaksin Covid-19 hadapi varian Omicron. Foto: Antara News/Shutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Fasilitas karantina telah disiapkan pemerintah untuk warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar. Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Alexander Ginting secara daring, Sabtu (25/12/2021).

Menurut dia, fasilitas karantina gratis tersebut diperuntukkan bagi pekerja migran Indonesia (PMI), mahasiswa/ pelajar Indonesia dan pejabat pemerintah yang pulang bertugas dari luar negeri.

BacaJuga:

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Baca Juga : Cegah Kemungkinan Terburuk Transmisi Lokal Omicron, Pemerintah Diminta Lakukan Ini

“Kalau untuk masyarakat sipil yang usai jalan-jalan dari luar negeri juga disiapkan fasilitas karantina di hotel, tentunya berbayar,” katanya.

Ia menjelaskan, fasilitas karantina di hotel tentunya memiliki fasilitas yang memadai. Dengan layanan dan infrastruktur berkelas bintang dua hingga bintang lima.

“Pemerintah sudah memberikan vaksin, layanan kesehatan bagi penderita Covid-19 secara gratis. Jadi kalau kemudian masyarakat sipil pulang jalan-jalan dari luar negeri, masa karantinanya masih minta gratis. Pemerintah kan sudah menyediakan fasilitas karantina di hotel, tentunya berbayar,” terangnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, karantina dilakukan karena pandemi Covid-19 belum usai. Bagi mereka yang datang dari negara dengan varian Omicron, maka wajib melakukan karantina selama 14 hari.

“Ini untuk apa? Untuk keselamatan semuanya. Kita harus ingat kejadian bulan 7, angka Covid-19 kita tinggi dengan angka kematian tinggi,” terangnya.

“Kemudian karantina berbayar itu bentuk kontribusi masyarakat kepada penanganan Covid-19,” imbuhnya.

Ia menambahkan, karantina bagi mereka dengan riwayat perjalanan dari luar negeri untuk menangkal virus Covid-19 varian Omicron menukar di masyarakat. Sehingga varian Omicron terhenti di pintu masuk bandara.

“Ini bukan soal mahal atau tidak mahal? Tapi karantina ini agar virus Covid-19 varian Omicron terhenti di pintu masuk bandara saja, tidak sampai menyebar di masyarakat,” ungkapnya. (nas)

Tags: coronacovid19karantinaOmicronpandemi

Berita Terkait.

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan
Nasional

Mendiktisaintek: Harus Ada Penguatan Transformasi Pendidikan Tinggi Berkelanjutan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:45
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Pesparawi 2026, Menag: Digelar Peduli Lingkungan dan Perkuat Persaudaraan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:34
Denny Malik Garap Musikal Nyi Mas Gandasari, Gaet Dewi Gita hingga Asri Welas
Nasional

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Resmi Dicopot

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:15
Sambut Liburan Sekolah, Hotel Osaka PIK2 Tawarkan Pengalaman Menginap Seru untuk Keluarga
Nasional

Mahasiswa dari 10 Negara Ikuti PIJAR 2026, UT Perkuat Kolaborasi Global

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31
Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual
Nasional

Habiburokhman: Kritik Dino Patti Djalal Kurang Konstruktif dan Minim Dasar Faktual

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:32
pulang haji
Nasional

Tak Perlu Antre Berjam-jam, Begini Alur Baru Pemulangan Jemaah Haji 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:15

BERITA POPULER

  • APTISI dan SURGE Bangun Jaringan Digital Nasional untuk Ribuan PTS

    Film “Pesta Babi” dan “Teman Tegar Maira”, DPD RI: Itu Suara Kesadaran tentang Papua

    3515 shares
    Share 1406 Tweet 879
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Malam Ini Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19: Langkah Awal Pertahankan Mahkota

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Dandhy Laksono Bongkar Sosok “Backing” di Balik Film Sexy Killers hingga Pesta Babi

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Hunian Rp500 Jutaan di Tengah Kota, BTN dan KAI Siapkan 5.400 Unit TOD

    1239 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.