• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pemerintah Diminta Siapkan Skenario Evakuasi dan Relokasi Kawasan Pesisir Rentan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 20 Desember 2021 - 15:13
in Nasional
Perubahan Iklim

Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dampak Perubahan Iklim semakin menampakkan resikonya yang dahsyat dengan pola anomali iklim, Perubahan cuaca ekstrem dan bencana ikim lainnya di banyak kawasan planet bumi dalam sepuluh tahun terakhir. Salah satu yang paling terasa adalah terjadi bencana banjir rob di beberapa kawasan pesisir Indonesia, seperti Jakarta dan Semarang juga beberapa kota lainnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di 23 daerah pada 18-22 Desember 2021. Banjir rob tersebut sedikit banyak diakibatkan oleh Daratan es di Kawasan kutub Utara atau Benua Antartika kembali mengalami Longsoran dengan volume yang signifikan akibat mengalami pencairan.

BacaJuga:

Tuai Penolakan! MUI Minta Negara Tak Lagi Diam, LGBT Harus Direhabilitasi

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Lapisan es utama Antartika kemungkinan besar akan pecah jauh lebih cepat dari perkiraan ilmuwan selama ini. Ini jadi temuan studi baru yang dirilis Science Advances pada Jumat (11/6/2021). Laporan penelitian yang dikutip NBC News menyebut, lapisan gletser di Pulau Pinus bisa runtuh lebih cepat karena perubahan iklim.

Baca Juga : Menkeu Serukan Pendanaan Berkelanjutan Atasi Perubahan Iklim

Menyikapi hak tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mendorong pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk aktif menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan strategi protektif terhadap kawasan kota pesisir Indonesia yang memiliki jumlah populasi tinggi.

“Perubahan Iklim tidak bisa kita bendung hentikan, permukaan air laut secara pasti terus meningkat. kita harus memiliki cara untuk bisa adaptif dan protektif dari dampak ektrem perubahan Iklim,” ungkap Sultan melalui keterangan resminya, Senin (20/12/2021).

Menurutnya, penting bagi pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam memproteksi Kawasan Pesisir, dengan pendekatan evakuasi dan relokasi masyarakat sekitar Kawasan rentan secara bertahap.

“Pemerintah melalui Bappenas dan kementerian terkait lainnya sudah saatnya mengembangkan skenario evakuasi dan relokasi masyarakat pesisir rentan ke kawasan pemukiman baru yang lebih ramah dan aman”, tegasnya.

Kita bisa merelokasi Ibukota negara, ujar mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu, sudah seharusnya kita memikirkan nasib jutaan masyarakat pesisir di masa depan. Mereka berhak hidup secara baik dan nyaman di kawasan pemukiman yang aman dari bencana.

“Oleh karena itu, kami selalu mendorong pemerintah dan lembaga legislatif untuk segera menyiapkan RUU perubahan Iklim. Sehingga rencana strategis relokasi penduduk pesisir memiliki dasar hukum yang kuat,” tutupnya.

Dalam studi yang dipublikasikan Jurnal Nature Climate Change pada pertengahan 2012 silam, Rahmstorf bersama peneliti dari Universitas Wageningen Belanda memasukan faktor-faktor tambahan dari Arktik. Studi menunjukkan, dikatakan Rahmdorf, berapa besar kemungkinan dampak peningkatan suhu yang relatif kecil pada peningkatan permukaan air laut.

Para ilmuwan memperhitungkan, bahkan jika pemanasan global dapat ditekan sampai 2 derajat Celcius – yang dicanangkan masyarakat internasional – permukaan laut global pada tahun 2300 rata-rata meningkat 1,5 sampai 4 meter dibandingkan sekarang.

Perkembangan yang demikian akan membawa dampak yang menghancurkan bagi daerah pesisir dunia dan kota-kota besar yang terletak di sekitarnya.(arm)

Tags: perubahan iklmsultan baktiar najamudinwakil ketua dpd ri

Berita Terkait.

LGBT
Nasional

Tuai Penolakan! MUI Minta Negara Tak Lagi Diam, LGBT Harus Direhabilitasi

Senin, 22 Juni 2026 - 09:10
Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa
Nasional

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:36
Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis
Nasional

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01
Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih
Nasional

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:31
Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Nasional

1.035 Prajurit Infanteri Resmi Sandang Baret Usai Ikuti Prosesi Pembaretan di Pantai Jangkar 

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:51
AI Makin Canggih, Menaker Ingatkan SDM Tak Cukup Jago Teknologi
Nasional

FFI 2026 Bergulir, Penguatan Ekosistem Perfilman Masih Jadi PR Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
Yamal
Olahraga

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 22 Juni 2026 - 08:39

INDOPOSCO.ID - Penyerang muda Timnas Spanyol Lamine Yamal mengatakan, skuadnya telah mendapatkan alur permainan yang diinginkan setelah berhasil melumat Arab...

SelengkapnyaDetails
Helio-Varela

Hasil Piala Dunia: Pertahanan Buruk Bikin Uruguay Gagal Menang Atas Tanjung Verde

Senin, 22 Juni 2026 - 07:55
Oyarzabal

Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Senin, 22 Juni 2026 - 07:45
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.