• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Macan Besar

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 13 November 2021 - 04:05
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kalau saja, kala itu, menuruti kemauan sang istri ia hanya jadi apa ya? Ia pilih cerai. Atau istrinya yang justru memilih cerai. Sekian banyak tahun kemudian bintang Xi Jinping sudah berada di atas langit. Xi Jinping pun terpilih menjadi Presiden Tiongkok.

Lalu terpilih lagi. Bahkan akan terpilih lagi untuk kali ketiga, tahun depan. Tanda-tandanya terlihat jelas dua hari lalu. Yakni di akhir sidang pleno central komite partai Komunis Tiongkok.

BacaJuga:

Serba Mirip

Hoax Bijaksana

Dokter Icha

Di forum itu ditetapkan: berkat kepemimpinan Xi Jinping Tiongkok punya capaian yang harus dicatat dalam sejarah 100 tahun partai komunis. Hanya pernah dua orang yang layak masuk sejarah 100 tahun itu: Mao Zedong dan Deng Xiaoping. Kini menjadi tiga: Xi Jinping.

Mao adalah pendiri partai komunis Tiongkok. Panggilan kebanggaannya: Ketua Mao.

Deng Xiaoping adalah peletak dasar pembangunan ekonomi Tiongkok. Yang hasilnya menjadi seperti sekarang.

Xi Jinping? Awalnya ia mengawini wanita Kanton: Ke Lingling (柯玲玲). Biasa juga dipanggil Ke Xiaoming (柯小明).

Lingling kelahiran Puning, satu kabupaten kecil di provinsi Guangdong. Puning sendiri berada di pelosok. Sudah lebih dekat ke Provinsi Fujian. Hanya sepelemparan batu dari Kota Shantou.

Perkawinan itu terjadi tahun 1979. Yakni tidak lama setelah Xi Jinping lulus kuliah. Di Tsinghua University Jinping mengambil jurusan tehnik kimia. Itu universitas terbaik di Tiongkok.

Rupanya Jinping mengenal Lingling di kampus itu. Mereka datang dari budaya yang sangat berbeda: Lingling suku Kanton di selatan. Zaman itu wilayah selatan, khususnya Guangdong, jauh lebih kuat ekonominya.

Jinping suku Shanxi di utara. Jauh lebih miskin dari Guangdong.

Ayah Lingling punya jabatan terhormat: duta besar Tiongkok di Inggris. Tiga tahun setelah perkawinan itu Lingling mengajak Jinping hidup di Inggris. Jinping tidak mau. Lingling ngotot. Mereka cerai: belum punya anak.

Setelah perceraian itu Jinping dapat pekerjaan: menjadi sekretaris pejabat daerah. Sang pejabat dulunya anak buah ayahnya.

Sejak sebelum mahasiswa Jinping ingin terjun ke politik. Ayahnya memang orang penting: termasuk pendiri partai. Ia melamar untuk menjadi anggota partai itu. Ditolak. Melamar lagi. Ditolak lagi. Di lamaran kelima barulah Jinping diterima.
Sampai sekarang masih begitu. Untuk menjadi anggota partai harus mendaftar. Lalu diseleksi. Setelah lulus pun harus mengikuti pendidikan partai. Pendidikan yang berjenjang.

Karir politik Jinping merambat dari bawah. Mula-mula menjadi wakil sekretaris partai tingkat kabupaten. Lalu merambat naik. Lewat kota Xiamen (Amoy) di Fujian. Ia jadi sekretaris partai di kota itu: lebih berkuasa dari walikotanya. Itu tahun 1987. Setelah lima tahun menduda.

Lalu Jinping jadi sekretaris partai tingkat provinsi: Fujian. Lebih berkuasa dari gubernur.

Tahun 1987 itulah Jinping mengawini Peng Liyuan –First Lady Tiongkok sekarang. Dia penyanyi paling terkemuka di Tiongkok. Kelahiran Shandong.
Peng Liyuan terkenal dengan lagu-lagu khusus: perjuangan dan cinta tanah air.
Dia sering menyanyi di acara-acara militer. Pakai baju militer. Saking hebatnya Peng Liyuan sampai mendapat pangkat Brigadir Jendral.

Pasangan ini punya anak satu. Wanita. Kuliah di Harvard, Boston, Amerika. Mestinya sudah agak lama tamat.

Di era kepresidenan Xi Jinping inilah Tiongkok mencapai tahap negara super power. Pun ketika dihambat dua tantangan besar: perang dagang dengan Amerika dan Covid-19.

Di era Jinping pula kemiskinan hilang di Tiongkok –tentu semua presiden, sejak Deng Xiaoping, punya andil di dalamnya.

Hongkong yang hampir lepas, juga berhasil dicegah: lewat keotoriterannya.

Selama di jabatannya, korupsi dihabisi habis-habisan. Sudah 1 juta pejabat yang ditindak terkait korupsi. Ia tidak peduli: macan di berangus, kutu dibungkus. Selama Xi Jinping jadi presiden istilah ”macan” dan ”kutu” memang populer. Semua takut ke macan yang lebih besar: Xi Jinping.

Dunia juga menghargai Jinping dari segi keseriusannya mengurangi polusi. Dulu langit Hongkong pun sampai kelabu: dapat kiriman polusi dari Guangdong. Kini langit Hongkong kembali biru.

Kalau pun ada yang belum tercapai di sana tinggallah satu: Taiwan belum berhasil kembali ke pangkuan ibu pertiwi.

Mungkin di periode ketiganya nanti.

Tanda-tanda Jinping akan menjabat kali ketiga mulai terlihat tahun 2018. Yakni saat parlemen di sana mencabut ketentuan lama: Presiden hanya bisa menjabat dua periode. Sejak itulah santer apa makna di balik pencabutan itu. Dua hari lalu makna itu menjadi jelas. Tapi resminya memang baru akan diputuskan dalam Kongres Partai Komunis tahun depan.

Itu kalau tidak ada kejadian dadakan. Siapa tahu semua macan dan kutu di sana mendadak berubah menjadi celeng. (Dahlan Iskan)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Serba Mirip

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:00
Kanan Dalam
Disway

Hoax Bijaksana

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:00
disway
Disway

Dokter Icha

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bawah Tanah

Senin, 29 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Ganti Dolar

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:00
disway
Disway

Bobotoh Kuning

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:00

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2167 shares
    Share 867 Tweet 542
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    851 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1647 shares
    Share 659 Tweet 412
  • Menteri Ekraf: Arsip Jadi Jejak Transformasi Ekonomi Kreatif Indonesia

    929 shares
    Share 372 Tweet 232
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
Messi
Olahraga

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Argentina menang susah payah dengan skor 3-2 saat menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar...

SelengkapnyaDetails
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
Ramos

Kroasia Gugur di 32 Besar, Zlatko Dalic Ngamuk Sebut Wasit Sangat Buruk

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:08
Pemain-Swiss

Hasil Piala Dunia: Swiss Hentikan Langkah Aljazair dengan Kemenangan Meyakinkan

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:05
Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Portugal Lolos Dramatis ke 16 Besar, Ramos: Saya Suka Momen Bertekanan Tinggi

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:02
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.