INDOPOSCO.ID – Ada cerita unik dari penunjukan Najmi Mumtaza Rabbany, saat jadi Sekretaris Wilayah (Sekwil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta.
Saat jadi narasumber di Podcast di NGACO (Ngobrol Ala Indoposco), pria yang kerap disapa Gus Najmi ini mengaku ditunjuk langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta, Abraham Lunggana atau Haji Lulung.
Pada saat itu, ada rapat di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP di Jakarta atas kembalinya H. Lulung ke partai yang berlogo Ka’bah. Saat dipercaya jadi Ketua PPP DKI, H. Lulung meminta syarat agar didampingi Najmi.
Baca Juga : Jabat Sekwil PPP DKI, Gus Najmi: Organisasi dan Ngumpul Itu DNA Saya
Suasana rapat pun sontak menjadi hening lantaran elit petinggi PPP kaget. Mengingat, Najmi masih muda dan baru berusia 24 tahun.
“Saat itu ada rapat, PPP menyambut positif Haji Lulung. Jadi kembali ke pangkuan Ka’bah dengan meminta Najmi mendampingi sebagai sekretaris wilayah. Sontak peserta rapim kaget. Iya pak Haji Lulung meminta (kepada Ketua Umum PPP),” katanya, Kamis (28/10/2021).
Hal itu diketahui karena diceritakan oleh ayahnya yakni Zainut Tauhid Sa’adi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP.
Baca Juga : Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Pemerintah Agar Serius Memperhatikan Keamanan Siber
Ia menceritakan, pada saat itu posisinya sedang di Yogyakarta dan lagi makan sate klatak. Dalam sambungan telepon, ayahnya menanyakan hubungan antara dirinya dengan Haji Lulung. Mengingat, Najmi merupakan salah satu tokoh pemuda di Jakarta.
“Saya posisinya di Jogja saat itu sedang makan sate klatak, tiba-tiba ditelpon sama ayah (Zainut). Kamu ada urusan apa sama Tanah Abang (Haji Lulung),” ucapnya menirukan perkataan ayahnya.
Ia menerangkan, dipilihnya menjadi Sekwil PPP DKI bukan atas permintaan dari ayahnya. Hal itu murni atas kepercayaan Ketua DPW PPP DKI terhadap kapasitasnya dalam politik.
“Untuk di DKI, justru ayah yang terkejut saya jadi,” terangnya.
Menurutnya, desas desus disiapkannya jabatan Sekwil oleh ayahnya merupakan hal yang tidak benar.
“Ini tuduhan yang ngaco. Saya sudah terbiasa dengan tuduhan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Najmi menyebutkan dirinya memang memiliki roh dan jiwa semangat PPP. Sebab sejak lahir pada 1997, ayahnya baru pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
“Untuk ber-PPP tidak perlu saya dipakai baju PPP. Orang udah tahu saya PPP, nama saya sendiri Najmi itu artinya bintang. 1997 saya lahir itu (simbol) logo PPP dari Ka’bah ke bintang. Ayah pertama kali jadi anggota dewan, saya lahir. Jadi ini ada pesan tersirat Najmi lahir dari PPP, selain harapannya menjadi sinar bagi masyarakat, bagi Bangsa,” tutupnya. (son)










