• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Dampak Negatif La Nina, BMKG Minta Pemda Siap Siaga Antisipasi Bencana Alam

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 31 Oktober 2021 - 17:40
in Headline
Hujan Angin Disertai Petir di Jabodetabek

Cuaca hujan disertai kilat. (Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengingatkan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak La Nina. Sebab, pemantauan indikator laut dan atmoster pada dasarian II Oktober 2021 menunjukkan, anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik ekuator yang memenuhi prasyarat La Nina.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, status terkini sejak September dasarian III, anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah telah melewati ambang batas La Nina. Dengan secara berturut-turut nilai anomali Dasarian III September -0.63, dasarian I Oktober -0.61, dan dasarian II Oktober -0.92.

BacaJuga:

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

“Prakiraan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) indeks bulan Oktober 2021 sebesar -0.83 menunjukkan ENSO dalam kondisi prasyarat La Nina Lemah,” katnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dikutip, Minggu (31/10/2021).

BMKG memprakirakan fenomena ENSO La Niña Lemah hingga Netral akan berlangsung hingga Maret, April, Mei 2022. Sebagian besar pusat layanan iklim lainnya memprakirakan kondisi ENSO La Niña Lemah hingga Moderate dan akan berlangsung hingga awal tahun 2022.

Namun berdasarkan pelajaran dari La Nina 2020/2021 Anomali CH November 2020, curah hujan meningkat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 70 persen.

Kemudian, pelajaran dari La Nina 2020/2021 Anomali CH Desember 2020, curah hujan meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia meskipun sebagian daerah lainnya justru curah hujan berkurang. Beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 70 persen.

Selanjutnya, pelajaran dari La Nina 2020/2021 Anomali CH Januari 2021 menunjukan, curah hujan meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia. Beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 70 persen.

Di sisi lain, pelajaran dari La Nina 2020/2021 Anomali CH Februari 2021, bahwa Curah hujan meningkat di bagian selatan wilayah Indonesia. Beberapa titik pengamatan menunjukkan peningkatan hingga lebih dari 70 persen.

“Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, dan Kalimantan bagian selatan konsisten menujukkan peningkatan sepanjang November, Desember, Januari dan Februari,” terangnya.

Dwikorita menjelaskan, ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Pemerintah Daerah diminta serius menanggapi peringatan dini La Nina yang dikeluarkan BMKG, guna meminimalisir dampak dan kerugian yang lebih besar. Pemerintah Daerah harus menyiapkan rencana aksi hadapi La Nina.

“Mohon kepada daerah untuk tidak menyepelekan peringatan dini La Nina ini. Jangan sampai melupakan upaya mitigasi dan fokus pada penanggulangan pasca kejadian. Mitigasi yang komprehensif akan bisa menekan jumlah kerugian dan korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi,” jelasnya.

Ia menyebut, statistik kebencanaan saat ini didominasi oleh peristiwa-peristiwa bencana yang terkait dengan cuaca atau iklim. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2020, kejadian bencana angin ribut atau puting beliung, banjir, longsor dan kekeringan mencapai 79 persen dan 83 persen dari total bencana yang tercatat.

Sehingga, kesiapsiagaan mutlak diperlukan atas jenis bencana ini karena frekuensi kejadiannya yang sangat dominan. Mengingat, sebagian dari bencana alam tersebut tidak bisa kita cegah, namun resiko kerugiannya dapat dikurangi melalui upaya yang massif, koordinasi yang efektif dan sinergi yang baik antar lembaga.

“Peringatan dini yang dikeluarkan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan jeda waktu yang bisa dimanfaatkan utnuk mempersiapkan segala sesuatunya, mengingat fenomena cuaca dan iklim bisa diprakirakan,” ungkapnya. (son)

Tags: Bencana AlamBMKGhujanLa Nina

Berita Terkait.

gempa
Headline

Update Gempa NTT: 75 Orang Meninggal Dunia, Korban Luka Tembus 907

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:32
bnpb
Headline

253 Ton Bantuan Sudah Bergerak, Pemerintah Percepat Distribusi ke NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:30
Kerusakan
Headline

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:42
Penceramah
Headline

Buron Kasus Kekerasan Seksual, Polri Upayakan Pemulangan Syekh Ahmad Al Misry dari Mesir

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:30
Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta
Headline

Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 22,3 Kg Emas Senilai Rp60 Miliar di Bandara Soetta

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:44
Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Headline

Gempa M6.1 Guncang Perairan Nias Selatan, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:56

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.