• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pengamat: Opsi Pembubaran Kementerian BUMN Butuh Kajian Mendalam

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 24 Oktober 2021 - 18:51
in Headline
kementerian bumn

Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Foto: Youtube/@KEMENTERIAN BUMN RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat ekonomi Bhima Yudhistira mengatakan, opsi untuk membubarkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap harus dibuka dan tentu butuh kajian mendalam.

Wacana pembubaran Kementerian BUMN mencuat ke permukaan ketika sejumlah perusahaan BUMN, terus disuntik dengan penyertaan modal negara (PMN) setiap tahun namun tetap saja merugi.

BacaJuga:

Sentil Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Ekonom Ingatkan Efek Domino ke Desa

Sikap Presiden Soal Pelemahan Rupiah, Timboel: Abaikan Dampak ke Buruh

Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Mungkin Ini Museum Buruh Pertama di Dunia

Menurut Bhima, harus diseleksi terlebih dahulu dan dipetakan mana BUMN yang selama ini harus head to head dengan swasta tapi dimanjakan pemerintah, dengan bumn yang memang full proteksi untuk tujuan Public Service Obligation (PSO) atau penyaluran subsidi.

“Nah ini yang bahaya kalau dipukul rata, BUMN yang harusnya diproteksi malah disuruh tarung bebas maka namanya privatisasi atau liberalisasi. Itu bahaya juga,” ujar Bhima Yudhistira yang juga Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), kepada INDOPOSCO, Minggu (24/10/2021).

Bhima mengatakan kalau BUMN yang memang tujuannya komersil dilindungi regulasi dan tidak boleh disaingi produk impor misalnya atau proyek business to business (B-to-B). Namun malah penugasan pemerintah sama sekali tidak pas.

“Itu memang harus dibersihkan karena jadi kompetisi tidak sehat, parasit pasar,” ujar Bhima yang juga peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Lebih jauh Bhima mengatakan dampak terhadap performa BUMN yang tujuannya cari untung selama ini tapi diproteksi, kemudian akan dicabut perlindungannya justru akan bagus.

“Kalau setelah proteksi, dilepas kinerja anjlok maka ketahuan boroknya bahwa selama ini memang tidak perform. Buat apa dipertahankan,” tegasnya.

Bhima mengatakan, tata kelola BUMN yang harus diperbaiki adalah budaya inovasi, kecepatan eksekusi kebijakan yang lambat dan birokratis, penunjukkan komisaris yang kurang profesional, dan penugasan yang tidak tepat sasaran serta biaya operasional dan utang yang membebani.

“Kementerian BUMN kalau menambah panjang rantai birokrasi, buat apa? Ya, opsi untuk pembubaran Kementerian BUMN tetap harus dibuka, tentu butuh kajian mendalam. Model superholding, apakah lebih baik daripada Kementerian BUMN, juga masih jadi tanda tanya,” pungkasnya. (dam)

Tags: bhima yudhistiraCelioskementerian bumnmaman abdurrahmanperusahaan bumn

Berita Terkait.

Prabowo
Headline

Sentil Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Ekonom Ingatkan Efek Domino ke Desa

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:19
Aksi-Buruh
Headline

Sikap Presiden Soal Pelemahan Rupiah, Timboel: Abaikan Dampak ke Buruh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:20
bowo
Headline

Resmikan Museum Marsinah, Prabowo: Mungkin Ini Museum Buruh Pertama di Dunia

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:02
haji
Headline

Tinggalkan Madinah, Gelombang Pertama Jemaah Haji Indonesia Bersiap Menuju Puncak Haji

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:11
syahrie
Headline

Akui Khilaf Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember: Saya Menyesal

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:32
Yusril
Headline

Dorong Budaya Kritis, Yusril Persilakan Publik Debat dan Diskusi Film ‘Pesta Babi’

Jumat, 15 Mei 2026 - 10:13

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2064 shares
    Share 826 Tweet 516
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1231 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    981 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.