INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengkritik keras, pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat desa tidak terdampak oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.
“Itu Prabowo kayaknya perlu dibriefing soal ekonomi 1.0 atau pendahuluan ekonomi. Jangan dikira pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Rp17.600 itu, tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik di level desa,” kata Bhima saat dikonfirmasi melalui gawai, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Ia berpandangan, bahwa klaim Prabowo keliru karena terkesan menganggap daya beli masyarakat desa akan aman selama harga BBM dan LPG bersubsidi tidak mengalami kenaikan.
“Karena seolah semua bisa ditahan dengan adanya subsidi BBM, harga BBM tidak naik, LPG juga sama,” ujar Bhima.
Ia menjelaskan situasi saat ini berbeda dengan krisis tahun 1998. Menurutnya, ekonomi Indonesia kini jauh lebih terintegrasi dengan sistem global, sehingga masyarakat desa tidak bisa lagi dengan mudah beralih ke alternatif tradisional saat harga bahan bakar meroket.
“Permasalahannya kan Indonesia semakin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi global dibandingkan tahun 1998, kalau tahun 98 pada saat terjadi krisis harga minyak tanah naikinnya tajam, orang bisa beralih ke kayu bakar,” tutur Bhima seraya mengilas balik kritis ekonomi Indonesia pada masa lampau.
Ia memperingatkan kombinasi antara krisis energi global dan pelemahan kurs rupiah akan membawa dampak yang sangat fatal terhadap lonjakan harga LPG, serta komoditas kebutuhan pokok masyarakat.
“Memangnya orang desa tidak pakai barang-barang impor. Mulai dari handphone-nya, kendaraan bermotor, komponen elektroniknya, mesin cucinya dan pupuknya juga akan terpengaruh harganya, kalau rupiahnya makin lama melemah,” ucap Bhima.
“Itu semua tinggal menunggu waktu, sampai harga-harganya menekan masyarakat di pedesaan,” sambungnya.
Presiden Prabowo Subianto meyakini Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mampu mengatasi pelemahan signifikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini.
“Selama Purbaya bisa senyum, tenang aja, enggak usah kalian khawatir itu,” tutur Prabowo terpisah saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, siang tadi.
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat tidak berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat di pedesaan.
“Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa enggak pakai dolar, dibilang,” klaim Prabowo.(dan)











