INDOPOSCO.ID – Transformasi digital yang melaju cepat menjadi tantangan serius bagi industri keuangan syariah di Indonesia. Di tengah perubahan perilaku masyarakat yang makin mengutamakan kecepatan dan kemudahan layanan, pendekatan berbasis label halal dinilai belum cukup untuk memenangkan persaingan.
Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat, menegaskan bahwa lembaga keuangan syariah harus segera berbenah dan menghadirkan layanan yang kompetitif di era digital.
“Faktor religiusitas penting, tetapi itu saja tidak cukup. Lembaga keuangan syariah harus mampu menghadirkan layanan yang benar-benar kompetitif,” ujar Emir kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, pola pikir masyarakat kini telah berubah. Faktor praktis menjadi pertimbangan utama dalam memilih layanan keuangan, terutama di kalangan muda yang terbiasa dengan layanan serba cepat dan instan.
“Masyarakat sekarang memilih layanan yang cepat, mudah, nyaman, dan bisa diakses kapan saja. Jadi layanan syariah harus bisa setara, bahkan lebih baik dibanding layanan konvensional,” tegasnya.
Ia menilai bank-bank konvensional saat ini unggul karena berhasil membangun akses layanan hingga ke tingkat daerah melalui jaringan agen maupun platform digital. Kedekatan itulah yang membuat masyarakat lebih familiar menggunakan layanan konvensional dalam aktivitas sehari-hari.
“Kalau masyarakat merasa layanan konvensional lebih praktis dan lebih dekat dengan kebutuhan mereka, maka itu yang akan dipilih,” ucap Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) itu.
Karena itu, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak bisa hanya mengandalkan edukasi atau kampanye nilai-nilai religius semata. Menurut Emir, penguatan ekosistem dan kualitas layanan menjadi kunci utama agar industri syariah mampu tumbuh lebih luas.
Ia menekankan bahwa inovasi digital, kemudahan akses, hingga pengalaman pengguna harus menjadi perhatian utama lembaga keuangan syariah jika ingin menarik minat generasi muda.
“Edukasi penting, tetapi harus dibarengi dengan layanan yang benar-benar kompetitif. Industri syariah harus hadir sebagai solusi yang modern, praktis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” tambahnya. (her)











