• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tekanan Eksternal Mengganas, Rupiah Melemah di Tengah Alarm Krisis Energi

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 15 Mei 2026 - 14:47
in Ekonomi
Mata-Uang

Ilustrasi - Petugas menghitung uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Jakarta pada akhir Mei 2024 lalu. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan hebat. Mata uang Garuda melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (15/5/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global serta lonjakan kekuatan dolar AS yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap situasi di Selat Hormuz.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 12.09 WIB, rupiah berada di level Rp17.593 per dolar AS atau turun 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Tekanan tidak hanya menghantam Indonesia, tetapi juga menyeret mayoritas mata uang Asia ke zona merah.

BacaJuga:

Impor Didominasi Bahan Baku dan Barang Modal, Porsinya Tembus 91 Persen

Tanpa Pajak Baru, Penerimaan Negara Justru Melonjak

Kopi Kawa Rama dan Jalan Panjang Mengangkat Rarak Ronges ke Panggung Nusantara

Yuan China tercatat melemah 0,13 persen di tengah berlangsungnya pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping. Yen Jepang turun 0,09 persen, rupee India melemah 0,06 persen, ringgit Malaysia terkoreksi 0,34 persen, dolar Singapura turun 0,09 persen, sedangkan baht Thailand melemah 0,19 persen.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penguatan dolar AS masih berpotensi berlanjut, terutama karena pasar global sedang dibayangi kenaikan harga minyak dunia dan eskalasi konflik geopolitik.

“Kita melihat pada saat libur, ya dua hari ini, ada beberapa tensi geopolitik yang terus memanas terutama adalah di Selat Hormuz, antara AS dengan Iran,” kata Ibrahim melalui gawai, Jumat (15/5/2026).

Menurut dia, situasi makin sensitif karena pasar juga menaruh perhatian besar terhadap pertemuan Trump dan Xi Jinping. China dinilai berkepentingan menjaga keamanan distribusi minyak mentah dari Iran yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

“Ini secara geopolitik membuat dolar AS mengalami penguatan, harga minyak naik, rupiah melemah,” jelas Ibrahim.

Tekanan terhadap rupiah dinilai semakin berat lantaran bertepatan dengan periode libur panjang di Indonesia. Kondisi tersebut membuat ruang intervensi Bank Indonesia menjadi lebih terbatas karena transaksi domestik tidak berlangsung optimal.

Ibrahim menyebut otoritas moneter praktis hanya bisa melakukan intervensi lewat pasar internasional. Namun langkah itu dinilai belum cukup kuat menghadapi derasnya tekanan eksternal.

“Karena liburnya pasar di Indonesia ini membuat tekanan yang begitu besar secara eksternal, sehingga membuat transaksi valuta asing di pasar internasional itu begitu luar biasa dampaknya,” tuturnya.

Di sisi lain, ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah juga menjadi faktor yang memperberat posisi rupiah. Saat harga energi naik dan dolar AS menguat, kebutuhan pembayaran impor otomatis menjadi lebih mahal.

Situasi tersebut dinilai bisa membuka ruang pelemahan lanjutan bagi rupiah apabila tensi geopolitik global tidak segera mereda.

“Dalam waktu dekat rupiah berpotensi menembus Rp18 ribu per dolar AS apabila tekanan global terus meningkat. Jika level Rp18 ribu per dolar AS tembus pada Mei ini, maka ada kemungkinan besar rupiah bergerak hingga Rp22 ribu per dolar AS,” tambahnya.

Di balik tekanan terhadap rupiah yang terus meningkat, Ibrahim Assuaibi menilai kondisi dasar perekonomian Indonesia belum kehilangan daya tahan. Ia menyoroti kuatnya peran investor domestik di pasar obligasi pemerintah sebagai penyangga utama stabilitas keuangan nasional, sehingga gejolak eksternal dinilai belum cukup untuk mengguncang fondasi ekonomi secara keseluruhan.(her)

Tags: dollargeopolitikIbrahim AssuaibiKrisis Energinilai tukar rupiahSelat Hormuz

Berita Terkait.

pelabuhan
Ekonomi

Impor Didominasi Bahan Baku dan Barang Modal, Porsinya Tembus 91 Persen

Jumat, 4 September 2026 - 04:04
purbaya
Ekonomi

Tanpa Pajak Baru, Penerimaan Negara Justru Melonjak

Jumat, 4 September 2026 - 02:12
1
Ekonomi

Kopi Kawa Rama dan Jalan Panjang Mengangkat Rarak Ronges ke Panggung Nusantara

Kamis, 3 September 2026 - 21:35
bca
Ekonomi

BCA Syariah Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal dan Literasi Keuangan

Kamis, 3 September 2026 - 18:08
driling
Ekonomi

Perkuat Sinergi Operational, Pertamina Drilling Gembleng 20 Perwira SCM PHR di IDTC

Kamis, 3 September 2026 - 17:17
menkop
Ekonomi

Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar untuk Podcast Tidak Tepat

Kamis, 3 September 2026 - 16:29

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.