• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Golkar Dinilai Sudah ‘Imun’ dengan Kader Korupsi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 22:32
in Nasional
Golkar

Pengamat Politik Ujang Komarudin.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badai tindakan korupsi selalu menghantui tubuh partai Golongan Karya (Golkar). Beberapa oknum kader tebaik yang menduduki kekuasaan di eksekutif maupun legislatif, terjerat dengan korupsi.

Seperti yang dialami saat ini, setidaknya ada empat kader yang sudah ditetapkan tersankga lantaran tindakan korupsi. Mereka adalah eks Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, eks Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Azis Syamsuddin, Bupati Musi Banyuasin sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin dan terakhir Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Andi Putra.

BacaJuga:

Tiba di Indonesia, Teknologi KRI Canopus-936 Siap Dukung Riset Nasional

Bangun Karakter Bangsa, Akademisi Ingatkan Pentingnya Revitalisasi Naskah Kuno dengan Tekstologi

Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS

Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, Golkar seperti sudah memiliki imun yang kebal terhadap kasus tindakan korupsi yang dilakukan oknum kadernya.

Dari perjalanannya, Golkar sempat digoyang beberapa kali dengan kasus korupsi, namun tidak pernah menjadi partai kecil karena selalu mengantarkan kadernya di papan eksekutif dan legislatif.

“Golkar ini partai yang sudah imun terhadap korupsi. Contoh, ketika 2014 lalu, Golkar diprediksi akan goyang korupsi dan jadi akan jadi partai kecil. Tapi faktanya Golkar menjadi partai papan atas,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Belum lagi guncangan kasus eks Ketua Umum Golkar dan Sekretaris pada tahun 2019 lalu, kedua pucuk piminannya terseret dengan tindakan korupsi. Tetapi kasus-kasus itu seolah tidak berpengaruh pada kontestasi politik.

“2019 lalu, Ketua umum-nya ditangkap (kasus korupsi), dan jangan lupa Sekjen-nya ditangkap, tapi tetap menjadi pemenang di DPR. Artinya mereka sudah imun dengan kasus korupsi,” ucapnya.

Berdasarkan analisanya, ketokohan kader di internal menjadi kunci lepas dari runtuhnya Golkar dari terpaan kasus korupsi. Terlebih, Golkar tidak mengedepankan satu tokoh dalam langkah politiknya.

“Di Golkar tidak mengedepankan tokoh satu kader, ada tokoh lain. Ketokohan itu rata, ini yang bagus dari Golkar. Sehingga satu tokoh korupsi, yang lain bisa menggantikan. Itu yang membuat Golkar tetap eksis, insfratuktur sistem partainya sudah jalan,” terangnya.

Namun, kasus-kasus korupsi yang menjerat oknum kader dapat mengganggu citra Golkar dan langkah Airlangga yang akan diusung menjadi Capres. Tetapi secara konsolidasi politik, hal itu dinilai tidak akan berdampak besar.

“Kalau menggangu citra partai iya, tapi menggangu dengan konsolidasi, tetap tidak. Mereka kelihatannya cuek-cuek saja karena sudah biasa. Besar kecil tentu akan berpengaruh pada pencalonan Airlangga, tapi Golkar tidak mengandalkan kadernya yang terjerat, jadi sudah imun,” paparnya.

Untuk menentukan langkah kemenangan Golkar, kata Ujang, Airlangga harus dipastikan memiliki elektabilitas yang tinggi. Mengingat, sekeras apapun perjuangan Golkar, tidak akan menang jika calon yang diusung tidak dikenal masyarakat.

“Golkar tidak bicara yang terkena kasus. Tapi di sisi lain Airlangga akan diserang oleh lawan politik terkait kasus korupsi kader Golkar, tapi yang paling penting meningkatkan elektabilitas Airlangga. Sekenceng apapun dukungan di internal, kalau elektabilitas tidak tinggi, akan repot,” ujarnya.

Kemudian yang paling penting lagi, Airlangga harus menekankan pada kader Golkar untuk tidak melakukan korupsi. Sebab hal itu akan menjadi batu ganjalan dalam langkah pencalonan.

“Airlangga harus bisa menekan ke kadernya agar tidak korupsi, kalau Airlangga benar-benar ingin didukung oleh rakyat,” ucapnya.

Di sisi lain, Ujang beranggapan bahwa agak sulit melakukan pembersihan terhadap oknum kader yang sudah dijerat melakukan tindakan korupsi, karena sudah menjadi oligarki.

“Ya sulit, karena Golkar sudah ada oligarki dan mereka sama-sama punya kartu, punya kesalahan. Ibaratnya kalau ketangkap resiko sendiri. Tidak mungkin ada pembersihan terhadap yang korupsi, karena tahu permainan masing-masing,” pungkasnya. (son)

Tags: golkarkader korupsi

Berita Terkait.

Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Nasional

Tiba di Indonesia, Teknologi KRI Canopus-936 Siap Dukung Riset Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:34
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Nasional

Bangun Karakter Bangsa, Akademisi Ingatkan Pentingnya Revitalisasi Naskah Kuno dengan Tekstologi

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:03
Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS
Nasional

Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS

Senin, 11 Mei 2026 - 23:41
BRIN Bantah Penularan Hantavirus Antarmanusia, Begini Penjelasannya
Nasional

BRIN Bantah Penularan Hantavirus Antarmanusia, Begini Penjelasannya

Senin, 11 Mei 2026 - 23:21
Kemendikdasmen: TPG Perkuat Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru
Nasional

Kemendikdasmen: TPG Perkuat Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru

Senin, 11 Mei 2026 - 22:41
Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri
Nasional

Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri

Senin, 11 Mei 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.