INDOPOSCO.ID – Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memastikan sumber radiasi pengion di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap aman pascagempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.
“Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya peningkatan paparan radiasi akibat bencana tersebut,” ujar Kepala Biro Hukum, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik BAPETEN, Ishak dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Di tengah proses penanganan bencana, BAPETEN juga memberikan perhatian khusus terhadap berbagai fasilitas yang memanfaatkan sumber radiasi pengion, baik di sektor kesehatan maupun industri.
Berdasarkan data perizinan BAPETEN, terdapat 51 fasilitas pemanfaatan tenaga nuklir di wilayah NTT yang menggunakan radiasi pengion untuk berbagai keperluan.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 fasilitas berada di delapan kabupaten yang terdampak gempa, yakni Kabupaten Ngada, Manggarai, Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, Ende, Alor, dan Flores Timur,” beber Ishak.
Ia menjelaskan, hasil koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan menunjukkan bahwa gempa tidak berdampak pada keselamatan maupun keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak.
“Kami memastikan tidak terjadi peningkatan tingkat paparan radiasi di NTT setelah gempa terjadi,” tegasnya.
Meski demikian, BAPETEN akan terus melakukan pemantauan, terutama karena masih adanya potensi gempa susulan yang dapat memengaruhi kondisi di lapangan.
“Kami mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk turut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan informasi yang berkaitan dengan keselamatan dan keamanan sumber radiasi pengion di wilayah terdampak,” ujarnya. (nas)























