• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peralihan Pandemi Jadi Epidemi Tidak Boleh Abai Prokes

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 19 September 2021 - 17:31
in Nasional
indoposco

Ilustrasi - Perilaku penerapan prokes dengan memakai masker di masa pandemi. Foto: indoposco.id/Safar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah telah mewacanakan peralihan status Covid-19 dari pandemi menuju epidemi. Hal itu seiring dengan melandainya penularan virus corona di masyarakat. Ditambah, masyarakat sudah antusias mengikuti vaksinasi.

Pengamat kebijakan publik, Harist Hijrah Wicaksana mengatakan, sejauh ini data angka kasus Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan. Indonesia dinilai telah keluar dari badai Covid-19.

BacaJuga:

Wamendiktisaintek: SMA Unggul Garuda Cetak Lulusan Berkarakter dan Bertanggung Jawab 

Penyelidikan dan Penegakan Hukum Pembakar Pesawat AMA, Begini Respons Menko Polkam

SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru

“Angka penularan covid rata-rata cuma 1,4 persen kalau data yang saya lihat, itu jauh di bawah ambang batas WHO (organisasi kesehatan dunia) yaitu 5 persen kalau nggak salah. Itu artinya sudah sangat baik,” katanya saat dihubungi, Ahad (19/9/2021).

Ia menerangkan, aktivitas masyarakat di ruang publik saat ini dapat dipantau melalui PeduliLindungi. Selain itu, masyarakat sudah jenuh atau bisan dengan pandemi yang menghantui Indonesia sekira dua tahun.

Atas kondisi itu, menjadi pendorong faktor meningkatnya masyarakat antusias mengikuti vaksinasi. Sehingga kekebalan tubuh secara kelompok berhasil dibentuk.

“Selama dua tahun ini kita sudah jenuh dan masyarakat sudah lebih baik bersahabat dengan covid. Artinya imun sudah terbentuk, sudah cocok bukan pandemi lagi tapi epidemi,” terangnya.

Menurut Harist, sebetulnya Indonesia sudah telah merencanakan peralihan pandemi menuju epidemi. Jika mengaca ke Eropa, mereka sudah bersahabat dengan Covid-19. Bahkan mereka sadar dan paham dalam mencegahnya. Hal itu dibuktikan dengan pagelaran piala Eropa yang penontonnya sudah tidak menggunakan masker.

“Indonesia sebetulnya sudah telat, negara lain wilayah Eropa sudah selesai dengan covid. Piala, liga Eropa sudah digelar dan penonton tidak pakai masker. Ini langkah pemerintah sudah efektif dan efesien,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya khawatir dengan adanya oknum yang melakukan konspirasi demi bisnis dan keuntungan dari situasi ini. Sehingga Indonesia nantinya dilanda serangan Covid-19 gelombang ketiga.

“Tapi yang dikhawatirkan, ada konspirasi yang akan dipelihara oleh permainan konspirasi dunia dna harus diwaspadai dengan gelombang covid selanjutnya, kita khawatir ada gelombang covid ketiga,” ucapnya.

Kendati, peralihan status epidemi tidak boleh melengahkan masyarakat untuk abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Pemerintah diminta menyiapkan formulasi pencegahan Covid-19.

“Memang dalam epidemi bukan kembali normal, tapi menyesuaikan. Diharapkan pemerintah menangani dan menangani layanan dasar masyarakat. Sudah harus dibiasakan kebijakan taktis. Karena sejauh ini masih kaku terhadap kebijakan anggaran, masih pada penyerapan dan habis anggaran,” jelasnya.

Terlebih sampai saat ini, tidak sedikit masyarakat terlebih khusus di pedesaan yang masih enggan disuntik vaksin. Mengaca pada pengalamannya, masyarakat harus di iming-imingi bantuan sembako, baru memiliki keinginan divaksin.

“Kalau karakter negara kita bervariasi, saya mau mengadakan vaksinasi bekerja sama dengan stekholder, ketika mengundang mereka nanya begini ‘divaksin dapat sembako nggak’. Kalau ditawari vaksin nggak mau, tapi kalau dikasih sembako, mau divaksin,” ungkapnya.

Perlu ada kolaborasi dengan seluruh stekholder, terutama dengan tokoh masyarakat dan para ulama dalam menyelenggarakan vaksinasi. Sebab pada dasarnya, karakteristik masyarakat Indonesia patsun pada tokoh-tokoh agama.

“Masyarakat lebih pada patronisasi. Pemerintah harus menggandeng tokoh masyarakat, sehingga masyarakat percaya.Tapi ada juga fakta mereka taku jarum buat disuntik. Semua elemen harus bergabung dan memberi contoh,” pungkasnya. (son)

Tags: epidemipandemiProkes

Berita Terkait.

Wamendiktisaintek: SMA Unggul Garuda Cetak Lulusan Berkarakter dan Bertanggung Jawab 
Nasional

Wamendiktisaintek: SMA Unggul Garuda Cetak Lulusan Berkarakter dan Bertanggung Jawab 

Minggu, 5 Juli 2026 - 23:01
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko
Nasional

Penyelidikan dan Penegakan Hukum Pembakar Pesawat AMA, Begini Respons Menko Polkam

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03
SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru
Nasional

SPMB PJJ Jemput Bola, Jutaan Anak Putus Sekolah Punya Harapan Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:04
Survei: Orang Tua Khawatir Sistem SPMB 2026 Bermasalah dan Rawan Kecurangan
Nasional

Survei: Orang Tua Khawatir Sistem SPMB 2026 Bermasalah dan Rawan Kecurangan

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:28
tkd
Nasional

Tak Bisa Lagi Andalkan Transfer Pusat, Daerah Diminta Cari Mesin Pendapatan Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 16:06
kodok
Nasional

Bikin Heboh, BRIN Temukan Spesies Katak Langka Merapi Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:50

BERITA POPULER

  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2223 shares
    Share 889 Tweet 556
  • Portugal vs Kroasia: Martinez Sebut Ronaldo dan Modric Berada di Atas Keraguan Publik

    852 shares
    Share 341 Tweet 213
  • Gempa Bumi Dangkal M 4,0 Guncang Palu, BMKG: Kedalaman Hiposenter 2 Km

    779 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Hasil Piala Dunia: Cukur Swedia 3-0, Prancis Tantang Paraguay di 16 Besar

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Hasil Piala Dunia: Brace Harry Kane Antar Inggris Comeback Spektakuler

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang
Olahraga

Antar Prancis Singkirkan Paraguay, Mbappe Tegaskan Les Bleus Tak Hanya Jago Menyerang

Editor Laurens Dami
Minggu, 5 Juli 2026 - 21:27

INDOPOSCO.ID – Kylian Mbappe kembali membuktikan perannya sebagai sosok penentu bagi Timnas Prancis di Piala Dunia FIFA 2026. Sang kapten...

SelengkapnyaDetails
Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Lolos Perempat Final Piala Dunia, Brahim Diaz Ungkap Pertanda Baik untuk Maroko

Minggu, 5 Juli 2026 - 19:13
Pemain-Argentina

Messi Ungkap Kunci Sukses Argentina Singkirkan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 15:27
Messi

Atasi Perlawanan Sengit Tanjung Verde 3-2, Argentina Melaju ke Babak 16 Besar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:31
Salah

Bawa Mesir Lolos ke 16 Besar, Salah Ungkap Alasan Pakai Trik Panenka di Babak Tos-tosan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.