• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Peralihan Pandemi Jadi Epidemi Tidak Boleh Abai Prokes

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 19 September 2021 - 17:31
in Nasional
indoposco

Ilustrasi - Perilaku penerapan prokes dengan memakai masker di masa pandemi. Foto: indoposco.id/Safar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah telah mewacanakan peralihan status Covid-19 dari pandemi menuju epidemi. Hal itu seiring dengan melandainya penularan virus corona di masyarakat. Ditambah, masyarakat sudah antusias mengikuti vaksinasi.

Pengamat kebijakan publik, Harist Hijrah Wicaksana mengatakan, sejauh ini data angka kasus Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan. Indonesia dinilai telah keluar dari badai Covid-19.

BacaJuga:

Hindari Penyalahgunaan Wewenang dan Pungli, BPN Pandeglang Dirikan Posko PTSL

Jurnalis RI Ditangkap Israel di Perairan Internasional, Dewan Pers Desak Pemerintah Turun Tangan

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus Haji Ilegal, Korban Capai 320 Orang

“Angka penularan covid rata-rata cuma 1,4 persen kalau data yang saya lihat, itu jauh di bawah ambang batas WHO (organisasi kesehatan dunia) yaitu 5 persen kalau nggak salah. Itu artinya sudah sangat baik,” katanya saat dihubungi, Ahad (19/9/2021).

Ia menerangkan, aktivitas masyarakat di ruang publik saat ini dapat dipantau melalui PeduliLindungi. Selain itu, masyarakat sudah jenuh atau bisan dengan pandemi yang menghantui Indonesia sekira dua tahun.

Atas kondisi itu, menjadi pendorong faktor meningkatnya masyarakat antusias mengikuti vaksinasi. Sehingga kekebalan tubuh secara kelompok berhasil dibentuk.

“Selama dua tahun ini kita sudah jenuh dan masyarakat sudah lebih baik bersahabat dengan covid. Artinya imun sudah terbentuk, sudah cocok bukan pandemi lagi tapi epidemi,” terangnya.

Menurut Harist, sebetulnya Indonesia sudah telah merencanakan peralihan pandemi menuju epidemi. Jika mengaca ke Eropa, mereka sudah bersahabat dengan Covid-19. Bahkan mereka sadar dan paham dalam mencegahnya. Hal itu dibuktikan dengan pagelaran piala Eropa yang penontonnya sudah tidak menggunakan masker.

“Indonesia sebetulnya sudah telat, negara lain wilayah Eropa sudah selesai dengan covid. Piala, liga Eropa sudah digelar dan penonton tidak pakai masker. Ini langkah pemerintah sudah efektif dan efesien,” paparnya.

Di sisi lain, pihaknya khawatir dengan adanya oknum yang melakukan konspirasi demi bisnis dan keuntungan dari situasi ini. Sehingga Indonesia nantinya dilanda serangan Covid-19 gelombang ketiga.

“Tapi yang dikhawatirkan, ada konspirasi yang akan dipelihara oleh permainan konspirasi dunia dna harus diwaspadai dengan gelombang covid selanjutnya, kita khawatir ada gelombang covid ketiga,” ucapnya.

Kendati, peralihan status epidemi tidak boleh melengahkan masyarakat untuk abai terhadap protokol kesehatan (prokes). Pemerintah diminta menyiapkan formulasi pencegahan Covid-19.

“Memang dalam epidemi bukan kembali normal, tapi menyesuaikan. Diharapkan pemerintah menangani dan menangani layanan dasar masyarakat. Sudah harus dibiasakan kebijakan taktis. Karena sejauh ini masih kaku terhadap kebijakan anggaran, masih pada penyerapan dan habis anggaran,” jelasnya.

Terlebih sampai saat ini, tidak sedikit masyarakat terlebih khusus di pedesaan yang masih enggan disuntik vaksin. Mengaca pada pengalamannya, masyarakat harus di iming-imingi bantuan sembako, baru memiliki keinginan divaksin.

“Kalau karakter negara kita bervariasi, saya mau mengadakan vaksinasi bekerja sama dengan stekholder, ketika mengundang mereka nanya begini ‘divaksin dapat sembako nggak’. Kalau ditawari vaksin nggak mau, tapi kalau dikasih sembako, mau divaksin,” ungkapnya.

Perlu ada kolaborasi dengan seluruh stekholder, terutama dengan tokoh masyarakat dan para ulama dalam menyelenggarakan vaksinasi. Sebab pada dasarnya, karakteristik masyarakat Indonesia patsun pada tokoh-tokoh agama.

“Masyarakat lebih pada patronisasi. Pemerintah harus menggandeng tokoh masyarakat, sehingga masyarakat percaya.Tapi ada juga fakta mereka taku jarum buat disuntik. Semua elemen harus bergabung dan memberi contoh,” pungkasnya. (son)

Tags: epidemipandemiProkes

Berita Terkait.

Hindari Penyalahgunaan Wewenang dan Pungli, BPN Pandeglang Dirikan Posko PTSL
Nasional

Hindari Penyalahgunaan Wewenang dan Pungli, BPN Pandeglang Dirikan Posko PTSL

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:01
dewan pers
Nasional

Jurnalis RI Ditangkap Israel di Perairan Internasional, Dewan Pers Desak Pemerintah Turun Tangan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:04
haji ilegal
Nasional

Polri Tetapkan 13 Tersangka Kasus Haji Ilegal, Korban Capai 320 Orang

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:13
tito
Nasional

Kurs dan Harga Minyak Berfluktuasi, Mendagri Perketat Pantauan Pangan

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:12
amran
Nasional

Pemerintah Lepas Ekspor Perdana 47 Ribu Ton Pupuk Urea Indonesia ke Australia

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:02
kkp
Nasional

KKP Berhasil Hapus Hambatan Ekspor Rajungan ke Pasar AS

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:11

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2744 shares
    Share 1098 Tweet 686
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1015 shares
    Share 406 Tweet 254
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    820 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.