• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Kementan: Pangan seperti NKRI, Harus Harga Mati

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 18 September 2021 - 16:37
in Headline
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (dua kiri) meluncurkan KostraTani BPP Abiansemal di Kabupaten Badung, Bali. Foto: BPPSDMP

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi (dua kiri) meluncurkan KostraTani BPP Abiansemal di Kabupaten Badung, Bali. Foto: BPPSDMP

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pangan adalah kebutuhan pokok manusia untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Fungsi dan peran pangan tak ubahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai ‘harga mati’ yang harus dijaga eksistensinya, begitu pula pangan harus tersedia setiap saat sekaligus penentu stabilitas NKRI.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan, banyak yang harus dibenahi untuk menjaga ketersediaan pangan, utamanya meningkatkan produktivitas pertanian yang ditentukan oleh kualitas SDM pertanian terutama petani dan penyuluh.

BacaJuga:

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50

Menkeu Sebut Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

“Selain petani, penyuluh sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian. Merekalah ujung tombak meningkatkan kualitas petani agar mampu menggenjot produktivitas pertanian,” kata Mentan Syahrul.

Penegasan serupa ditegaskan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi bahwa penyuluh merupakan ‘teman senapas dan seperjuangan’ petani meningkatkan produktivitas pertanian bagi ketersediaan pangan, maka eksistensi pangan tak ubahnya NKRI harus ‘harga mati’.

“Pangan itu kebutuhan pokok. Pangan itu sama dengan NKRI, harga mati. Negara tidak boleh krisis pangan. Artinya, pertanian itu harga mati. Petani dan penyuluh juga harga mati. Perannya luar biasa bagi pembangunan pertanian Indonesia,” katanya di Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (17/9/2021) saat memberi pengarahan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Abiansemal.

Dedi menambahkan, sektor pertanian yang menyelamatkan perekonomian nasional di tengah Pandemi Covid-19 sementara sektor lainnya terpuruk.

“Pertanian mampu bertahan dan tumbuh positif bahkan menyerap tenaga kerja terbesar saat ini, serta menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang terdampak pandemi akibat PHK dan pengurangan karyawan,” katanya.

Dedi mengajak penyuluh didukung Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) bersama-sama kembali menggarap pertanian agar dapat kembali mengulang keberhasilan Swasembada Pangan 1984, yang dicapai atas dukungan penuh penyuluh menggerakkan petani dan masyarakat.

“Dahulu, ada PPL yang mendampingi petani mencapai swasembada beras. Saya mengajak untuk memetik hikmah dan semangat bahwa kita bisa lebih dari pencapaian 1984 karena punya semangat, daya juang dan niat baik demi ketahanan pangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi meluncurkan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) sebagai tempat berkumpul dan menggerakkan petani meningkatkan produktivitas, serta menggarap pertanian dari hulu ke hilir.

“Bukan hanya tanamnya yang digalakkan, juga olahan dan pengemasan serta pemasaran harus dipikirkan. Bisa secara online atau masuk ke marketplace. Tentu ini akan memberi nilai lebih. Hasilnya lebih besar,” ungkap Dedi.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Badung, Ir Made Mertayasa menjelaskan bahwa pertanian Badung justru maju di masa pandemi sehingga mampu menopang pendapatan daerah.

“Saat sektor pariwisata sebagai andalan utama Badung terpuruk. Pertanian bisa menyumbang devisa, karena dukungan penyuluh mengajak masyarakat bertani, meski jumlah penyuluh di sini belum maksimal, idealnya satu desa satu penyuluh,” katanya. (ibs)

Tags: BPPSDMPKementanmentan

Berita Terkait.

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50
Headline

Saksi Ungkap Semua Pejabat Kemenag Terlibat Pembahasan Kuota Haji 50:50

Selasa, 22 September 2026 - 19:05
suahasil
Headline

Menkeu Sebut Impor Beras Ilegal Coreng Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 22 September 2026 - 13:13
tikus
Headline

Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

Selasa, 22 September 2026 - 09:29
bambang
Headline

Syarat Pendidikan Gibran Digugat ke MK, Pemohon Sebut Ada Indikasi Manipulatif

Selasa, 22 September 2026 - 09:19
bran
Headline

Gibran Condemns SPPG Employee for Mocking Students Who Fell Ill After MBG Meal

Senin, 21 September 2026 - 17:07
gibran
Headline

Gibran Kecam Karyawan SPPG yang Ejek Siswa Korban Keracunan MBG

Senin, 21 September 2026 - 16:27

OLAHRAGA

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan
Olahraga

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 23 September 2026 - 09:46

INDOPOSCO.ID – Persija Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pemasok pemain untuk Timnas Indonesia. Lima pemain Macan Kemayoran, yakni...

SelengkapnyaDetails
FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

FIFA ASEAN Cup 2026: Dony Tri dan Yakob Sayuri Absen, Skuad Garuda Panggil Shayne-Rizky Eka

Rabu, 23 September 2026 - 08:34
ole

21 Pemain Timnas Indonesia Tiba di Jakarta Jelang FIFA ASEAN Cup, 2 Nama Siap Debut

Selasa, 22 September 2026 - 08:53
ole

Ole dan Paes Tiba di Jakarta, Siap Bela Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

Senin, 21 September 2026 - 20:12
Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Darurat Evaluasi Wasit Usia Dini: Ketika Peluit Membunuh Kompas Moral dan Mental Anak

Minggu, 20 September 2026 - 20:05

BERITA POPULER

  • sudaryono

    Tuding Guru dan Media ‘Goreng’ Isu Keracunan MBG, Kepala BGN Didesak Mundur

    5540 shares
    Share 2216 Tweet 1385
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Komisi I Soroti Tanggung Jawab Vendor Asing dalam RUU KKS

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    968 shares
    Share 387 Tweet 242
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.