• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Konflik Demokrat, Antara Kerugian dan Konspirasi Menaikan Elektabilitas

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 12 September 2021 - 16:37
in Nasional
presiden tiga periode

Partai Demokrat. Foto: demokrat.or.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Publik kembali dipertontonkan dengan konflik internal partai Demokrat antara kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang.

Konflik itu terjadi pada momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Demokrat yang ke 20 tahun atau dua dekade. Bahkan terjadi pembubaran acara beberapa waktu lalau di salah satu Hotel di Tangerang oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Banten.

BacaJuga:

Lewat Estafet Ideologi, Hensa Ungkap Jejak Pemikiran Sumitro dalam Asta Cita Prabowo

Harga Pertamax Naik, Purbaya Optimistis Inflasi Tetap Jinak

KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang

Melihat polemik ini, pengamat kebijakan publik dan politik, Harits Hijrah Wicaksana melihat ada dua kemungkinan besar dalam konflik internal Demokrat. Di antaranya, kerugian bagi partai dan momentum konspirasi kedua belah kubu untuk menaikan citra.

Ia menjelaskan, jika hal ini merupakan sebuah kerugian Demokrat, seharusnya sudah dapat dicelarkan melalui rekonsiliasi antara kedua belah kubu.

Sebab hal ini akan berdampak panjang pada ajang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada tahun 2024. Meski demikian, peperangan kontestasi politik akan dimulai pada tahun 2022.

“Jangan sampai hal ini masih dipelihara. Ini bisa merugikan kondusifitas partai. Apalagi ajang Pemilu 2024, ini sudah semakin dekat. Artinya 2022 ini harus bisa mensolidakan. Kalau belum solid akan dampak tersendiri bagi Demokrat,” katanya saat dihubungi, Ahad (12/9/2021).

Ia menuturkan, secara legalitas Demokrat dipimpin oleh AHY. Hal itu sudah ada dalam keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Tapi saya rasa ada belum kepuasan, ini menjadi ajang yang kurang mengenakan. Seharusnya ada rekonsiliasi antara kubu AHY dan Moeldoko,” tuturnya.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) itu menerangkan, jika persoalan ini tidak dapat diselesaikan, yang dirugikan Demokrat sendiri karena ada dua gerbong.

Di sisi lain, ada kemungkinan bahwa isu ini sebagai design untuk menaikan citra Demokrat atau AHY yang dipersiapkan untuk berkontestasi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Bisa jadi ini isu yang dimankan Demokrat, karena bisa jadi untuk menaikan elektabilitas. Kita bisa mengaca pada beberapa pergerakan politik yang dilakukan pak SBY itu menggunakan playing victim, mengangkat korban,” terangnya.

Menurutnya, ada kesulitan Demokrat memainkan isu untuk mengangkat elektabilitas lantaran posisinya ada di oposisi.

“Mengangkat isu Demokrat mereka bingung, karena posisinya di oposisi. Kinerja terkait pembangunan yang menyentuh masyarakat tidak ada, tidak signifikan,” paparnya.

Sehingga konflik internal dijadikan momentum agar perhatian publik fokus pada Demokrat.

“Ini ajang momentum bikin isu, kalau tidak ramai, orang tidak akan melihat itu. Makanya dijadikan momentum sehingga orang memperhatikan Demokrat,” ujarnya. (son)

Tags: AHYkonflikMoeldokopartai demokratpolitik

Berita Terkait.

ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Nasional

Lewat Estafet Ideologi, Hensa Ungkap Jejak Pemikiran Sumitro dalam Asta Cita Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:03
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Nasional

Harga Pertamax Naik, Purbaya Optimistis Inflasi Tetap Jinak

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:53
ANTAM Cetak Rekor Pendapatan Rp84,64 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Dividen 70 Persen
Nasional

KKP Perkuat Penataan Pesisir dan Perairan di KEK Industropolis Batang

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:43
Fauzan
Nasional

Wamendiktisaintek Dorong Kampus Cetak Wirausaha Muda, Bukan Sekadar Pencari Kerja

Kamis, 11 Juni 2026 - 03:02
Filep
Nasional

DPD RI Desak Prabowo Bentuk Satgas Antipungli di Kantor Imigrasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:40
Rini
Nasional

Menteri Rini Tancap Gas, Birokrasi Dibikin Makin Lincah dan Serba Digital

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:08

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1193 shares
    Share 477 Tweet 298
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1441 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.