INDOPOSCO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak,Banten, melakukan deteksi dini terkait ancaman bahaya bagi warga binaan dan petugas lapas, baik ancaman dari luar maupun dari dalam lapas,seperti ancaman kebakaran akibat korseleting listrik,sehingga pihaknya sudah bekerjasama dengan PLN sejak tahun 2020 lalu untuk memeriksa kelayakan instalasi listrik di dalam lapas.
Hal ini dikatakan oleh Budi Riswandi, kepala Lapas kelas III Rangkasbitung, menyikapi adanya musibah kebakaran di Lapas kelas I Tangerang yang menewaskan 43 warga binaan yang terpanggang hidup hidup di dalam lapas.
“Untuk mengantisipasi musibah kebakaran akibat korseleting listrik, kami sejak tahun 2020 lalu sudah bekerjasama dengan PLN untuk memeriksa kelayakan instalasi jaringan listrik di areal Lapas,” terang Budi kepada indoposco, Kamis (9/9/2021).
Selain melakukan antisipasi pemeriksaan jaringan instalasi listrik, pihaknya jua selalu memberikan edukasi kepada petugas jaga dan Warga Binaan untuk selalu mematahui SOP (Standar Operasional) di dalam Lapas.Bahkan, setiap Warga Binaan dilarang membawa korek api dan benda yang berbahaya di dalam Lapas. “Kita juga terus memberikan edukasi kepada petugas dan Warga Binaan untuk selalu mematuhi SOP yang ada di Lapas,” cetusnya.
Untuk mengantisipasi ancaman dari luar dan dari Warga Binaan sendiri, pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan TNI/Polri dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), serta stake holder yang ada, agar terciptanya keamanan dan kenyamaan di dalam Lapas. ”Kita selalu berkoordinasi dengan TNI/Polri dan BPBD serta stake holder, agar keamanan dan kenyaaman di dalam Lapas dapat terjamin,” tegasnya.
Menyinggung adanya salah satu warga binaan asal Lapas Rangkasbitung yang ikut menjadi korban tewas dalam musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang atas nama Ajum bin Jaya. Kepala Lapas Kelas III Rangkasbutung, Budi Riswandi mengaku pihaknya kini tengah menelusuri kebenaran infiromasi tersebut.” Petygas kita sedang mendalami dulu ya kang, nanti kalau sudah valid akan dikabari,” tukasnya. (yas)










