• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Harapanan Pidi Baiq atas Hadirnya TV Budaya Indonesiana TV

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 7 September 2021 - 17:53
in Gaya Hidup
Indonesiana TV.

Indonesiana TV.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Sepertinya sebagian besar dari kita agak kurang peduli dengan nilai budaya. Terlebih lagi nilai budaya intelektual, dibandingkan nilai lain seperti uang atau pengakuan. Walaupun hal itu bukan jadi kekurangan atau bagaimana, tapi saya pikir itu oke-oke saja. Toh mereka juga terlihat baik-baik saja”. Pidi Baiq membuka obrolan dengan pancingan permasalahan. Pidi memang gemar mengusik dengan cara yang unik, namun ia merasa tidak perlu melakukannya dengan bombastis, cukup dengan santai dan tertawa saja. “Saya sendiri suka membaca, diskusi dan apa saja yang bisa saya pelajari. Tapi terkadang saya juga hanya ingin tertawa dan tidak mau berpikir” lanjutnya.

Bandung masih diselimuti pembatasan kegiatan akibat pandemi. Tapi berbeda di kediaman Pidi Baiq di sisi Utara Kota Bandung. Tak terasa ada pembatasan karena halaman rumahnya besar sekali, terbuka, dan sangat menyatu dengan alam pegunungan. Suara pepohonan akibat dihampiri angin, dan gemercik air kolam dari ikan-ikan yang sibuk makan siang. Pidi Baiq sendiri hampir banyak menghabiskan waktunya selama pandemi di rumah saja, namun tetap aktif berkarya, berkolaborasi, tentu karena adanya teknologi. Lantas bagaimana Pidi Baiq melihat teknologi internet dan kaitannya dengan proses berkreasi?

BacaJuga:

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

“Saya sudah lama menggunakan internet, saya dengan sengaja menyalahgunakan media internet dengan harapan bisa meningkatkan keterlibatan antara saya dengan kawan-kawan saya. Setidaknya saya ingin mereka membaca hal-hal apa yang saya pikirkan, sama seperti saya juga ingin mengetahui pikiran mereka melalui apa yang mereka tulis. Sejauh yang saya rasakan, saya seperti mendapatkan banyak inspirasi, semangat dan motivasi dari mereka melalui hal-hal seperti itu”, jelas Pidi Baiq yang awalnya memanfaatkan internet sekedar untuk menyapa kawan-kawan lamanya. Namun Pidi menemukan hal lain yang menarik dari media ini, yang kemudian berhasil melahirkan banyak karya-karya.

Mengawali karirnya, Pidi Baiq adalah seorang kartunis, yang kemudian menjadi komikus, dan pelukis. Tidak berhenti sampai di situ, ia mulai menumpahkan ekspresinya lewat lagu. Alasannya sederhana karena Pidi suka dengan lagu rakyat (folk song), selain sederhana, semua orang mudah menyanyikannya, namun punya pesan dan nilai dalam liriknya. Sejak itu lah Pidi Baiq mulai menjadi muisis dengan grupnya yaitu The Panasdalam. Belakangan kita tahu Pidi Baiq mulai merambah dunia perfilman selain sebagai penulis cerita juga penyutradaraan. Bagaimana seorang Pidi Baiq menjelaskan kaitannya kreativitas dan keragaman keprofesian?

“Menulis, menggambar atau membuat komik, masing-masing itu kan “media ungkap” untuk mengekspresikan diri. Saya banyak berpikir tentang kreativitas saya sendiri dan bagaimana saya ingin melakukan lebih banyak proyek kreatif melalui media apa pun. Semakin banyak hal yg saya lakukan, semakin saya menyadari bahwa ini bukan lagi persoalan bagus atau tidaknya karya saya, melainkan saya hanya ingin mengeluarkan pikiran dan emosi saya dengan cara dan melalui media yang berbeda”

Pidi memang memiliki cara pandang yang menarik dalam melihat sebuah karya dan kaitannya dengan kebudayaan. Menurut Pidi tiap generasi memiliki kesempatan yang sama dalam mengekspresikan karyanya termasuk budaya yang ada di mana kita berada. “Kita adalah orang yang dilahirkan oleh kebudayaan, dan berharap melahirkan kebudayaan baru yang sesuai dengan situasi dan keadaannya sendiri. Kita tidak bisa memamamahbiak ide-ide lama, murid harus berkembang biak untuk melahirkan ide-ide baru. Karya saya bukan hal terbaik, tapi saya mengerjakannya sungguh-sungguh. Buat saya berkarya itu totalitas, jika tidak lebih baik, lebih baik tidak.” Jelas Pidi, yang mendorong anak-anak muda untuk berani memanfaatkan masa kini sebagai masa untuk berkarya, tidak terjebak hanya menjadi penikmat karya-karya lama. “Puisi Khairil Anwar itu bagus, tapi dia ada di masa lalu, hari ini adalah milikku”, lanjut Pidi

Apa karya Pidi Baiq yang sebentar lagi akan diluncurkan? “Saya baru saja menyelesaikan novel terbaru saya yang berjudul “Ancika, Dia Yang Bersamaku Tahun 1995”. Novel ini masih ada kaitannya dengan Dilan. Ancika adalah pacar Dilan, setelah beberapa tahun Dilan putus dengan Milea. Novelnya sudah beredar di semua toko buku baku yang masih buka. Tapi ini jaman enak, orang bisa juga membelinya melalui cara online”.

Media dan platform digital nampaknya memang sudah jadi bagian dari cara berekspresi Pidi Baiq. Salah satu media digital yang sedang tren adalah platform OTT (over the top), seperti Netflix, Iflix, MolaTV, dan sebagainya. Bagaimana Pidi Baiq melihat hal ini? terlebih kaitannya dengan akan hadirnya sebuah kanal tayangan digital dari Direktorat Kebudaaan Kemendikbudristek yang khusus menyajikan konten tentang kebudayaan?

“Bagus kalau ada program seperti itu. Walaupun seringkali program pendidikan dan kebudayaan, tidak tersampaikan secara baik, karena kadang-kadang tidak tepat dengan apa yang dimaui oleh mereka, meskipun bertajuk kebudayaan atau apalah namanya. Mungkin ini saatnya kita harus memperbaiki diri agar setiap membuat program-program pendidikan, tidak lagi bersifat normatif atau khusus untuk dunia kreativitas, kita tidak mengendalikannya ke dalam praktik ilmiah dan eksakta”. Demikian harapan Pidi Baiq. “Programnya, bukan cuma menjejalkan banyak teori atau wawasan pengetahuan, tapi juga kita berharap bisa menyetting diri dan membangun kepribadian dengan mentalitas yang baik untuk menjadi diri yang kreatif.” Lanjut Pidi Baiq

Hari semakin terik, ikan-ikan di kolam pun sudah bersembunyi di kedalaman, agar lebih nyaman. Suara angin yang lewat pun sudah tak kentara rasanya sebentar lagi mau masuk waktu Ashar. Pidi Baiq menyudahi obrolan dengan pesan singkat untuk anak-anak muda – para generasi gawai dan pelaku budaya. “Sekarang dunia maya melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Itu menakjubkan! Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkannya dengan sangat baik dan tetap oke, tidak kebawa menjadi instan di dunia nyata” demikian pesan Pidi Baiq sembari pamit masuk ke dalam. (adv)

Tags: Indonesiana TVPidi BaiqTV Budaya

Berita Terkait.

swissbell
Gaya Hidup

Semarak Kemerdekaan, Swiss-Belhotel Pondok Indah Luncurkan “Podjok Ningrat”

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:06
Festival-Kuliner
Gaya Hidup

Surga Kuliner Nusantara! Festival ‘Kampung Legendaris’ Mal Ciputra Jakarta Boyong Santapan Lintas Generasi Tanpa Perlu Keluar Kota

Jumat, 14 Agustus 2026 - 03:13
grandhika
Gaya Hidup

Semarak HUT ke-81 RI, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan “Spirit of Independence”

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:02
V23
Gaya Hidup

Antusiasme Konsumen Menguat, iCAR Catat Lebih dari 1.000 SPK di GIIAS 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:08
changan
Gaya Hidup

Changan Makin Dekat dengan Masyarakat Bali, Dealer 3S Resmi Beroperasi di Jimbaran

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:17
Asus
Gaya Hidup

ASUS ExpertBook P5 G2, Teman Kerja Ringkas dengan Performa dan Fitur AI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3725 shares
    Share 1490 Tweet 931
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.