• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pernikahan Dini Sumbang Angka Stunting Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 4 September 2021 - 10:25
in Nasional
Anak dengan stunting. Foto: Antara

Anak dengan stunting. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan, angka stunting bisa ditekan sejak dini. Salah satu caranya dengan program pendamping keluarga.

Dia menyebut, secara nasional data 2018 menyebutkan bayi yang lahir dengan panjang bayi kurang dari standar sebanyak 22,6 persen.

BacaJuga:

PHI Zona 10 Rayakan Kartini dengan Edukasi Kesehatan dan Penguatan Peran Perempuan

Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam lewat Adhahi

Adaksi Sampaikan 7 Tuntutan pada Hardiknas 2026, Apa Saja

“Dengan pendamping keluarga ini data kelahiran bayi bisa dikawal. Seperti saat melahirkan bisa memasukkan data real time, seperti panjang badan, berat badan, lingkar kepala dan lainnya,” ujar Hasto Wardoyo dalam acara daring, Jumat (3/9/2021) malam.

Ia menyebut, setiap hari kelahiran bayi di Indonesia mencapai 15 hingga16 ribu. Data tersebut, menurutnya, bisa diketahui jumlah bayi dengan panjang kurang dari 48 Cm dan berat badan kurang dari 2500 gram.

“Data yang setiap hari diupdate akan memberikan informasi jumlah potensi bayi stunting. Dengan demikian, kita bisa mengawal agar bisa menekan angka stunting di Indonesia,” terangnya.

Menurut dia, data yang ada saat ini menyebut data kelahiran bayi hingga usia lima bulan dengan panjang badan kurang dari standar mencapai 23,2 persen. Sementara pada bayi anak usia 2 hingga 3 tahun (seribu hari pertama) tinggi badan kurang dari standar mencapai 37,3 persen.

“Kalau anak usia 2-3 tahun kurang dari standar, maka anak selamnya bisa stunting,” ungkapnya.

Untuk menekan angka stunting pada anak juga, masih ujar dia, dengan mencegah kelahiran belum pada waktunya. Sedikitnya saat ini secara nasional, ada 29 persen kelahiran bayi belum pada waktunya.

“Penyebabnya karena faktor anemia dan kehamilan di bawah 20 tahun,” ujarnya.

“Oleh karena itu kita cegah stunting dengan mendewasakan pernikahan. Kalau menikah di usia muda berisiko melahirkan bayi stunting. Sebab, masa pertumbuhan ibu belum selesai,” imbuhnya. (nas)

Tags: bkkbnhasto wardoyoPernikahan Dinistunting

Berita Terkait.

Grup-PHI
Nasional

PHI Zona 10 Rayakan Kartini dengan Edukasi Kesehatan dan Penguatan Peran Perempuan

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:14
haji
Nasional

Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam lewat Adhahi

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:06
adaksi
Nasional

Adaksi Sampaikan 7 Tuntutan pada Hardiknas 2026, Apa Saja

Minggu, 3 Mei 2026 - 05:05
umar
Nasional

Peran Guru Ngaji Itu Memperkuat Moral Bangsa, Ini Penilaian Menag

Minggu, 3 Mei 2026 - 04:44
kai
Nasional

Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, KAI: 76 Orang Telah Kembali dan 24 Masih Jalani Perawatan

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:30
menaker
Nasional

Terbitkan Perpres 25/2026, Pemerintah Pastikan Hak Awak Kapal Perikanan

Minggu, 3 Mei 2026 - 02:20

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3559 shares
    Share 1424 Tweet 890
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1594 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1277 shares
    Share 511 Tweet 319
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.