• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Akademisi IPB: Swasembada Beras di Depan Mata

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 1 September 2021 - 18:30
in Nasional
indoposco

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Program peningkatan produksi beras yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui optimasi peningkatan Indek Pertanaman, percepatan tanam, peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam baru, penyaluran benih unggul, fasilitasi pupuk subsidi, pengawalan kredit KUR khususnya untuk padi lebih dari Rp10 triliun, mekanisasi pra panen, panen dan pasca panen serta kostraling sudah terlihat dampak pada peningkatan produksi. Hal ini diungkapkan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Prima Gandhi dengan mengacu data yang dirilis BPS sehingga menurutnya swasembada sudah di depan mata.

Mengacu data BPS, selalu surplus beras dari tahun ke tahun. Tahun 2018 itu surplus beras 4,37 juta ton, selanjutnya 2019 surplus 2,38 juta ton, terus 2020 surplus 1,97 juta ton

BacaJuga:

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Anggota BPK Meninggal dalam Kebakaran, Polisi Sebut Ada Rekan di Lokasi

“Ini kan surplus bisa dijumlah menjadi surplus kumulatif 8,72 juta ton, karena pengertian surplus ini adalah produksi dikurangi konsumsi setiap tahunnya dan tidak ada impor, sedangkan ekspornya belum terlalu banyak, saat ini dalam tahap inisiasi ekspor,” demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Rabu (1/9/2021).

Menurut Prima Gandhi, melihat program-program yang dilaksanakan Kementan saat ini seperti peningkatan Indek Pertanaman (IP) 400 dan berbagai program strategis lainnya di atas, produksi beras tahun 2021 ini pun diyakini mengalami peningkatan atau surplus.

Pada musim tanam (MT) I pada bulan Oktober-Maret 2020/2021 ini diprediksi surplus lebih dari 3 juta ton dan mudah-mudahan pada MT-II April-September 2021 juga mampu panen Juli-Desember 2021, mampu mempertahankan produksi di saat musim kemarau, sehingga akhir Desember 2021 juga tetap surplus secara signifikan.

“Dan kita ketahui sejak tahun 2019 hingga agustus 2021 ini Indonesia mampu mempertahankan produksi, tidak ada kebijakan impor beras dan tidak ada impor beras umum untuk konsumsi maupun untuk cadangan stok,” sambung Prima Gandhi.

Oleh karena itu, Prima Gandhi menegaskan apabila pemerintah mampu meningkatkan produksi, stok banyak dan tidak impor beras konsumsi hingga akhir Desember 2021, berarti Indonesia mutlak sudah swasembada beras. Melihat program program yang dilaksanakan Kementan saat ini pun telah menunjukkan hasilnya, dimana data dan kondisi lapangan terlihat setiap tahun diperoleh surplus, artinya produksi lebih tinggi dibanding konsumsinya.

“Karena selama 3 tahun berturut-turut tidak impor beras. Kebutuhan konsumsi beras kurun tiga tahun dicukupi dari produksi sendiri,” ucapnya.

Lebih lanjut Prima Gandhi menyebutkan meskipun kondisi cukup sulit akibat pandemi covid 19, ternyata pada tahun 2020-2021 proses produksi tetap berjalan dengan baik dan petani terus bergerak tanam padi. Saat pandemi ini memang berdampak pada sistem distribusi dan aspek konsumsi pangan.

“Sedangkan proses produksi tetap berlangsung sehingga berkontribusi positif terhadap ekonomi,” sebutnya. (bro)

Tags: ipbKementanSurplus Berasswasembada beras

Berita Terkait.

peradi
Nasional

Peradi SAI Dorong Revisi UU Advokat dan Regenerasi Profesi di Era Modern

Sabtu, 9 Mei 2026 - 03:30
dr
Nasional

Cegah Kasus Dokter Meninggal, Menkes Percepat Pemberlakuan Aturan Baru Internsip

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:30
bpk
Nasional

Anggota BPK Meninggal dalam Kebakaran, Polisi Sebut Ada Rekan di Lokasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:31
Award
Nasional

Gelar 8th Top Digital Publik Relations Award 2026 Wujud Apresiasi Kinerja PR di Era Digital

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:47
Penghargaan
Nasional

Wuling Sabet Penghargaan Silver Chinese WOW Brand 2026, Bukti Loyalitas Konsumen Indonesia Kian Kuat

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:37
Guru
Nasional

Sebut Negara Pilih Kasih, JPPI Kritik Pembatasan Masa Tugas Guru Non-ASN

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:53

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3700 shares
    Share 1480 Tweet 925
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Didesak Turun Tangan, Warga Pam Baru Benhil Bersikukuh Tolak Penggusuran Paksa

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Tuduh Seskab Teddy Gay, Amien Rais Siap Hadapi Gugatan Hukum

    662 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1298 shares
    Share 519 Tweet 325
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.