• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Soal Kebocoran Data Pribadi pada Aplikasi eHAC, Begini Kata Pakar IT

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 31 Agustus 2021 - 19:10
in Headline
indoposco

Pakar Sistem Informasi Manajemen, Wing Wahyu Winarno.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC yang dikelola Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sangat memperihatinkan dan patut disayangkan.

“Sangat memprihatinkan, aplikasi eHAC yang wajib digunakan oleh para penumpang pesawat udara ini mengalami kebocoran data. Masyarakat benar-benar tidak berdaya, karena harus menggunakan aplikasi, tapi ternyata aplikasinya membocorkan data pribadi mereka,” ujar pakar sistem informasi manajemen atau Information Technology (IT), Wing Wahyu Winarno, ketika dihubungi Indoposco.id, Selasa (31/8/2021) sore.

BacaJuga:

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

Ia mengatakan kebocoran data ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya kurangnya komitmen para penyelenggara sistem, kurangnya pengetahuan tentang pengamanan sistem, dan memang karena ada niat untuk merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem.

“Kemungkinan pertama terjadi bila manajemen pengelola sistem beranggapan bahwa kalau membangun sistem informasi, sudah cukup apabila aplikasinya jadi, sehingga faktor keamanan tidak perlu dipikirkan,” ujarnya.

Bahkan di dalam perusahaannya, kata Wing Wahyu Winarno, seringkali tidak ada staf yang terampil di bidang keamanan sistem informasi.

“Bahkan ketika mereka menunjuk pengembang pun, seringkali tidak pernah disinggung masalah keamanan datanya, karena tujuannya aplikasi segera tampil dan digunakan,” katanya.

Lebih jauh, Wing mengatakan kemungkinan kedua adalah kurangnya pengetahuan manajemen perusahaan dalam menyediakan aplikasi.

“Mereka sudah merasa cukup aman dengan user id dan password. Padahal di dalam jaringan Internet, banyak sekali lubang yang bisa ditembus oleh para hacker. Oleh karena itu, para pimpinan perusahaan harus sering menambah pengetahuan tentang keamanan sistem,” tegas Wing.

Ketiga, lanjut Wing, tidak dipungkiri ada pihak-pihak yang tidak suka apabila tersedia sebuah aplikasi yang sangat bermanfaat.

“Bisa jadi karena bisnis mereka terganggu, atau mereka punya dendam tersendiri kepada penyelenggara sistemnya, sehingga mereka justru membantu pihak-pihak yang ingin menyerang sistem tersebut,” jelasnya.

Wing mengungkapkan, untuk mencegah terjadinya kebocoran data pribadi, sebenarnya pemerintah sudah berupaya menerbitkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Data Pribadi, sudah sejak 4 tahun yang lalu, namun sampai hari ini belum juga disetujui oleh DPR.

“Mungkin terlalu banyak pihak yang bakal dirugikan dengan diterbitkannya RUU PDP ini menjadi UU PDP. Di dalam RUU tersebut diatur, pihak-pihak yang mengelola data individu, harus bertanggung jawab kalau terjadi kebocoran. Sanksinya sangat berat. Nah, tentu banyak pihak yang berkeberatan kalau ternyata di sistemnya terjadi kebocoran, maka mereka akan membayar ganti rugi yang sangat besar, bahkan sampai hukuman kurungan,” ujarnya.

Wing menegaskan, mengingat kejadian ini sudah beberapa kali terjadi, sudah saatnya pemerintah dan DPR segera mensahkan RUU PDP menjadi UU PDP, agar masyarakat luas tidak dirugikan. (dam)

Tags: Aplikasi eHACkebocoran dataSistem Informasi

Berita Terkait.

Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39
spbu
Headline

Pertamina Turunkan Harga Pertamax Jadi Rp15.950 per Liter Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:55
bgnn
Headline

Putusan MK Larang Anggaran Pendidikan untuk MBG, Kepala BGN Pilih Buang Badan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:07
makan
Headline

Following Constitutional Court Ruling Barring Education Funds for MBG, National Nutrition Agency Refers Budget Questions to Finance Ministry

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:06
hutan
Headline

BNPB Records 42 Disasters at End of July, Wildfires and Drought Dominate

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 05:55

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2088 shares
    Share 835 Tweet 522
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2214 shares
    Share 886 Tweet 554
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1072 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Persebaya Juara Grup B, Persija Dampingi ke Semifinal Piala Presiden

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3180 shares
    Share 1272 Tweet 795
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.