• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Duh Situasi Haiti Terus Memburuk Pascagempa 7,2

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 23:15
in Internasional
Pengikut mantan Presiden Haiti Michel Martelly adu jotos saat berebut amplop berisi sumbangan uang tunai dari pengawal Martelly usai mengunjungi rumah sakit OFATMA pascagempa bumi, di Les Cayes, Haiti (20/8/2021). Foto : Antara /Reuters/Ricardo Arduengo/aww.

Pengikut mantan Presiden Haiti Michel Martelly adu jotos saat berebut amplop berisi sumbangan uang tunai dari pengawal Martelly usai mengunjungi rumah sakit OFATMA pascagempa bumi, di Les Cayes, Haiti (20/8/2021). Foto : Antara /Reuters/Ricardo Arduengo/aww.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pada Sabtu (21/8/2021), ketegangan di Haiti meningkat ketika daerah-daerah yang sulit dijangkau belum mendapat bantuan usai dihantam gempa besar yang menewaskan lebih dari 2.000 orang pekan lalu.

Banyak warga Haiti yang rumah dan mata pencahariannya hancur oleh gempa magnitudo 7,2 pada 14 Agustus 2021 mengatakan mereka bahkan tidak tahu bagaimana harus memulai lagi kehidupan mereka.

BacaJuga:

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Kesal dengan bantuan yang tak kunjung tiba, warga menyerang truk-truk bantuan di sejumlah kota di bagian selatan negara Karibia yang miskin itu.

Pertikaian antarwarga terjadi setelah mantan Presiden Michel Martelly mengunjungi sebuah RS di kota Les Ceyes, di mana seorang stafnya meninggalkan amplop berisi uang yang diperebutkan banyak orang.

“Kami prihatin dengan situasi keamanan yang memburuk yang bisa mengganggu bantuan kami kepada warga Haiti yang rentan. Kami sedang berbicara dengan otoritas dan semua pihak untuk berusaha mencegah hal ini,” kata Pierre Honnorat, kepala Program Pangan Dunia PBB di Haiti dilansir Reuters melalui Antara.

Korban tewas akibat gempa mencapai 2.189 orang dan diperkirakan 332 orang masih hilang. Namun, penduduk kota-kota di daerah pedesaan selatan masih mencari jenazah orang-orang yang diyakini tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Puluhan ribu rumah hancur, membuat banyak keluarga tak punya pilihan selain tidur di tempat terbuka meski diguyur hujan deras saat malam. Musim angin topan di wilayah Karibia berlangsung hingga akhir November dan Perdana Menteri Ariel Henry telah memperingatkan warga Haiti untuk bersiap menghadapi lebih banyak badai.

“Setelah fase darurat, yang kami harapkan berlangsung hanya beberapa pekan, kami harus mulai berpikir tentang rekonstruksi,” kata Henry dalam pertemuan dengan Organisasi Negara-Negara Amerika pada Jumat untuk meminta bantuan dari negara-negara tetangga.

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan di Twitter bahwa kapal angkatan laut USS Arlington tengah menuju Haiti dengan membawa sejumlah helikopter, tim dokter bedah dan kapal pendarat untuk membantu upaya penanggulangan.

Sejumlah negara, termasuk AS, telah mengirimkan bantuan dan tim penyelamat. Upaya menjangkau daerah-daerah yang sangat membutuhkan bantuan terhambat oleh longsor dan kerusakan jalan utama.

Selain itu, perkelahian antargeng juga mempersulit perjalanan antara ibu kota Port-au-Prince dan wilayah selatan di mana lahan pertanian dan sumber air minum telah hancur. Hewan-hewan ternak juga mati dalam bencana tersebut.

Para pejabat dan penduduk kota-kota kecil dan daerah-daerah pedesaan terus mencatat jumlah warga yang tewas dan hilang. Bagi banyak warga lainnya, gempa itu telah menjungkirbalikkan hidup mereka secara diam-diam namun berdampak panjang.

Manithe Simon, 68 tahun, berdiri di depan rumahnya yang roboh di Marceline pada Jumat. Dia masih syok, begitu cepat bulan madunya berubah menjadi mimpi buruk.

Beberapa hari sebelum gempa, dia dan Wisner Desrosier akhirnya memutuskan untuk menikah di gereja setempat. Mereka telah hidup bersama dan membesarkan empat anak mereka selama 44 tahun.

Kini kamar tidurnya, di mana dia berpose untuk foto pernikahan dalam gaun putih tak berlengan dan bunga-bunga yang menghiasi ranjang, terkubur reruntuhan. “Pernikahan kami begitu indah, meskipun hari itu hujan sangat deras,” tandasnya. “Namun kini kami kehilangan segalanya,” ujarnya. (aro)

Tags: gempa bumiHaititewas

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Iran Tepis Ancaman Sanksi Ekonomi Trump: Melanjutkan Kebijakan Gagal

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:09
Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa
Internasional

Tolak Pola Konflik Berulang, Menlu Iran: Kami Ingin Berakhirnya Perang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:30
kbri
Internasional

Perayaan HUT RI di Kanada, KBRI Beri Penghargaan untuk Dua Sosok Penting

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:10
Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis
Internasional

Gempa NTT, Presiden Iran Sampaikan Dukacita dan Tawarkan Bantuan Medis

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:15
Gunil Keluar, Xdinary Heroes Langsung Batalkan Sejumlah Jadwal
Internasional

KASA Korea Gandeng BIGBANG sebagai Duta Kehormatan Perdana

Minggu, 16 Agustus 2026 - 01:27
jubir
Internasional

Karoline Leavitt Mundur dari Jabatan Jubir Gedung Putih Akhir Agustus

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:07

OLAHRAGA

Dari Lapangan Hijau, YKK–Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Ratusan Anak Indonesia
Olahraga

Dari Lapangan Hijau, YKK–Real Madrid Foundation Nyalakan Mimpi Ratusan Anak Indonesia

Editor Folber Siallagan
Jumat, 28 Agustus 2026 - 22:05

INDOPOSCO.ID - Lapangan sepak bola di The Arena, British School Jakarta (BSJ), tak sekadar menjadi tempat mengejar bola. Selama tiga hari,...

SelengkapnyaDetails
Trophi-Liga-Champions

Drawing Liga Champions: Deretan Bigmatch Langsung Hiasi Fase Liga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:47
Piala-AFF

Bekuk Tailan di Final AFF, Kim Sang Sik Ukir Sejarah untuk Vietnam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:43
RF

Jakarta Jadi Saksi, RF ONLINE NEXT Bawa Kejutan Besar untuk Player Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:03
Persija

TC di Thailand Usai, Shin Tae-yong Pamerkan Persija yang Berbeda

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:02

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.