• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Orang Tua dan Saudara Meninggal Covid-19, Bocah WNI Jadi Yatim Piatu di Malaysia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 6 Agustus 2021 - 22:21
in Headline
Pengurus PCIM Malaysia Supardi bersama Wafi, bocah asal WNI. Foto: Antara/Ho-Mien

Pengurus PCIM Malaysia Supardi bersama Wafi, bocah asal WNI. Foto: Antara/Ho-Mien

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang bocah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, Mohd Fadlul Wafi (10) menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

“Wafi merupakan anak dari pasangan suami istri Isngaini dan Ruliatin. Pak Isngaini wafat 19 Juli 2021 karena Covid-19 setelah itu disusul istrinya pada 24 Juli,” ucap tetangga Wafi, Sholikhan pada saat dihubungi di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (6/8/2021).

BacaJuga:

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Isngaini merupakan WNI asal Ponorogo, Jawa Timur yang memiliki kartu tanda penduduk tetap Malaysia atau IC merah, sedangkan istrinya asal Lamongan pemegang paspor mengikuti suaminya.

“Ayahnya meninggal di saat isolasi mandiri di rumah, sedangkan istrinya meninggal di rumah sakit karena tertular suaminya. Wafi sendiri negatif serta isolasi di rumah,” tuturnya seperti dikutip Antara, Jumat (6/8/2021).

Wafi disaat ini kelas 4 di Sekolah Kebangsaan (SK) Kampung Baru. Dia bisa masuk ke sekolah Malaysia karena ayahnya pemegang IC merah.

Almarhum Isngaini sehari- hari bekerja sebagai tukang besi sedangkan Ruliatin bekerja sebagai petugas kebersihan di tempat sekolah anaknya.

Di saat ini Mohd Fadhlu Wafi tinggal bersama saudara dari almarhum Ruliatin, Khakim. Wafi tidak hanya ditinggalkan kedua orang tuanya, tetapi juga oleh dua orang saudara ibunya di Kuala Lumpur.

“Dalam dua minggu dia kehilangan empat orang yang disayangi. Pertama bapaknya disusul ibunya lalu dua orang saudara dari ibunya. Meninggal di Hospital Selayang dan Hospital Kuala Lumpur,” ujar tetangga depan rumahnya, Nazikin.

Sejumlah donasi sudah diberikan kepada Wafi di antaranya dari DPLN SBMI Malaysia, APMI Malaysia, KBRI Kuala Lumpur, masyarakat setempat sedangkan Ustadz Ahmad Fathoni dari PCIM Malaysia menawarkan untuk memasukkan ke Rumah Aman Children Home. ” Saya menawarkan untuk memasukkan ke dalam rumah kebajikan (panti asuhan, red) yang pernah saya asuh,” tandasnya. (mg2)

Tags: coronacovid-19MalaysiaTKI

Berita Terkait.

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa
Headline

Menteri P2MI: Kerja Sama dengan Jerman Jadi Tonggak Penting PMI Sektor Formal di Eropa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:31
Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7124 shares
    Share 2850 Tweet 1781
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.