INDOPOSCO.ID – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengaku prihatin adanya pihak-pihaknya yang mempermainkan harga jual obat Covid-19 di pasaran. Beruntung keluhan publik dengan sigap ditindaklanjuti oleh Presiden Jokowi dengan memerintahkan bawahannya melakukan sidak.
“Terima kasih pak Presiden telah memberikan sentuhan melalui sidak-sidak pejabat negara,” tutur perwakilan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Bestari Barus kepada wartawan, Rabu (7/7/2021).
Dalam kesempatan itu, Barus juga mengeluhkan Badan POM yang terkesan menjegal pihaknya yang bergerak untuk membantu menyelamatkan anak bangsa melalui distribusi obat Covid-19 merk Lianhua Qingwen Capsules.
Padahal, obat herbal ini sempat didistribusi ke masyarakat dan sudah dikonsumsi sebagian orang tanpa ada keluhan dan efek samping. Bestari mengaku obat herbal tersebut solusi alternatif bagi orang yang tidak mendapat pelayanan faskes
”Saya bersaksi bahwa sangat banyak yang menerima manfaat herbal ini. Termasuk ketika saya diminta tolong kirim oleh RSUD Tarakan Kaltara, karena RS terpaksa menutup pelayanan diakibatkan ratusan nakesnya terpapar Covid-19. Saya mengirimkan 1.200 pack obat Lianhua Qingwen Capsules atas permintaan dr.Janta Firdaus. Alhamdulillah testimoninya semua sembuh dari Covid-19 dan tak satupun yang celaka akibat mengkonsumsi herbal ini,” beber Bestari.
“Sayang, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia tidak diberikan izin import lagi oleh Badan POM. Entahlah karena apa,” keluh mantan Anggota Komisi D Bidang Pembangunan untuk DPRD DKI Jakarta periode 2014–2019 ini.
Dirinya menilai Badan POM sudah diskriminatif kepada pihaknya selaku swasta yang peduli di tengah situasi pandemi. “Pertanyaannya, apakah ini karena Yayasan Buddha Tzu Chi tidak menjual obat ini dan membagikan secara gratis, membuat mekanisme pasar terganggu? Mohon menjadi perhatian Pak Presiden agar masyarakat masih bisa mendapatkan kembali harapannya melalui ketersediaan Herbal Lianhua ini,” harapnya. (gin)











