• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

800 Toko Kelontong Swedish Coop Ditutup, Ini Penyebabnya

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Minggu, 4 Juli 2021 - 13:29
in Internasional
indoposco

Ilustrasi serangan siber (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 800 toko kelontong Swedish Coop terpaksa ditutup karena tidak dapat mengoperasikan mesin kasirnya pada Sabtu (3/7/2021). Ada dugaan mesin tersebut tak bisa dibuka karena salah satu serangan terbesar “ransomware”.

Penutupan pengecer makanan utama mengikuti serangan yang luar biasa canggih pada Jumat terhadap penyedia teknologi AS Kaseya. Geng “ransomware” yang dikenal sebagai REvil diduga membajak alat manajemen desktop Kaseya VSA dan mendorong pembaruan berbahaya yang menginfeksi penyedia manajemen teknologi yang melayani ribuan bisnis.

BacaJuga:

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Huntress Labs, salah satu yang pertama membunyikan alarm gelombang infeksi pada klien penyedia, mengatakan Sabtu bahwa ribuan perusahaan kecil mungkin telah terkena.

Kaseya yang berbasis di Miami mengatakan pihaknya bekerja sama dengan FBI dan hanya sekitar 40 pelanggannya yang terkena dampak secara langsung. Kaseya tidak mengomentari berapa banyak dari mereka adalah penyedia yang pada gilirannya menyebarkan perangkat lunak berbahaya ke orang lain.

Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu malam, FBI mengatakan sedang menyelidiki dan koordinasi dengan Badan Keamanan Cybersecurity dan Infrastruktur AS.

“Kami mendorong semua yang mungkin terpengaruh untuk menggunakan mitigasi yang direkomendasikan dan bagi pengguna untuk mengikuti panduan Kaseya untuk segera mematikan peladen VSA,”ujarnya dilansir dari Antara.

Bisnis yang terkena dampak memiliki berkas yang dienkripsi dan meninggalkan pesan elektronik yang meminta pembayaran tebusan ribuan atau jutaan dolar. Beberapa ahli mengatakan waktu serangan, pada Jumat sebelum liburan akhir pekan yang panjang di AS, ditujukan untuk menyebarkannya secepat mungkin saat karyawan tidak bekerja.

“Apa yang kita lihat sekarang dalam hal korban kemungkinan hanya puncak gunung es,” tegas Adam Meyers, Wakil Presiden Senior Perusahaan Keamanan CrowdStrike.

Presiden Joe Biden mengatakan pada Sabtu bahwa dia telah mengarahkan badan-badan intelijen AS untuk menyelidiki siapa yang berada di balik serangan itu.

Menurut Coop, salah satu rantai grosir terbesar di Swedia, alat yang digunakan untuk memperbarui kasir dari jarak jauh terpengaruh oleh serangan itu, sehingga pembayaran tidak dapat diambil.

“Kami telah memecahkan masalah dan memulihkan sepanjang malam, tetapi telah mengomunikasikan bahwa kami perlu menutup toko hari ini,” ujar juru bicara Coop Therese Knapp kepada Televisi Swedia.

Kantor berita Swedia TT mengatakan teknologi Kaseya digunakan oleh perusahaan Swedia Visma Esscom, yang mengelola peladen dan perangkat untuk sejumlah bisnis Swedia.

Layanan kereta api negara bagian dan jaringan apotek juga mengalami gangguan.

“Mereka terpukul dalam berbagai tingkatan,” ungkap kepala eksekutif Visma Esscom Fabian Mogren kepada TT.

Menteri Pertahanan Peter Hultqvist mengatakan kepada televisi Swedia bahwa serangan itu “sangat berbahaya” dan menunjukkan bagaimana badan-badan bisnis dan negara perlu meningkatkan kesiapsiagaan mereka.

“Dalam situasi geopolitik yang berbeda, mungkin aktor pemerintah yang menyerang kita dengan cara ini untuk melumpuhkan masyarakat dan menciptakan kekacauan,” pungkasnya. (gin)

Tags: SwediaSwedish Coop

Berita Terkait.

Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41
KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI
Internasional

KPTDP Gandeng Tony Blair Percepat Pemerintahan Digital Berbasis AI

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:44
Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga
Internasional

Run for Free Palestine Jadi Aksi Perdana, Komnas Palestina Resmi Menggalang Solidaritas Warga

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:01
Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis
Internasional

Asia Tenggara Satukan Kekuatan Riset, ASEAN4TB Siap Percepat Eliminasi Tuberkulosis

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:22
iran
Internasional

Timur Tengah Membara Lagi! AS-Iran Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk

Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:11
Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis
Internasional

Drama Penyanderaan 4 WNI di Somalia, DPR Pastikan Pemerintah Siapkan Langkah Berlapis

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:17

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1519 shares
    Share 608 Tweet 380
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1140 shares
    Share 456 Tweet 285
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2482 shares
    Share 993 Tweet 621
  • Jadwal Perempatfinal Piala Dunia: Dibuka Prancis vs Maroko, Ditutup Argentina Kontra Swiss

    793 shares
    Share 317 Tweet 198
Julian-Alvarez
Olahraga

Jelang Laga Semifinal Kontra Inggris, Argentina Fokus Pemulihan Fisik

Editor Ali Rachman
Senin, 13 Juli 2026 - 11:03

INDOPOSCO.ID - Tim nasional (Timnas) Argentina fokus melakukan pemulihan fisik jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Timnas Inggris yang...

SelengkapnyaDetails
Halland

Usai Norwegia Dikalahkan Inggris, Haalad: Kami Punya Generasi yang Luar Biasa

Senin, 13 Juli 2026 - 10:02
Alvarez

Hasil Piala Dunia: Bekuk Swiss, Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:24
Bellingham

Hasil Piala Dunia: Tumbangkan Norwegia via Extra Time, Inggris ke Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:09
Kane

Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.