• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Penerapan PPKM Mikro Setengah Hati

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 29 Juni 2021 - 20:50
in Headline
Mobilitas masyarakat di Jakarta. Foto: Antara

Mobilitas masyarakat di Jakarta. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menegaskan, lonjakan kasus Covid-19 saat ini disebabkan oleh varian baru Covid-19. Kendati lonjakan Covid-19 disebabkan oleh beberapa faktor lainnya.

“Harus ada pembatasan mobilitas di hulu, ini pandemi,” kata Prof Tjandra Yoga Aditama dalam acara daring, Selasa (29/6/2021).

BacaJuga:

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Dia tidak menyalahkan masyarakat yang masih melakukan mobilitas saat ini. Karena masih banyak perkantoran yang buka dan sekolah dan perguruan tinggi yang buka. Sementara pemerintah telah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro.

“Jadi kalau memang itu 75 persen work from home (WFH), maka mobilitas di Sudirman tidak akan sama dengan waktu-waktu sebelumnya. Ini (PPKM) Mikro jelas tidak terjadi,” katanya.

Ia menegaskan, agar pelaksanaan PPKM Mikro bisa optimal, maka harus ada pengawasan ketat. “Bagaimana masyarakat bisa menjaga jarak, apabila harus dipaksa tetap bekerja,” ucapnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, dampak lonjakan kasus Covid-19 menyebabkan tenaga kesehatan (Nakes) kelelahan. Dan ini sangat berbahaya. Karena Nakes bisa rentan terpapar Covid-19 dan layanan kesehatan pun menurun.

“Kalau tenaga kesehatan sudah kewalahan, mereka kelelahan. Bagaimana 1 dokter harus melayani 50-100 pasien, jumlah ini jelas tidak normal. Pasti layanan kesehatannya akan terganggu,” terangnya.

“Dan apabila tenaga kesehatan sakit, maka layanan kesehatan akan terganggu bukan saja kepada pasien, tetapi juga kepada masyarakat,” imbuhnya.

Oleh karena, dikatakan Prof Tjandra, maka pemerintah harus menerapkan peraturan yang lebih ketat, misalnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Atau pemerintah lebih ketat mengawasi pelaksanaan PPKM Mikro.

“Ya harus konsisten kalau mau menerapkan PPKM Mikro, atau apalah kebijakan yang lebih ketat, seperti PSBB,” ungkapnya. (nas)

Tags: covid-19PPKM Mikro

Berita Terkait.

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus
Headline

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:57
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Headline

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31
Syarief-Sulaeman-Nahdi
Headline

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:46
Analisis
Headline

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:06
Aparat
Headline

Kawal Demo di Monas hingga DPR, Polres Jakpus Kerahkan 3.099 Personel

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:04
SPBU
Headline

DPR Soroti Kenaikan Pertamax, Minta Tarif Listrik hingga Gas Melon Tetap Terjangkau

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:41

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    955 shares
    Share 382 Tweet 239
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1523 shares
    Share 609 Tweet 381
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.