• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Pertahankan Kenaikan di Asia usai Data Manufaktur AS Menguat

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 2 Juni 2021 - 11:04
in Ekonomi
indoposco

Dokumentasi. Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer, Jakarta. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar dolar AS mempertahankan kenaikan tipis di perdagangan Asia pada Rabu pagi, setelah menguat semalam karena peningkatan data manufaktur AS membuat ekspektasi tetap ada untuk normalisasi kebijakan Federal Reserve yang lebih cepat.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, melayang tepat di bawah 90 setelah merosot ke level 89,662 pada Selasa (1/6/2021) dan mendekati level terendah sejak 7 Januari di 89,533, demikian dikutip Antara.

BacaJuga:

ILF dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, 210 Peserta dari 14 Negara Ramaikan Pameran Manufaktur

Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, DPR Ingatkan Ancaman di Balik Angka Positif

Berani Masuk Wilayah Berisiko Tinggi, PHE Siapkan Babak Baru Eksplorasi Migas

Demikian juga, euro diperdagangkan pada 1,2222 dolar AS setelah mundur dari dekat puncak multi-bulan semalam, dan naik menjadi 1,22545 dolar AS.

Investor juga mengawasi lintasan yuan China yang baru-baru ini bullish. Yuan terakhir di 6,3798 per dolar dalam perdagangan luar negeri, setelah mundur dari tertinggi tiga tahun 6,3526 yang dicapai pada Senin (31/5/2021) karena pembuat kebijakan mengambil langkah-langkah untuk mendinginkan kenaikannya termasuk menaikkan persyaratan cadangan devisa bank.

Sterling juga tetap lebih rendah di 1,4160 dolar AS setelah turun dari level tertinggi tiga tahun di 1,4250 dolar AS yang dicapai Selasa (1/6/2021), sementara dolar Kanada berada di 1,20590 per greenback setelah reli ke puncak baru enam tahun 1,2007 dolar Kanada semalam saat harga minyak naik.

“Arah dolar jelas menjadi fokus,” kata Shinichiro Kadota, ahli strategi mata uang senior di Barclays di Tokyo.

“Pasar terbelah dalam pandangannya” tentang apakah tekanan inflasi saat ini akan bersifat sementara, seperti yang dikatakan The Fed, atau bertahan cukup lama untuk memaksa pembuat kebijakan mengurangi stimulus dan menaikkan suku bunga lebih awal dari yang mereka isyaratkan sejauh ini, kata Kadota.

“Bahkan jika inflasi terus melampaui batas, saya pikir The Fed akan terus mengatakan itu sementara, tetapi pasar tidak akan tahu pasti sampai jatuh, jadi kami terjebak dalam ketidakpastian ini.”

Dalam jangka pendek, euro dan yuan akan menjadi kunci dalam menentukan apakah dolar pada posisi yang kurang menguntungkan atau di tahap rebound, katanya.

Pada Selasa (1/6/2021), Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS naik pada Mei karena permintaan yang terpendam di tengah pembukaan kembali ekonomi mendorong pesanan.

Dolar awalnya diperdagangkan lebih rendah atas laporan tersebut, di mana ISM mengatakan potensi pertumbuhan manufaktur terus terhambat oleh ketidakhadiran pekerja dan penutupan sementara karena kekurangan suku cadang dan tenaga kerja.

Kekurangan ketenagakerjaan tersebut akan menjadi perhatian utama dan pusat pikiran investor pada Jumat (4/6/2021) dengan rilis angka penggajian (payrolls) non pertanian untuk Mei, setelah angka April yang jauh lebih lemah dari perkiraan mengirim indeks dolar merosot 0,7 persen pada 7 Mei.

Indeks dolar sebagian besar datar dari Selasa (1/6/2021) di 89,877, tapi tetap saja jauh dari tertinggi Jumat (28/6/2021) di 90,447, ketika ukuran inflasi AS yang diawasi ketat oleh The Fed membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 1992. (arm)

Tags: asianilai tukar dolar

Berita Terkait.

ILF
Ekonomi

ILF dan IGT Expo 2026 Resmi Dibuka, 210 Peserta dari 14 Negara Ramaikan Pameran Manufaktur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:05
Said
Ekonomi

Ekonomi Tumbuh 5,29 Persen, DPR Ingatkan Ancaman di Balik Angka Positif

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:24
phe
Ekonomi

Berani Masuk Wilayah Berisiko Tinggi, PHE Siapkan Babak Baru Eksplorasi Migas

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:09
New Xforce Banjir Peminat, MMKSI Maksimalkan Momentum GIIAS 2026
Ekonomi

New Xforce Banjir Peminat, MMKSI Maksimalkan Momentum GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:20
Momentum GIIAS 2026, MMKSI Maksimalkan Program Kepemilikan Menarik dan Layanan Purna Jual Bernilai Tambah
Ekonomi

Diserbu Pengunjung, Ini Promo Menarik Mitsubishi Motors Selama Gelaran GIIAS 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:30
Cenderung Bervariatif, Sebagian Besar Wilayah Jakarta Cerah Hingga Berawan Hari Ini
Ekonomi

Mesin Baru Ekonomi Indonesia Mulai Dipacu, Era Digital Jadi Penentu

Kamis, 6 Agustus 2026 - 09:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2175 shares
    Share 870 Tweet 544
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1984 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1459 shares
    Share 584 Tweet 365
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.