• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Gubernur Banten Sebut Pemotongan Dana Hibah Ponpes Akibat di Luar Kontrol

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 25 Mei 2021 - 04:50
in Headline
indoposco

Ilustrasi. Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim menyebutkan, terjadinya pemotongan terhadap bantuan dana hibah untuk Pondok Pesantren karena di luar kontrol pengawasannya. Alasannya, pencairan dana itu ditranfer langsung ke rekening setiap penerima.

Hanya pada pelaksanaanya terungkap ada oknum yang datang ke penerima hibah dan meminta jatah untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

BacaJuga:

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

“Sistem yang sudah kita bangun sudah bagus, tidak manual langsung ke rekening. sudah terkontrol di situ. Cari korupsinya dimana? Apakah di perjalanan itu? Saya ngasih duit ke rekening udah, tapi gak mugnkin di potong karena melalui rekening. Tapi kalau dia menerima duit, lalu ada yang datang, itu di luar kotrol kita,” katanya, Senin (24/5/2021).

Namun, dia mengklaim mekanisme perencanaan bantuan dana hibah Ponpes telah dilakukan dengan baik. Pelaksanaan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dilakukan oleh masing-asing pengguna anggran sesuai delegasi gubernur.

Mengingat, sejak dirinya menjadi Gubernur Banten, telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengaudit penggunanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) disetiap dinas.

“Ketika dilaksanakan menjadi tanggung jawab sepenuhnya dinas dan menandatangani perjanjian dalam bentuk NPHD. Secara teknis yang bertanggungjawb pelaksanaan. Tidak ada kepentingan, masa gubernur gagah begini motong duit pesantren. Nggak perlu sumpah saya,” ujarnya.

Dtambah, jika konsep perencanaan bantuan hibah salah, maka akan ada evaluasi dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau hibah itu salah, konsepnya tidak sesuai pasti kena potong atau kena evaluasi dari Kemenagri. Itu disetujui, turun ke kita, baru diatur mekanismme kita, itu dinamakan kalender pembangunan, dialurkan oleh yang bersangkutan melalui rekening penerima. Hibah bukan hanya pesatren, hibah itu banyak sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Ia mengaku, peristiwa ini akan dijadikan pelajaran agar pelaksanaan dana hibah Ponpes tahun anggaran 2021 tidak dilakukan korupsi.

“Ini sebagai pelajaran harus selektif lagi, jangan sampai ada yang memanfaatkan. Kasus ini ada korupsi ya, tapi jangan melebar kemana-mana. Saya perintahkan untuk data faktual, ada nama terminnya, sekarang lagi dikumpulin, terus diambil  kesimpulan. Perkataan itu fiktif belum, masih kita cari pembuktiannya, bisa jadi ada, tapi bisa jadi tidak ada, masih proses,” pungkasnya. (son)

Tags: Korupsi Dana Hibah PonpesKorupsi Hibah PonpesPemotongan Dana Hibah PonpesPemprov Banten

Berita Terkait.

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus
Headline

Soroti Kasus Keluarga Jokowi, Sobary Sebut Pendekatan Hensa Terjebak “Tragedi Sisyphus

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:46
MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus
Headline

MUI Minta LGBT Dipidanakan, Desak Pemerintah Bentuk Aturan Khusus

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:57
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Headline

3 Jurus Baru JKN Diluncurkan, BPJS Watch: Jangan Reformasi Cuma Ganti Nama Masalah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:31
Syarief-Sulaeman-Nahdi
Headline

Tersangka Korupsi MBG Bertambah, Komisaris Penyedia Motor Listrik Ditahan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:46
Analisis
Headline

Indonesia Punya Laboratorium Uji Cesium Produk Perikanan Pertama di Asia Tenggara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:06
Aparat
Headline

Kawal Demo di Monas hingga DPR, Polres Jakpus Kerahkan 3.099 Personel

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:04

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    4435 shares
    Share 1774 Tweet 1109
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1376 shares
    Share 550 Tweet 344
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1530 shares
    Share 612 Tweet 383
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.