• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Covid-19 Varian India Sudah Masuk, Ketua DPRD Jatim Imbau Warga Tidak Mudik

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 11 Mei 2021 - 18:43
in Nusantara
indoposco

Ilustrasi. Petugas kepolisian bersama Satpol PP dan Dishub sosialisasi larangan mudik, serta membagikan masker kepada pengguna jalan yang belum memakai masker di Pos Yustisi Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (7/5). Foto: Instagram/@tmcpoldametro

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Masyarakat diajak agar tidak nekat mudik pada lebaran Idulfitri 1442 Hijriah/2021. Kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah untuk menjaga keselamatan masyarakat dari penularan Covid-19.

“Covid-19 belum berakhir, masih ada. Bahkan juga varian-variannya seperti varian India sudah masuk, varian Afrika sudah masuk, Inggris sudah masuk, B117 juga sudah ada. Bukan hanya di Indonesia, tapi Jawa Timur juga sudah ada,” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Kusnadi, Selasa (11/5/2021).

BacaJuga:

Peringati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa Gencarkan Skrining dan Dukungan Nutrisi Pasien

Dominasi Gresik! Saifuddin-Erman Taklukkan Wakil Makassar di Final Turnamen Domino

Bea Cukai Tegal Sita 1,1 Juta Batang Rokok Ilegal dari Paket Ekspedisi, Modus Disamarkan

Ia mengungkapkan, berdasarkan paparan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP), varian-varian virus baru itu penularan dan reaksinya lebih cepat dibandingkan Covid-19 yang pertama masuk ke Indonesia.

“Oleh karena itu, pemerintah menerapkan kebijakan larangan mudik yang salah satunya untuk mencegah penularan varian virus baru itu. Sebenarnya larangan (mudik) itu ditujukan bagaimana supaya kita itu tidak meninggalkan protokok kesehatan,” jelasnya

Berkaca pada pengalaman kasus Covid-19 yang terjadi di India, saat perayaan hari besar keagamaan, kata dia, ribuan warga mengikuti ritual keagamaan di Sungai Gangga tanpa menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi setelah selesai perayaan, kasus Covid-19 India justru semakin meningkat. Ini kemudian membawa dampak yang besar sekali bagi India. Nah, apakah kita itu juga akan seperti itu. Inilah yang dijaga oleh pemerintah, jangan kita kemudian sampai mengalami peristiwa yang terjadi seperti di India,” paparnya.

Oleh sebab itu, Kusnadi kembali mengingatkan masyarakat agar dapat menahan diri untuk tidak mudik. Namun demikian, bukan berarti larangan mudik ini tidak memperbolehkan masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga.

“Bersilaturahmi dengan keluarga atau tetangga selama lebaran di sekitar rumah masing-masing masih bisa dilakukan. Kalaupun lebaran pasti ada silaturahmi, ya tetaplah gunakan protokol kesehatan dengan baik, untuk menjaga agar Covid-19 ini tidak menjadi lebih parah lagi,” tegasnya.

Apalagi, berdasarkan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, peningkatan kasus Covid-19 terjadi pasca libur panjang. Bahkan, terjadi hanya dalam hitungan hari dan jam. Sementara untuk menurunkannya, membutuhkan waktu yang relatif lebih lama.

“Maka saya mengimbau sebagai Ketua DPRD Provinsi Jatim, ikutilah anjuran pemerintah, larangan pemerintah itu. Mari kita saling menjaga diri, bukan hanya diri kita yang akan kita jaga, tapi juga diri keluarga kita, diri orang tua kita,” tuturnya.

Menurutnya seseorang itu tidak dapat mengetahui, apakah saat perjalanan mudik aman dan tidak terpapar Covid-19. Meski orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang kuat, tapi bukan berarti orang di sekitarnya mampu bertahan terhadap virus tersebut.

“Begitu kita sungkem kepada orang tua dan kontak dengan orang tua, dimana kita sudah membawa virus, yang akan menjadi  korban malah orang tua kita sendiri. Niat kita baik sungkem kepada orang tua, tapi akhirnya tidak sengaja malah kita mencelakakan orang tua kita,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, terkait tempat wisata Forkopimda Jatim sudah menyepakati kapasitas maksimum saat Idulfitri 1442 Hijriah hanya 25 persen saja.

“Ini bisa dilihat dari jumlah tiket yang terjual dari jumlah total seluruh kapasitas. Nantinya, setelah kapasitas terpenuhi, pihak Polri akan menyekat titik-titik tertentu. Jadi kalau sudah nomor polisi L tidak bisa ke kota Batu, nanti akan dilakukan pemutaran kendaraan,” jelasnya.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, wisata merupakan satu paket dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Agar sinergitas antar Kepala Daerah dan seluruh elemen  tetap terlaksana, dirinya meminta agar ada koordinasi di tingkat bawah.

“Begitu juga di tingkat desa, seperti Babinsa (bintara pembina desa), Babinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) harus bersinergi untuk mengendalikan mobilitas masyarakat,” pungkasnya. (son)

Tags: covid-19Covid-19 Varian Indiakhofifah indar parawansaMudik Lebaranpemprov jatimVarian Baru Covid-19

Berita Terkait.

Edukasi
Nusantara

Peringati Hari TB Sedunia, LKC Dompet Dhuafa Gencarkan Skrining dan Dukungan Nutrisi Pasien

Selasa, 21 April 2026 - 15:25
SDT
Nusantara

Dominasi Gresik! Saifuddin-Erman Taklukkan Wakil Makassar di Final Turnamen Domino

Selasa, 21 April 2026 - 14:24
Rokok-Ilegal
Nusantara

Bea Cukai Tegal Sita 1,1 Juta Batang Rokok Ilegal dari Paket Ekspedisi, Modus Disamarkan

Selasa, 21 April 2026 - 14:04
Penindakan
Nusantara

Bea Cukai Morowali Tindak 57 Ribu Rokok Ilegal, Sanksi Administratif Jadi Prioritas

Selasa, 21 April 2026 - 13:43
bc2
Nusantara

Bea Cukai Banten dan Kejaksaan Musnahkan 26 Juta Batang Rokok Ilegal

Selasa, 21 April 2026 - 13:03
bc
Nusantara

Bea Cukai Perketat Pengawasan Ekspor Minyak Jelantah, Amankan Devisa hingga Miliaran Rupiah

Selasa, 21 April 2026 - 12:42

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1257 shares
    Share 503 Tweet 314
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Catat Tanggalnya! Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Siap Dibagikan untuk Pemegang Saham

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.