• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Olahraga

Inter Milan, Juventus dan Tantangan Conte

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 2 Mei 2021 - 14:11
in Olahraga
Ekspresi pelatih Inter Milan Antonio Conte saat mendampingi timnya menghadapi Crotone dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Ezio Scida, Crotone, Italia, Sabtu (1/5/2021) waktu setempat. Foto: Antara/Reuters/Ciro de Luca

Ekspresi pelatih Inter Milan Antonio Conte saat mendampingi timnya menghadapi Crotone dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Ezio Scida, Crotone, Italia, Sabtu (1/5/2021) waktu setempat. Foto: Antara/Reuters/Ciro de Luca

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebagai Pelatih Inter Milan, Antonio Conte merasakan tantangan yang dihadapinya hampir serupa dengan kesulitan yang dialaminya saat masih pertama kali menangani Juventus satu dasawarsa silam.

Masa-masa di Juventus merupakan momen pemantik kegemilangan karir kepelatihan Conte, yang sempat terseok-seok dalam sekira empat tahun pertamanya sebagai juru taktik. Sebelum itu rekam jejak Conte hanyalah membawa Bari juara Serie B pada 2009 dan membawa Siena promosi ke Serie A dua musim kemudian.

BacaJuga:

PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

Menang Tipis atas Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

Bungkam Persija 2-1, Persib Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Dua raihan menjanjikan itu membuat Conte dipercaya menduduki kursi pelatih Juventus, selepas pemecatan Luigi Delneri pada pengujung musim 2010/11. Conte tiba di Juventus yang dua musim beruntun cuma finis di posisi ketujuh, lima tahun setelah skandal calciopoli yang membuat mereka terdegradasi ke Serie B berlalu.

Menurut Conte, situasi yang dihadapinya di Juve sama beratnya dengan apa yang ia rasakan selama dua musim terakhir menangani Inter, yang sudah satu dasawarsa tidak juara ketika ia tiba di Giuseppe Meazza.

“Keduanya situasi yang sangat sulit, sebab saya bergabung dengan Juventus setelah meraih promosi bersama Siena dan Juve baru saja finis ketujuh di liga,” kata Conte dilansir laman resmi Inter, Minggu (2/5/2021) WIB dikutip Antara.

“Tidak ada visi yang jelas dan kami tidak diunggulkan, tetapi mampu mengalahkan tim-tim kuat. Sejak itu, siklus penting dimulai,” ujarnya menambahkan.

Conte pada akhirnya jadi peletak batu pondasi dinasti Juventus dengan memenangi tiga dari sembilan gelar scudetto beruntun Si Nyonya Tua sebelum ia dipercaya menangani tim nasional Italia. Setelah tenor yang medioker di skuad Gli Azzurri, Conte hijrah ke Chelsea dan di musim pertamanya langsung membawa The Blues juara Liga Premier Inggris hanya untuk jadi korban rutinitas pemecatan Roman Abramovich semusim berselang.

Menganggur setahun, Conte kembali ke tanah kelahirannya dan menerima pinangan Inter, keputusan yang diakuinya sebagai sesuatu yang tidak mudah. Sebab Conte tak semata harus menangani tim yang sudah lama tidak juara tetapi juga memenangi hati para tifosi yang menjadikannya sosok antagonis semasa melatih Juventus maupun kala mengemban ban kapten Si Nyonya Tua.

“Untuk datang ke sini adalah keputusan terberat saya, sebab banyak orang akan bersembunyi dari tantangan ini. Saya ingin menguji diri sendiri, saya menyukai tantangan dan saya selalu bilang saya adalah penggemar nomor satu setiap tim yang saya wakili,” katanya.

“Tidak mudah memenangi hati para suporter dan saya paham itu, tetapi saya yakin selalu memberi segalanya untuk tim yang saya latih. Saya terlibat hanya untuk memberikan kemampuan terbaik dan saya puas sebab kami sudah melakukan hal yang luar biasa,” ujar Conte melengkapi.

Sementara musim lalu Conte mampu merejuvenasi Inter ke posisi runner-up Serie A dengan raihan 82 poin, hanya tertinggal satu poin dari Juve, serta mencapai final Liga Europa meskipun akhirnya dikalahkan Sevilla.

Kendati torehan di Eropa musim ini relatif memalukan karena Inter berakhir sebagai juru kunci fase penyisihan Grup B Liga Champions, Conte kini di ambang menyudahi paceklik gelar scudetto 11 tahun Nerazurri.

Inter yang baru saja mengalahkan Crotone 2-0 di Ezio Scida pada Minggu dini hari tadi, akan dipastikan menjuarai Liga Italia bila Atalanta gagal menang melawan Sassuolo pada Minggu malam nanti.

Conte mengakui bahwa ia dan skuadnya tinggal selangkah lagi masuk dalam catatan bersejarah Inter, tetapi ia menilai bahwa tantangannya yang dihadapinya beserta para pemainnya akan tetap berat.

Tantangan itu dirasakan sejak ia menerima pekerjaan di Giuseppe Meazza dan Conte merasa akan tetap terjadi di masa depan, kecuali jika atmosfer positif dari dunia luar bisa mengarah ke Inter. “Ini planet baru bagi saya. Saat itu tidak mudah, sekarang tidak mudah dan rasanya di masa depan juga tidak akan mudah, sebab banyak aspek dinamis yang mempengaruhi,” katanya.

“Dan orang-orang selalu menciptakan aura negatif di sekeliling Inter, bahkan dalam peluang sekecil apa pun. Jika saja lebih banyak atmosfer positif saat membicarakan Inter, itu akan menyenangkan,” pungkas Conte.

Bila Atalanta menjegal pesta juara pekan ini, Conte berpeluang menyabet trofi Serie A keempatnya bila Inter sekurang-kurangnya main imbang saat menjamu Sampdoria di Giuseppe Meazza pada Sabtu (8/5/2021) pekan depan. (aro)

Tags: Inter MilanJuventusLiga Italia

Berita Terkait.

Erick-Thohir
Olahraga

PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:33
Yuran
Olahraga

Menang Tipis atas Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden

Selasa, 4 Agustus 2026 - 23:25
persija
Olahraga

Bungkam Persija 2-1, Persib Melaju ke Final Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 18:57
john
Olahraga

Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:16
Timnas Indonesia Kena Bantai Vietnam, John Herdman Minta Garuda Segera Bangkit
Olahraga

Timnas Indonesia Kena Bantai Vietnam, John Herdman Minta Garuda Segera Bangkit

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:35
tohir
Olahraga

Erick Thohir Ungkap Pesan Strategis Prabowo untuk Timnas

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2109 shares
    Share 844 Tweet 527
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1308 shares
    Share 523 Tweet 327
  • PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    1281 shares
    Share 512 Tweet 320
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.