• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Mahasiswa Sebut Pejabat Pemprov Banten Krisis Kejujuran

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 30 April 2021 - 21:28
in Nusantara
indoposco

Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 saat melakukan unjukrasa di depan Rumdin Gubernur Banten

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 melakukan unjuk rasa di depan Rumah Dinas (Rumdin) Gubernur Banten, tepatnya di Jalan Ahmad Yani No.158, Serang, Sumurpecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (30/4/2021).

Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan ‘penangkapan koruptor bukan prestasi, Banten darurat korupsi’ sebagai bentuk kecaman kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

BacaJuga:

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Ketua Komunitas Soedirman 30, Fikri mengatakan, tindakan korupsi sangat merugikan masyarakat. Dugaan tindakan pemotongan dana hibah oleh pelaku telah menunjukkan krisisnya kejujuran pejabat Pemprov Banten.

Pihaknya menilai, Pemprov gagap dalam menjelaskan anggaran yang dialokasikan untuk segala kebutuhan kerja pemerintahan pada masyarakat. Ketidaktransparanan pemprov membawa antonim terjadinya korupsi di Banten.

“Dalam sepanjang sejarah, terjadinya korupsi banyak memperparah keadaan masyarakat. Tidak lain juga di Provinsi Banten yang sedang mengalami krisis kejujuran mulai dari pejabat-pejabatnya yang di atas maupun di bawah,” katanya.

Ia menyebutkan, tindakan korupsi pada dana hibah Pondok Pesantren (Ponpes) dan kasus pengadaan lahan Unit Pelaksana teknis (UPT) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Malingping menambah catatan buruk.

Atas kondisi itu, janji Wahidin Halim (WH) dan Andika Hazrumy (Aa) yang akan memberantas tindakan korupsi, menciptakan pemerintahan yang bersih dianggap gagal dalam mereformasi birokrasi kinerja.

“WH-Andika sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur tidak bisa menjelaskan arti dari kata korupsi pada bawahannya. Dalam momen korupsi yang terjadi sekarang WH-Andika seperti ingin mencuci tangan seolah tidak merasa bersalah, padahal bentuk semua kerja Pemprov Banten mestinya tanggung jawab ada pada kepala,” tegasnya.

Pihaknya masih ingat betul, Provinsi Banten pada 9 Desember 2019 mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan ini diberikan kepada Banten sebagai daerah yang mampu mengimplementasikan pencegahan korupsi melalui tim koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korpsugah) KPK. Namun hal ini bukan jaminan Pemprov Banten bebas korupsi.

“Ironis sekali kalau masih disematkan pada Pemprov Banten yang mempunyai naluri niat mereformasi birokrasi bebas korupsi. WH-Andika dalam hal ini gagal dalam mengimplementasikan visi- misinya yang ingin bebas korupsi,” jelasnya.

Untuk itu, Komunitas Soedirman 30 menuntut Aparatur Penegak Hukum (APH) untuk mengungkap pelaku korupsi dan tindak tegas sampai tuntas hingga ke akar-akarnya dan menciptakan sistem pelayanan publik yang efisien, transparan dan dapat dipertangungjawabkan. (son)

Tags: Kasus Lahan Samsat MalingpingPemprov Banten

Berita Terkait.

Strategis dan Berkelanjutan, Pullman Jakarta Central Park Tawarkan Pengalaman MICE Kelas Dunia
Nusantara

PHI Asah Kepemimpinan ASN Tabalong, Dorong Lahirnya Pemimpin Transformasional untuk Pembangunan Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:05
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Ngawi di Jawa Timur

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:33
LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi
Nusantara

LPG Subsidi Terancam Tak Tepat Sasaran, DPD RI Desak Penertiban Distribusi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05
Andra-Soni
Nusantara

Rata-rata Lama Sekolah di Banten Meningkat, Program Sekolah Gratis bagi Swasta Perluas Akses Pendidikan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:48
karhutla
Nusantara

Karhutla Mengganas di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Siaga Penuh Awasi Daerah Rawan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:11
gempa
Nusantara

Gempa M 7,7 Sulut, 1.160 Warga Mengungsi dan Ratusan Rumah Rusak

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:55

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    5302 shares
    Share 2121 Tweet 1326
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1538 shares
    Share 615 Tweet 385
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1542 shares
    Share 617 Tweet 386
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.