• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Dugaan JI di Balik Bom Bunuh Diri Katedral Makassar

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 28 Maret 2021 - 11:39
in Headline
Ledakan di Gereja Katedral Makassar. Foto: Repro TV

Ledakan di Gereja Katedral Makassar. Foto: Repro TV

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Mantan Anggota Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan mengatakan, dugaan aksi bom bunuh diri di depan gereja Katedral, Makassar adalah bentuk aksi teror. Pada peristiwa tersebut, menurutnya, diduga dilakukan oleh jaringan Jamaah Islamiyah (JI) dan afiliasinya.

“Aksi tersebut, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka eksis kepada masyarakat,” ujar Ken Setiawan melalui gawai, Minggu (28/3/2021).

BacaJuga:

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Tujuan utama mereka, dikatakan Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center ini adalah membuat masyarakat takut. Apalagi masyarakat takut, maka tujuan mereka tercapai.

“Pesan mereka ingin menunjukkan powernya. Kami ada loh, kami masih eksis,” imbuhnya.

Lebih jauh Ken menilai kelompok paham radikalisme dan afiliasinya marah, karena saat ini sumber dana mereka dibekukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Sehingga pergerakan mereka sedikit terbatasi.

“Mereka juga marah karena beberapa tokoh idola mereka dikriminalisasi. Seperti tokoh-tokoh yang mengkampanyekan khilafah,” katanya.

Penutupan oleh PPATK, dikatakan Ken, tidak menyurutkan langkah kelompok paham radikalisme untuk mencari dana. Bahkan, sekarang mereka aktif menyebarkan penggalangan bantuan lewat media sosial (Medsos) seperti WhatsApp (WA), facebook (FB), instagram (IG) dan twitter.

“Biasanya lewat group group mereka langsung chat pribadi dan menawarkan proposal dan profil organisasi mereka,” ujarnya.

“Mereka juga berani pasang iklan di media sosial untuk penggalangan dana kepentingan kelompok dengan dalih pembangunan dan sumbangan tempat ibadah,” imbuhnya. (nas)

Tags: Bom Bunuh DiriGereja Katedral MakassarJamaah Islamiyah

Berita Terkait.

Obat
Headline

Rupiah Tertekan, DPR Ingatkan Ancaman Kenaikan Harga dan Kelangkaan Obat

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:05
purbaya
Headline

Kemenkeu Kantongi Restu Pagu Rp49,8 Triliun, Purbaya Dorong Penghapusan Silo-Silo Organisasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:30
WIHAJI
Headline

Berpikir Kritis, Miliki Literasi Digital Kuat dan Kokoh di Era Digital Tuntutan untuk Gen Z

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:21
Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran
Headline

Students Set Friday Deadline for Government to Respond to Demands After Meeting Gibran

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:30
Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat
Headline

Usai Temui Gibran, Mahasiswa Beri Batas Waktu Realisasi Tuntutan hingga Jumat

Selasa, 16 Juni 2026 - 00:15
bc
Headline

Apresiasi Pemulihan Aset Rp1 Triliun, Purbaya Juga Soroti Kasus Eddy Tansil

Senin, 15 Juni 2026 - 17:30

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7114 shares
    Share 2846 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.