• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Jelang Pemilu Palestina, Mahmoud Abbas Hadapi Perselisihan Partai Fatah

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 8 Maret 2021 - 02:19
in Internasional
Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menggunakan masker dan sarung tangan sebagai pelindung diri dari wabah virus corona (Covid-19) saat mengunjungi Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Senin (15/6/2020). Foto: Antara/Reuters/Mohamad Torokman/aa

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menggunakan masker dan sarung tangan sebagai pelindung diri dari wabah virus corona (Covid-19) saat mengunjungi Ramallah, Tepi Barat, Palestina, Senin (15/6/2020). Foto: Antara/Reuters/Mohamad Torokman/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menjelang pemilihan umum untuk yang pertama kalinya dalam 15 tahun, Presiden Palestina Mahmoud Abbas berjuang menghadapi perselisihan yang berkembang di dalam partainya, Fatah, yang menimbulkan ancaman baru bagi dominasinya atas politik Palestina.

Tawaran untuk memisahkan diri dari salah satu sekutu partai Abbas telah meningkatkan spekulasi bahwa dia mungkin membatalkan pemilihan presiden yang direncanakan pada Juli, karena khawatir akan adanya tantangan potensial oleh Marwan Barghouti, seorang pemimpin populer Palestina yang dipenjara oleh Israel.

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Kantor Abbas membantah dia memiliki rencana untuk menunda atau membatalkan pemilihan presiden.

Barghouti (61) adalah kekuatan pendorong dalam pemberontakan 2000-2005 Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki Israel. Dia dijatuhi hukuman oleh pengadilan Israel pada 2004 dengan hukuman penjara seumur hidup setelah dihukum atas beberapa serangan mematikan terhadap Israel oleh militan Palestina. Namun, Barghouti selalu membantah tuduhan itu.

Abbas (85) telah memerintah Otoritas Palestina (PA) di wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri di Tepi Barat melalui dekrit selama lebih dari satu dekade. Pada Januari, ia mengumumkan pemungutan suara presiden dan legislatif—sebuah langkah yang sebagian besar dilihat sebagai tanggapan terhadap kritik domestik dan Barat atas legitimasi demokratis kepresidenannya.

Salah satu kecaman dilayangkan oleh Nasser al-Qudwa, seorang anggota lama Komite Sentral Fatah yang pekan lalu mengumumkan dia sedang membentuk daftar baru (anggota Komite Sentral Fatah) yang akan mencalonkan diri secara terpisah dari Fatah dalam pemilihan legislatif, pada Mei.

“(Palestina) sudah muak dengan situasi saat ini […] perilaku internal atau perilaku buruk, hal-hal seperti tidak adanya aturan hukum, tidak adanya kesetaraan, tidak adanya keadilan,” ujar Qudwa, keponakan almarhum pendiri Fatah dan Pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina Yasser Arafat, kepada Reuters.

Jarang bagi para pemimpin dari 19 anggota Komite Sentral untuk secara terbuka memutuskan hubungan dengan Abbas.

Qudwa (67) mengatakan dia berharap daftar anggota Komite Sentral Fatah akan dipimpin oleh Barghouti, seorang pemimpin Fatah yang telah lama diangkat sebagai calon penerus Abbas.

Namun, Barghouti belum mengatakan apakah dia akan bergabung dalam daftar itu atau mencalonkan diri dalam pemilihan presiden. Dia dan pengacaranya menolak permintaan wawancara.

Tetapi jajak pendapat menunjukkan dia akan menang dengan mudah melawan Abbas dan para pemimpin dari Hamas, gerakan Islam yang menguasai Gaza dari Fatah pada 2007. (arm)

Sumber: Reuters
Dilansir dari: Antara

Tags: mahmoud abbasPalestinapartai fatah

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2103 shares
    Share 841 Tweet 526
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1148 shares
    Share 459 Tweet 287
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.