• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menko PMK: Segera Ajarkan Kurikulum Kebencanaan

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 17 Februari 2021 - 05:27
in Nasional
Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto: Instagram/@muhadjir_effendy

Menko PMK, Muhadjir Effendy. Foto: Instagram/@muhadjir_effendy

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta agar kurikulum pendidikan segera diajarkan pada anak-anak, sehingga mereka juga memahami tentang lingkungan dan ancaman bencana, sehingga bisa segera mencari solusi ketika terjadi bencana.

“Dari pemerintah sudah mulai dimasukkan kurikulum pendidikan kebencanaan. Kurikulum muatan lokal,” kata Muhadjir Effendy saat berkunjung ke Desa/Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/2/2021).

BacaJuga:

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Wah, Jumlah Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api Meningkat

Ia mengatakan kurikulum pendidikan kebencanaan itu diajarkan sesuai masing-masing daerah. Anak-anak mulai ditanamkan kesadaran bagaimana tanggap dan respon serta cara mengatasi kalau ada bencana.

“Sesuai tempatnya masing-masing. Kalau itu daerah biasa longsor ya (materi pendidikan) longsor, kalau banjir ya (materi pendidikan) banjir. Kalau gempa ya gempa bumi. Kalau gunung meletus kaitan dengan masalah gunung meletus,” ujar dia.

Untuk di Nganjuk yang longsor, lanjut dia, bisa diajarkan masalah bagaimana merawat hutan dan pekarangan. Materi tersebut juga sudah ada di BNPB, sehingga bisa menjadi bahan materi pendidikan menarik untuk anak.

Saat berkunjung ke Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, ia mengatakan tahun ini intensitas bencana seperti banjir maupun gempa bumi sangat tinggi. Musibah terjadi terutama banjir dan tanah longsor. Hal ini diakibatkan oleh badai La Nina.

“Itu dampaknya sangat luas. Karena itu pesan saya kepada warga terutama di wilayah rentan pada ancaman ini untuk waspada,” kata dia.

Ia juga menyampaikan terima kasih pada jajaran TNI/Polri, hingga relawan yang telah merelakan waktunya untuk membantu mencari para korban yang dinyatakan hilang tersebut.

Namun, ia juga mengingatkan agar warga mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan selalu mengenakan masker. Dirinya tidak ingin dalam musibah ini justru memunculkan klaster baru Covid-19.

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Selopuro, Desa/kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Minggu (14/2/2021) malam. Terdapat 21 orang warga setempat yang dilaporkan hilang. Dari hasil pencarian, 14 orang sudah ditemukan. Dari jumlah 14 orang itu, dua orang selamat sedangkan sisanya meninggal dunia. Saat ini, masih tujuh orang yang belum ditemukan.

Menko PMK Muhadjir Effendy hadir di Nganjuk didampingi Menteri Sosial Tri Rismaharini. Selain itu, juga terdapat Bupati Nganjuk dan forkopimda setempat.

Dalam kegiatan itu juga sekaligus dilakukan penyerahan bantuan kepada keluarga korban yang meninggal dan yang terluka. Untuk yang meninggal, keluarga diberikan santunan Rp15 juta yang yang terluka diberikan santunan Rp5 juta.

Sementara itu, Nurul Kholifah, salah seorang ahli waris mengaku sudah ikhlas dengan kepergian anggota keluarganya.

“Ada ibu, kakak, dan mbah buyut. Sudah ditemukan dan dimakamkan,” kata Nurul.

Ia juga kini merawat anak dari kakaknya yang masih berusia enam tahun. Ayah anak itu masih bekerja di luar pulau, sehingga belum bisa pulang ke daerahnya.

“Kini kemenakan sama saya,” kata dia.

Ia juga sedih dengan meninggalnya keluarga. Namun, ia juga bersyukur keponakannya bisa selamat, kendati ia mengalami luka-luka di tubuhnya karena terkena tanah longsor itu. (bro)

Tags: Kemenko PMKKurikulum Pendidikan

Berita Terkait.

miinuman
Nasional

DPR RI Soroti Risiko Bias Kebijakan Label Gizi di Pangan Siap Saji, jika Pengawasan Lemah

Sabtu, 18 April 2026 - 15:55
abdul
Nasional

26 Ruang Kelas Darurat Hadirkan Kegiatan Belajar Siswa Terdampak Bencana di Sumbar

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15
wisatawan
Nasional

Wah, Jumlah Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api Meningkat

Sabtu, 18 April 2026 - 14:34
ai
Nasional

Hadapi Dinamika, Praja IPDN Dituntut Kuasai Kompetensi Digital

Sabtu, 18 April 2026 - 13:13
menpar
Nasional

Percepat Pengembangan Danau Toba, Menpar Tekankan Sinkronisasi Master Plan

Sabtu, 18 April 2026 - 10:10
Diskusi
Nasional

KPK Pasca-Revisi: Antara Kekuasaan dan Kehilangan Gigi

Jumat, 17 April 2026 - 21:34

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2527 shares
    Share 1011 Tweet 632
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    907 shares
    Share 363 Tweet 227
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    797 shares
    Share 319 Tweet 199
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    848 shares
    Share 339 Tweet 212
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    765 shares
    Share 306 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.