• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

MUI Ingatkan Mahasiswa dan Aktivis, Bahasa Kasar di Ruang Digital Bisa Mengaburkan Perjuangan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 15 Juni 2026 - 22:35
in Nasional
Ilustrasi seseorang sedang berinteraksi di media sosial. Foto: Freepik

Ilustrasi seseorang sedang berinteraksi di media sosial. Foto: Freepik

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak mahasiswa, aktivis, dan generasi muda untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik. Di tengah meningkatnya ekspresi aspirasi melalui media sosial, MUI menilai penggunaan diksi yang kasar dan bernada merendahkan justru berpotensi mengaburkan pesan utama yang ingin disampaikan.

Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan bahwa sikap kritis masyarakat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang negatif.

BacaJuga:

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Menurutnya, kepedulian generasi muda terhadap persoalan bangsa menunjukkan masih hidupnya idealisme untuk memperjuangkan keadilan dan kemaslahatan publik.

“Keberanian menyuarakan kebenaran terhadap kebijakan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas merupakan hal yang positif dan dilindungi oleh konstitusi,” ujar Zainut di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dalam perspektif Islam, penyampaian kebenaran harus berjalan seiring dengan adab dan akhlak yang baik. Kritik yang disusun berdasarkan data, analisis yang objektif, dan argumentasi yang kuat dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penggunaan kata-kata yang bersifat menghina atau menyerang pribadi.

“Ketajaman kritik sejati terletak pada kekuatan data, kejelasan argumen, dan objektivitas pemikiran, bukan pada caci maki personal atau penggunaan istilah yang merendahkan martabat orang lain,” katanya.

Zainut juga menyoroti peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang selama ini dikenal sebagai penjaga moral bangsa. Ia menilai kualitas gerakan mahasiswa semestinya tercermin dari kemampuan menghadirkan gagasan yang bernas, bukan dari kontroversi bahasa yang digunakan.

Menurutnya, penggunaan narasi peyoratif berisiko mengalihkan perhatian publik dari substansi persoalan yang sedang diperjuangkan. Akibatnya, ruang diskusi justru dipenuhi perdebatan mengenai pilihan kata, sementara isu pokok yang hendak dikritisi menjadi terabaikan.

Dalam pandangan MUI, teladan mengenai etika komunikasi telah dicontohkan dalam Al-Qur’an. Zainut mengutip perintah Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS agar menyampaikan peringatan kepada Fir’aun dengan tutur kata yang lembut meskipun menghadapi penguasa yang zalim.

“Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa dan Nabi Harun) kepadanya (Fir’aun) dengan kata-kata yang lemah lembut (layyinan), mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS. Thaha: 44).

Nilai tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

“Jika kepada Fir’aun saja diperintahkan berbicara dengan santun namun tetap tegas, maka dalam konteks kehidupan kebangsaan kita tentu lebih patut mengedepankan komunikasi yang beradab demi menjaga persatuan,” ungkap Zainut.

Selain itu, MUI mengimbau masyarakat, khususnya pengguna media sosial, agar tidak ikut memperkuat budaya komunikasi yang penuh ujaran kasar, penghinaan, maupun pelecehan verbal. Ruang digital, menurut Zainut, semestinya menjadi wahana pertukaran gagasan yang sehat dan edukatif, bukan tempat memperuncing polarisasi.

Di akhir pernyataannya, Zainut menegaskan bahwa imbauan tersebut merupakan seruan moral untuk menjaga akhlak publik dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis apa pun.

“MUI berdiri di atas pilar keumatan dan kebangsaan, mendukung hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat sekaligus berkewajiban menjaga agar kehidupan berbangsa tetap berlandaskan akhlakul karimah,” tutupnya. (her)

Tags: AktivisdigitalMUI

Berita Terkait.

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz
Nasional

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:02
Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU
Nasional

Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:25
Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI
Nasional

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:15
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
Nasional

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:27
Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan
Nasional

Rp50 Triliun Dihemat, Prabowo Ungkap Wajah Baru BUMN

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31
Puan
Nasional

Ketua MPR Klaim Program MBG Kunci Menuju Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3738 shares
    Share 1495 Tweet 935
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.